Ampun Pak!

Ampun Pak!
DICULIK


__ADS_3

Sebuah mobil berwarna hitam menghadang mobil yang dianaiki oleh Fara dan Ainsley. Empat orang bertubuh tegap ke luar dari mobil itu dan mengetuk mobil yang hihadangnya.


Pak Roni tampak panik saat empat orang itu memaksanya untuk membuka pintu. Fara dan Ainsley saling berpelukan, gurat wajah mereka menyiratkan ketakutan yang sangat besar.


“Huaa mom, Ley takut.” Ainsley menangis ketakutan.


Tubuh gadis kecil itu bergetar, Fara semakin mengeratkan pelukannya di tubuh sang anak saat orang suruhan Zack mengancam mereka.


“Buka sekarang, atau kami akan memecahkan kaca mobilnya!” teriak salah satu dari empat orang berbadan kekar itu.


Sontak Fara, Ainsley dan pak Roni mengkerut ketakutan, apalagi saat dua orang pria bertubuh tegap itu bersiap mengayunkan senjatanya.


Ctar!


Kaca mobil dibagian kemudi pecah akibat ulah orang suruhan Zack, Fara berteriak kencang dengan diiringi suara tangis Ainsley yang semakin melengking. Suasa berubah semakin menegangkan saat para pria bertubuh tegap membuka pintu mobil.


“Ikut bersama kami, jika ingin anak ini selamat,” ancam pria bertato dengan luka gores di wajahnya.


Pria itu menarik Ainsley ke luar, gadis kecil itu berteriak ketakutan, wajah Ainsley dibanjiri dengan air mata yang tak kunjung surut. Pak Roni tidak mampu melakukan apa pun karena saat ini tangan pak Roni dicekal.


“Mommy, mommy huaaaa.” Ainsley menjerit dalam gendongan orang suruhan Zack.


“Ley,” panggil Fara dengan suara terdengar bergetar.


Fara tidak punya pilihan lain, dia ke luar dari mobil. Air mata lolos dan mengalir deras, dia tidak tahu kenapa orang-orang yang menghadang jalan mereka menginginkan dirinya.


“Lepaskan anak saya!” teriak Fara.


Pria bertato itu memberi kode ke pada temannya, dan saat itu pula Fara langsung dibawa ke dalam mobil orang suruhan Zack.


Si pria bertato mendorong Ainsley ke dalam mobil Devan yang berisikan pak Roni. Mereka membawa Fara pergi ke tempat yang sudah disiapkan oleh tuan mereka.


“Mommy! Jangan bawa mommy.” Ainsley menangis hingga terisak saat melihat mommy-nya di bawa pegi.


Sementara di mobil lain, Fara duduk di tengah dua orang bertubuh tegap dan besar itu dengan perasaan khawatir, dia tidak memiliki celah untuk kabur.


“Kalian siapa? Jika kalian menculik saya untuk meminta uang tebusan, kalian akan rugi karena saya bukan orang yang punya banyak harta!” ucap Fara dengan sisa-sisa keberaniannya.

__ADS_1


“Tuan kami tidak butuh hartamu,” jawab salah satu dari mereka.


Di sepanjang perjalanan Fara hanya bisa menangis, dia membayangkan wajah Ainsley dan keluarganya. Wanita itu mulai berpikir negatif, dia menduga jika dirinya akan menjadi korban perdagangan manusia.


Sekelebat bayangan wajah Devan melintas di pikirannya, entah kenapa dia jadi mengharapkan kehadiran pria itu.


Pak Devan kan tidak sayang, apalagi cinta sama aku. Pasti aku akan dibiarkan dan tidak diselamatkan. Selamat tinggal, ibu, ayah, Ley, suami sementara, ucap Fara dalam hati.


 


***


“Ainsley dan pak Roni selamat, Tuan. Apakah kita biarkan saja nyonya dibawa oleh orang suruhan Zack?” tanya Jhon sedikit memancing reaksi tuannya.


Devan menarik kerah kemeja Jhon, kemarahan terpancar dari mata Devan saat Jhon dengan ringan mengucapkan hal seperti itu. Ucapan itu memantik amarahnya hingga tidak sadar dia hampir melayangkan tinju ke wajah sekretarisnya.


Tubuh Jhon tertarik, pria itu sudah menduga jika tuannya tidak akan membiarkan Fara menjadi mainan Zack.


Apa Anda mulai tertarik dengan wanita itu tuan? Jhon bermonolog dalam hati.


“Kerahkan mereka ke lokasi kejadian! Bawa istriku kembali!” Devan menghempaskan tangan dari kerah kemeja Jhon.


