Ana Gadis Milik Hati CEO Tak Di Sangka

Ana Gadis Milik Hati CEO Tak Di Sangka
Ganti Rugi


__ADS_3

Setelah berkunjung dari hunter valley, Ana sempat berkunjung ketempat lainnya. Ia merasa sangat senang dan bebas. Tanpa harus memikirkan hal lain untuk saat itu..


David sampai di kantor Tuan Mike. Perusahaan Tuan Mike cukup berjaya, Mike dan Steven sebelum pernah melakukan project bersama, dan ini adalah project yang ke 2 nya.


"Selamat datang Tuan..Ada yang bisa saya bantu??" Ucap receptionist di bagian penerimaan tamu.


" Kami ingin menemui Tuan Mike..Dan sudah membuat janji atas nama Tuan Steven." David memberitahu kepada receptionist itu..


" Baik..tunggu sebentar saya check dulu.." Setelah ia mengecek ternyata memang sudah ada janji yang dibuat.


" Tuan..saya sudah mengeceknya dan Tuan Mike sudah menunggu di Kantor nya."


" Baik lah..terima kasih " Ucap David


Steven dan David lalu Naik lift ke lantai Kantor Mike berada..Sampailah lift di lantai tersebut dan pintu lift terbuka.


Di lantai itu hanya ada 1 ruangan besar dengan seluruh dinding kaca yang hanya bisa melihat keluar..tapi sebalik dari luar tidak dapat melihat kedalam..didepan ruang..ad ruangan khusus untuk seketaris nya..


"Hai.. Tuan Steven.. Tuan David.. selamat datang kembali, Tuan Mike sudah menunggu anda di dalam..Mari saya hantar."


Sang seketaris mengetuk pintu sebagai Erika..walau mungkin bossny Di dalam sudah dapat melihat kedatangan mereka.


" Masuk.." Ucap Mike


" Tuan Mike..tamu Ada sudah datang.."


" Ya...bawa mereka masuk."


Steven dan David pun setelah mereka Di persilakan.


" Hallo Tuan steven...senang berjumpa dengan anda lagi.. bagaimana kabar mu??" Tanya nya pada Steven.


" Kabar baik Tuan Mike..saya juga senang dapat bertemu dengan anda kembali."


"Hahaha...come on..kenapa Kita berbicara sangat formal teman" sambil ia menepuk bahu Steven.


Yah mereka adalah teman yang lumayan dekat walau tidak sedekat dengan Ben dan Niko.


Mereka pun mulai membicarakan hal tentang business Dan sampai pada kesepakatan kerja sama.


" Berapa lama sudah kamu disini ??" Tanya Mike pada Steven.


" Baru 2 hari.." jawab Steven singkat


" kenapa tidak mencari ku!!. Aku bisa membawa kamu ketempat yang bagus untuk hangout.."


" Tidak apa.. Aku merasa agak lelah semalam, jadi memutuskan untuk istirahat."


" Ok..Aku mengerti..Kamu bisa menghubungi ku kapan saja. Btw asistenmu masih sama saja, sangat pendiam.. hahaha" tawa Mike yang dari tadi melihat David hanya diam bagaikan patung di dekat Tuan nya.


" Ya...begitu lah " jawab Steven seadanya..


" Baiklah..kalau begitu Kami permisi dulu..sampai jumpa di pertemuan selanjutnya."


" Ok...sampai jumpa"


Mereka pun meninggalkan gedung itu..


" David..apa ada kabar dari my mum??"


" Belum Tuan..nyonya tidak mengangkat panggilan saya. sepertinya nyonya masih marah"


Steven menghelah nafas.. Ia dari semalam menghubungi ibunya tapi tidak di angkat, begitu juga tadi pagi ketika Steven mencoba menghubungi kembali tapi hasil sama saja tiada jawaban.


" Ya sudah...Biar saya nanti call dad untuk menanyakan nya"


" Baik Tuan."


Ana sudah terbaring diatas kasur sambil mengoyangkan kakinya, ia menatapi Layar ponselnya, melihat foto yang baru saja ia dapati sewaktu jalan-jalan..


