
Ana yang sedang sendiri di hotel merasa lapar..Ia ingin memesan menu dari hotel, tapi tidak ada yang sesuai dengan seleranya..terpikirnya menunggu Celine datang saja, tapi itu juga akan memakan waktu. lalu ia teringat ada sebuah restaurant berdekatan dengan hotel.
Ana akhirnya memutuskan keluar dari hotel dengan was-was takut kalau lagi sial terus ketemu sama rentenir ataupun amel. Meskipun dia menginap di menginap hotel yang cukup jauh dari tempat tinggalnya tetap saja ada rasa takut di dirinya.
"David.. kita berhenti di restaurant yang terletak di depan hotel itu saja untuk menghemat waktu." Pinta Tuan Josh.
"Baik Tuan "
"Dad ..dad yakin mau makan di restaurant seperti itu..??"
" Memang kenapa Steven..??"
" Dad tidak lihat tempatnya seperti tidak bersih begitu..!!"
" Menurut mu salah siapa sampai kita harus ke restaurant itu..lagi pula apa salahnya. Papa sudah biasa semasa muda makan tempat seperti itu "
" Terserah Dad saja..jangan salahkan Aku kalau Dad sakit perut.."
Ana sedang memesan makanan untuk di bungkus bawa pulang kehotel..ia merasa akan lebih baik jika ia tidak makan di restaurant itu..
"Non... makanan yang dipesan Sama non mau tunggu kira-kira 10 atau 15 begitu..jadi non mau tunggu atau ganti menu saja???" Tanya pelayan restaurant disana.
" Aku tunggu aja mbak..ribet kalau mau mikir menu lain lagi.."
" Ya udah tunggu bentar yah non..
" Iya mbak" jawab ana
Steven dan papa Josh sampai di restaurant..
" Ayo turun kalian berdua..kenapa diam saja"
" Dad aja yang makan ..Steven ga lapar."
" Jadi kamu suruh papa makan sendiri didalam gitu..!!"
" David kamu temankan dad makan Sana" Perintahnya ke David.
" Anak ku David atau kamu..???
Sudah..kalian 2'2 nya Turun.."
Steven akhirnya turun karena tak ingin membuang waktu oleh hal sepele itu.. sesungguhnya dia sangat tidak ingin masuk kedalam restaurant yang menurutnya tidak bersih itu.
Tuan Josh mulai memesan makanan dan duduk menunggu pesanannya, sedangkan Steven diikuti David dengan langkah berat terpaksa masuk kedalam restaurant. dihampirinya Tuan Josh dan duduk bersama..
" Ayo kalian mau pesan apa??..papa udah pesan duluan tadi."
" Ga usah dad.. Steven lagi ga selera makan"
" Terserah kalian ber2..kalian juga yang rugi"
Disela menemani papanya..pandangan Steven teralihkan pada seorang wanita yang sedang berdiri di dekat kasir. Tak lama gadis itu pergi setelah mendapatkan orderannya lalu ia pun menyebrang ke hotel depan restaurant..
"Gadis itu...bukannya yang tadi bermesraan di dekat cafe waktu bertemu Tuan victor..Hm...cepat juga sudah kehotel"
Suara di dalam hati Steven ketika melihat gadis itu .
Ana sampai di kamar hotel dan segera menyatap makanannya..di sela sedang asyik makan ponselnya berbunyi..ternyata ada panggilan masuk dari Pak wijaya.
"Hallo dek ana .."
"Ya..hallo Pak wijaya..Ada apa Pak menghubungi saya.??"
"Ga..hanya mau ingatkan dek ana, besok jangan lupa dan telat kebandara..sudah diurus bagus Sama Agen saya jangan sampai besok tiba-tiba bilang ga jadi.."
" Iya Pak...Ga lupa besok jam 8 pagi Kan...!! nanti ana kesana jam 6:30 .."
" Iya dek ana..ya udah selamat Malam"
Panggilan pun berakhir di antara ana dan Pak wijaya..lalu terdengar suara ketokan dari pintu...ana yang ingat pesan Celine tidak langsung membuka, ia mengintip dari lubang kecil di pintu itu..di lihat ternyata Celine yang datang..ia pun segera membuka pintu untuk Celine.
" lama amat cuma buka pintu aja..ga lihat aku banyak barang bawaan."
Protes Celine pada ana.
" Sorry...gitu aja ngambek..Kan cuma pastiin siapa yang datang.."
" Udah awas..halangi jalan aja kamu.. Ini pakaian kamu udah aku bawaiin Sama segala bengeknya"
" Duh..so sweet banget sahabat aku ini.."
Dipeluknya Celine dengan erat
" Woi...woi..mati anak orang ni.."
Hahaha.. tawa ana lalu melepaskan pelukannya..