Devan segera ke luar dari ruangannya, beruntung pertemuan dengan rekan bisnisnya tidak diadakan hari ini.


Pria itu berjalan dengan terburu-buru yang diikuti dengan Jhon. Mereka masuk ke dalam mobil dan melaju ke tempat pak Roni dan Ainsley berada. Devan duduk dengan perasaan gelisah, walau wajahnya terlihat datar. Akan tetapi, pria itu menyimpan rasa takut akan keadaan Fara.


Perjalanan yang tidak begitu jauh membuat Devan dan sekretaris sekaligus orang kepercayaannya tiba di jalan pintas yang dilewati mobil orang suruhan Zack dan juga Fara.


Devan turun dengan segera, dia menghampiri sang putri yang berada di dalam mobil. Devan mengepalkan kedua tangan dengan rahang mengetat saat melihat kondisi putri kecilnya yang meangis hingga suara sang anak terdengar serak.


“Huaa daddy, mommy … mommy hilang,” ucap Ainsley.


Pria itu membawa Ainsley ke dalam pelukannya. Dalam hati dia berjanji akan membalaskan perbuatan Zack.


“Tuan maafkan saya tidak bisa melindungi nyonya,” ucap pak Roni yang merasa bersalah.


Devan menarik napasnya seraya mengelus punggung Ainsley, dia melihat dahi pak Roni yang terluka karena serpihan kaca.

__ADS_1


“Lebih baik kita kembali ke rumah dan obati luka itu, kita pindah ke mobil satunya saja, biar orang suruhan saya yang membawa mobil ini,” ucap Devan.


Pria itu berjalan kembali ke dalam mobil yang dia naiki dari kantor, dia akan membawa Ainsley pulang terlebih dahulu.


***


“Lepas! Saya sering makan pedas, pasti ginjalnya udah gak kinclong lagi, haa lepaskan saya!” Fara memberontak saat para pria bertubuh kekar itu membawanya ke sebuah gudang kosong bekas pabrik konveksi.


Fara yang mengira dirinya akan dijual dan diambil organnya pun semakin ketakutan saat dirinya berhasil dibawa ke dalam gudang kosong itu.


“Ikat tangannya, lalu kunci pintu gudang ini. Nanti malam tuan akan datang,” ucap si pria bertato pada teman-temannya.


Dapat Fara simpulkan jika pria yang memiliki tato dan juga bekas luka goresan di wajah itu adalah pemimpin dari ketiga pria bertubuh kekar.


Fara hanya bisa pasrah saat tangannya diikat di belakang kursi yang didudukinya, cahaya yang tamaram membuat kesan ngeri semakin terasa.


“Hei, hei jangan tinggalkan saya sendiri, huaa saya takut,” teriak Fara pada empat pria yang melangkah ke luar dari gudang di pabrik konveksi itu.


Para pria bertubuh kekar itu tidak menghiraukan teriakan Fara, mereka menutup pintu dan menguncinya yang membuat gudang itu semakin gelap.


Fara menangis ketakutan, badannya bergedik saat suara tangisnya memantul karena ruangan ini kosong yang menghasilkan gema.


Mata wanita itu melirik ke sana dan ke mari, dia merasa sangat takut.


“Sudah berapa lama tempat ini kosong? Kata ibu kalau tempat sudah lama kosong akan jadi rumahnya setan,” ucap Fara bermonolog sambil terisak.


Fara terus menangis, dia tidak dapat menghapus air matanya yang mengalir dengan deras.


Tiba-tiba perut Fara terasa sakit, wajahnya meringis menahan rasa keram pada perutnya yang tiba-tiba datang. Dia mencoba untuk berhenti menangis dengan menarik napas panjang berulang kali, dan cara itu cukup efektif meredakan rasa keram pada perutnya.


Di tempat lain, Zack tersenyum puas saat Fara sudah berada di tangannya, dia akan membawa wanita itu pergi dari sisi Devan. Pria itu yakin Devan tidak akan membawa hal ini ke ranah hukum karena dia tahu jika Devan tidak ingin pernikahannya dengan Fara terkuak di kalangan awak media.


“Saatnya menghampiri Fara. Hmm apa rasanya lebih enak dari wanita lain?” Zack tersenyum membayangkan bagaimana rasanya bermain dengan wanita yang menantang di matanya.


 


Bersambung ….

__ADS_1


Wah kira-kira Zack berhasil memiliki tubuh Fara tidak ya? 😱


hi zeyeng-zeyengku, mulai besok othor update kisah pak Devan dan Fara pukul 21.00 ya 😍😍😘


__ADS_2