" Tidak Aku sangka..Aku bisa sampai ketempat seperti ini" ucapnya seolah tak percaya.

__ADS_1


" Ana.." panggil mbak Lia


" iya mbak.."


Ana yang mendengar dipanggil bangun dari kasurnya dan turun ke bawah..


" Ana..Ayo kita makan di luar..Hari ini mbak lagi beruntung, teman mbak lia sudah jauh-jauh hari booking tempat makan direstaurant elit bersama pacarnya, tapi mereka ga bisa pergi..jadi di kasihkan ke mbak."


"Waduh mbak beruntung banget. Iya ana mau mbak"


"Ya udah setengah jam lagi kita berangkat. Pakai baju yang cantik ya..Kali aja ada bule cakep naksir..


hahaha" goda mbak Lia pada ana.


" Mbak Lia bisa aja ..kalau gitu ana mau mandi dulu ya mbak.. Sama makeup dikit.. hehe"


Steven sampai di apartment nya ..Ia mencoba call daddynya .


" Hallo dad..."


" Ya Steven ada apa?? bagaimana mana urusan mu di sana??"


" Semua lancar saja dad..Dad apa mum tidak di Indonesia?? kenapa ia tidak mengangkat panggilan ku.


" Bicara soal mama mu...papa juga sakit kepala..2 hari ini mama mu diam saja, kadang juga menangis bilang sama papa kalau dirinya tidak berarti...Hah..." papa Josh menghela nafas panjang .


" Apa ini karena kejadian hari itu dad...??"


" Papa rasa begitu...apa kamu ikuti saja keinginan mama mu itu..???kamu tau kan mama mu orangnya seperti apa Steven.."


" Tapi dad..Steven tidak suka..lihat saja kejadian Nita..baru juga Steven batal tunangan dad..!"


" Papa mengerti Steven...kalau tidak kamu cari saja pacar sendiri..biar mama mu itu berhenti menjodohkan mu."


" Dad ..." Ucap Steven penuh dengan tekanan


" Ya...ya.. nanti papa coba bujuk mama mu. Papa sebentar lagi ada meeting, papa akhiri dulu panggilan mu..bye"


" Bye dad.. Hah...ada-ada saja mummy" Steven yang sakit kepala oleh tingkah mummy nya itu.



" Wah...ana kamu cantik sekali..."


" Mbak bisa aja...ini pakaian satu-satunya ana yang paling bagus."


" Ga apa-apa yang penting sopan, ya udah ayo kita jalan.."


David menghampiri Steven yang sedang duduk di sofa sambil memegang kepalanya..


" Tuan..anda mau makan malam di bawa ke sini atau mau makan di luar???"


Steven sebenarnya malas untuk keluar kembali.Tapi ia merasa butuh angin segar sekarang, mungkin dengan makan di luar ia akan lebih merasa baik.


" Kita makan di luar saja David..saya ganti pakaian dulu."


" Baik Tuan"


Setelah selesai mengganti pakaian, tidak menunggu lama mereka menuju sebuah restaurant cukup elit di sana. Banyak pelanggan sedang makan di dalam restaurant itu.


Steven dan David akhirnya mendapat tempat ..lalu mereka memesan menu yang di berikan pelayan di sana..


" Baik lah.. Tuan..apakah Ada tambahan lain???" Tanya pelayan itu pada Steven...


" Sementara ini saja"


" Kalau begitu saya permisi Tuan, hidangan anda akan segera Kami sajikan" Pelayan pun pergi tinggalkan mereka.


" David..mungkin kita akan kembali ke Indonesia dalam beberapa hari lagi"


" Apa perusahaan di sana ada masalah Tuan..??" Tanya David pada Steven.

__ADS_1


" Bukan perusahaan..tapi mummy..daddy bilang mami 2 hari ini diam saja..hm..sungguh pusing saya David dengan tingkah mummy."


Steven yang dingin tidak sadar curhat kepada David si asisten.