" Aku mandi dulu yah..tuh masih ada sisa makanan ku kalau kamu mau.
hahaha..."
" Susah payah bawain barangnya malah cuma dapat makanan sisa..nasib amat..
ya udah sana mandi...bau abang-aban rentenir kamu.."
__ADS_1
Hahaha tawa Celine mengejek ana
" Enak aja..udah ah Aku mandi dulu"
Setelah selesai makan Siang steven lalu balik kekantor.
Tuan Josh Dan Steven masing-masing ke ruangan mereka..
" Tuan Steven... Ada Tuan Ben di dalam ruangan sedang menunggu anda." Ucap seketaris Steven yang tempat kerjanya terletak tepat di depan ruangan Steven yang tertutup.
" Ya..aku Yang menyuruh datang"
Steven pun masuk kedalam ruangannya.
" Hallo brother...darimana kamu..aku sudah menunggu mu di sini 10 menit. Tidak biasanya kamu tidak on time"
" Tadi Ada drama dikit temanin dad makan siang"
" Woh...sejak kapan kamu jadi anak Yang sweet dan berbahkti.. hahahaha"
" Ben apa kamu merasa Aku menyuruh datang untuk mentertawakan ku!!! " Ucap Steven dengan dingin..
" Brother Ku Yang satu ini kenapa selalu bersikap dingin..Aku Rasa kamu memang butuh kehangatan biar tidak selalu dingin..hahaha"
Ben masih saja tidak berhenti mengejek Steven setelah merasa puas baru lah ia berhenti.
"Ok..ok...so kenapa kamu panggil Aku kesini..??"
"Aku ingin kamu selidiki tentang perusahaan Tuan victor.. sepertinya dia merahasiakan sesuatu dengan kerja sama perusahaan Joshwan" ( nama perusahaan milik papa Josh).
"Kenapa tidak asisten mu David Yang melakukannya..bukan itu hal kecil buat asistenmu"
"David mempunyai keterbatasan access walaupun mengunakan nama Ku..akan lebih baik orang jenis kamu Yang menyelidikinya."
"Memang aku jenis apa.. Aku manusia juga bukan hewan...hahaha"
Candaan Ben dikala pembicaraan serious mereka..
"Kamu tau maksud Ku Ben.."
"Ya..ya aku mengerti "
"Aku akan menyuruh David memberi mu detail apa saja yang dia sudah dapat supaya kamu lebih mudah bertindak."
"Ok..tidak masalah"
"Kalau begitu kamu boleh pergi sekarang" Ucap Steven mengusir Ben pergi..
"What.. kamu usir aku???"
"Memang apa lagi yang kamu mau lakukan di sini.."
protes Ben..
Steven tidak menghiraukan sahabatnya itu..dia sudah biasa dengan tingkah sahabatnya Yang satu itu..
"Besok bukannya kamu keaustralia..Ayo nanti Malam Kita party.." bujuk Ben ke Steven..
" Aku tidak punya waktu untuk itu..Kamu tau kalau my mum setiap kali Aku akan keluar dari Kota ini, dia akan selalu menyiapkan makan Malam masakannya.."
"Anak mami juga kamu rupanya..
hahaha..Ok kalau gitu Aku cabut dulu"
Setelah Ben pergi Steven sibuk dengan berbagai document kerja..lalu David datang menemuinya.
Tok..tok..
"Ya masuk.." jawab Steven
David masuk Dan menghampiri Steven..
"Ada apa David??" Tanya steven tanpa melihat kearah David sambil Masih mengerjakan document nya.
" Tuan..tadi baru saja saya mendapat panggilan kalau jet pribadi Tuan sedang dalam service jadi mungkin besok tidak dapat di gunakan."
Steven lalu berhenti dengan documentnya Yang ia kerjakan.
"Bagaimana dengan jet daddy saya??"
"Tuan Josh dari minggu kemarin meminjam jetnya ketemannya Tuan.
jadi Karena itu saya sudah membeli ticket pesawat ke Australia untuk Tuan."
"Baik lah David Aku mengerti..Hari ini Aku bisa pulang sendiri, kamu pulang saja dulu..besok kita siap- siap berangkat ke Australia.."
" Baik Tuan...saya permisi dulu"
Setelah David pergi, tak lama Steven pun meninggalkan Kantor. Ia tidak mau mamanya marah lagi Karena pulang telat..karena ibunya sangat
mudah ngambek..
Sampai dirumah mama Wanda dan papa Josh sudah menunggu Di meja makan.
"mum..dad Steven Mandi dulu..nanti Steven turun. "
__ADS_1
" Ga usah...makan dulu baru Mandi.."
Ucap papa Josh...Ia tidak mau kejadian seperti sebelumnya terulang.
" Sebentar aja dad..Steven janji"
" Ya udah sana cepat..papa ga tanggung jawab kalau kamu lama-lama.."
Steven mengerti maksud papanya itu..ia memang dingin terhadap sahabatnya, tapi dengan ke2 orangtua kadang ia menjadi seorang yang terlihat penurut..
Selesai Mandi ia segera bergabung dengan ke2 orangtuanya untuk makan Malam bersama...
"Berapa lama kamu akan diaustralia Steven?? Tanya mama Wanda..
" Steven belum tau mum..tergantung dengan kerjaan Steven di sana"
" Apa kamu tidak bisa menetap di kota ini saja.. kamu selalu saja kesana-sini."
Steven tidak menjawab ia hanya sibuk dengan makanannya. sedangkan papa Josh hanya mendengarkan percakapan meraka ber2..
"Jadi kapan kamu cari penganti Nita??.. apa mau mama kenalkan anak teman mama.."
"Mum...please.. baru saja aku batalkan pertunangan ku..sekarang mum sudah mau aku cari lain lagi.." tanpa sadar steven mengunakan nada seperti marah kepada mamanya..
Mama Wanda agak shock Steven marah padanya..
"Mama hanya mau yang terbaik untukmu..kenapa kamu marah pada mama..kenapa kamu tidak bisa hargai mama.."
Mama Wanda yang memang sensitive matanya mulai berkaca-kaca.
"Bukan begitu maksud Steven mum.. sorry kalau mama tersinggung.."
"Mama udah ga ***** makan pa...papa aja yang habisin makanan nya.."
Mama Wanda lalu pergi menuju kekamarnya..
"Ini gimana makan telat Salah..makan tepat waktu juga Salah..sudah Steven kamu istirahat saja..biarkan mama mu itu..nanti dia sendiri juga baikan.."
" Ya udah dad... Steven Naik ke atas dulu..
Ana baru selesai Mandi dan keluar dari kamar Mandi..
"Segarnya habis mandi.."
"Bersih ga tuh mandinya..cap tangan abang-abang nya kali aja masih nempel..hahaha"
"Apaan sih kamu Celine kenapa juga ingatin hal jijik itu lagi.."
"Iya... sorry...btw ga di cariin kamu sama tuh rentenir..??"
"Tadi waktu aku kirim pesan, aku bilang sama dia kalau kerja ga boleh main ponsel..tar udah selesai kerja aku hubungi.."
"Terus amel ga hubungi kamu juga??"
"Aku udah block nomor dia Sama tante Rosa..Kamu inap disini Kan??"
"Iya lah...kalau ga siapa besok yang antarin kamu kebandara!!"
"Aku bisa pakai grab koq..kasihan kamu kalau harus awal bangun.."
"Sejak kapan kamu bisa kasihan ke Aku...!"
"Sejak sekarang... hahaha..
makasih yah Celine cuma kamu yang selalu ada buat Aku, Aku benar-benar bersyukur punya sahabat kayak kamu..
"Iya ana..Aku juga...Aku doakan kamu di Australia bisa mendapat hidup Yang lebih baik.."
Mereka berpelukan dengan penuh Haru...bercerita banyak hal..hingga ke2 pun tertidur..
Pagi Masih tidak begitu terang akan matahari Yang menyinari..tapi Celine dan ana sudah berada di perjalanan menuju kebandara..sampai lah mereka di Bandara..walau Masih pagi tadi sudah ramai orang di Sana..
"Aku cuma bisa hantar sampai sini..kamu Yang baik-baik disana.." Ucap Celine dengan Mata berkaca-kaca..
"Iya Gak apa-apa..kamu juga hati-hati..nanti kalau sudah sampai Aku bakal hubungi kamu.."
" Sampai jumpa ana..Aku pasti merindukan mu.."
Ana tiba-tiba menangis dan memeluk sahabatnya itu..
" Aku juga akan merindukan mu"
mereka lalu berpisah...ana sedang mencari agen Yang Di beritahu Pak wijaya..ketemu lah mereka..Lalu ana diberitahu tentang berbagai hal untuk masuk keaustralia..
Steven dan David sedang menunggu Di ruang VIP untuk penerbangan keaustralia..tidak lama kemudian terdengar panggilan untuk penerbangan mereka..
"Tuan Kita sudah boleh masuk kedalam pesawat.."
mereka menempati business class.
Disisi lain akhirnya ana juga menaiki pesawat yang sama dengan Steven, hanya saja ana berada di economic class..
Pesawat akhirny Lepas landas..
Ana yang duduk tepat di sebelah jendela menatap keluar...ini pertama kalinya ia Naik pesawat...
__ADS_1
" Sampai jumpa Kota ku..."
Hai para reader ..hayo udah pada like belum habis baca..jangan lupa like, comments, vote Sama lope- lope yah..