Ana sudah sampai di depan restaurant. Ia begitu kagum melihatnya..


" Wah..mbak bagus banget restaurant nya.."


" Bagus yah...ana..Ini juga pertama kalinya mbak ke sini.


Ana membuntuti mbak Lia di belakang, mbak lia sedang berbicara dengan seorang Pelayan di sana dengan bahasa asing..ana menyimak tanpa mengerti yang mereka bicarakan..lalu Pelayan membawa jalan menunjukan meja mereka..


" Ayo ana Kita masuk" ajak mbak Lia


Mereka mendapat nomor meja 17.. bersebelahan dengan meja David yang bernomor 16.


Ana duduk menghadap kearah Steven, sedangkan mbak Lia di sebelah Steven..mereka hanya di pisahkan oleh jarak meja yang tidak begitu jauh.


" Ana kamu tunggu disini sebentar yah..mbak may ketoilet dulu."


" Tapi nanti Pelayannya datang gimana mbak...ana ga bisa bahasa inggris loh"


" Ga apa-apa..mbak bentar aja..lagian ini pesanan package..jadi ga di kasih menu lagi.."


" Gitu ya mbak...ya udah mbak..jangan lama- lama yah" pesannya ke mbak Lia.


Steven yang waktu itu sedang menikmati makanan seketika terdiam ketika melihat seorang gadis yang beberapa kali ia tidak sengaja temui.


" Kenapa lagi- lagi gadis ini" suara Hati Steven.


Seorang Pelayan menghampiri ana, ia lalu menuangkan wine ke gelas nya..


Pelayan itu berkata sesuatu padanya, ketika ia melihat ana megunakan Kain untuk mengelap mulut ana gunakan untuk mengeringkan keringatnya. ana yang tidak mengerti hanya Senyum saja


" Dasar gadis bodoh.." Steven yang berbicara dalam hati.


Setelah Pelayan itu pergi, ana yang melihat gelas mbak Lia taruh terlalu pinggir meja ingin membetulkan.


Ahhhh...


Ana yang ketika berdiri dari duduk nya kehilangan keseimbangan sehingga membuat ia terjatuh meyamping kearah Steven..wine Steven yang berada di meja tumpah ke baju..


Secara Reflex Steven berdiri sehingga ana yang di atas badannya terjatuh ke lantai..


" Dasar bodoh kamu..lihat baju Ku jadi Kotor gara-gara kamu " marah Steven menggunakan Bahasa asing..


Ana yang hanya mengerti perkatakan bodoh, meminta maaf berulang Kali.


Orang- orang di restaurant melihat mereka.


Mbak Lia yang baru keluar dari toilet melihat ana sedang di lantai, sedangkan seorang pria sedang marah- marah padanya.


" Maaf Tuan..tolong maafkan teman saya.. saya akan menganti kerugian nya Tuan" Mohon Lia pada steven.


" Ganti Rugi...kamu tau berapa harga baju ini hah!!!..baju ini rancangan khusus..bagaimana kamu mau menggantinya??" marah steven


Ana merasa sangat bersalah..sudah menyebabkan kekacauan ini..


" Saya akan mencoba sebisa saya membayarnya Tuan..berapa nomor rekening Tuan biar saya transfer biaya kerugian itu"


" David ..kamu urus 2 perempuan ini..sungguh sial Hari ini" Steven pun berlalu pergi dengan kesal.


David menfoto ktp mbak Lia sebagai jaminan.


"Kerugian Tuan saya tidak besar..ia hanya terlalu membesarkan masalah" David berucap dengan tenang.


Mbak Lia yang mendengarnya merasa sedikit lega..


" Anda hanya perlu membayar 2 milliar saja untuk baju itu"


whattt..Bagai tertimpa batu besar..baju begitu harus ganti Rugi sampai 2 milliar..terbuat dari bahan apa pikir mbak Lia.

__ADS_1


Hai para reader...segini dulu buat Bab ini..jari udah keriting..


Ayo...habis baca jangan lupa like, comments, lope- lope Dan votenya ❤️


__ADS_2