Ana Gadis Milik Hati CEO Tak Di Sangka

Ana Gadis Milik Hati CEO Tak Di Sangka
Kabur


__ADS_3

Malam telah berganti pagi... ponsel ana menunjukan sudah pukul 9 pagi. Ana sudah siap sedari tadi untuk pergi menemui Bos tempat ia berkerja nantinya.


" Kamu sudah siap ana??? Tanya mbak Lia..


" Sudah mbak..malahan dari tadi ana sudah siap"


" Ayo kita berangkat, mobilny sudah menunggu di luar"


Mereka pun menuju ketempat ana akan berkerja untuk menemui pemilik restaurant.


Ana terlihat sedikit gugup. bagaimana tidak..ia sekarang berada di negara orang lain dengan bahasa yang berbeda, apalagi ia ilegal di sana. Lia yang sudah biasa dengan orang-orang yang pernah di bawanya pun mengerti perasaan ana.


" Ga usah takut..bosnya baik koq..disana ada orang Indonesia juga, dulu mbak yang bawa juga..jadi kamu ada temannya"


"Iya mbak...agak Deg deg Kan.. "


" Santai aja..pertama kali memang wajar kayak gitu. " Mbak Lia Coba menenangkan ana.


Steven sedang bersiap-siap, sedangkan David sudah dari tadi siap. Ia hanya menunggu Tuan nya saja.


" Ayo kita berangkat David .."


" Baik Tuan.."


Ana sampai di sebuah restaurant sederhana.. terlihat pintunya belum terbuka sepenuhnya..mbak Lia lalu masuk kedalam restaurant, lalu di ikuti dengan ana di belakang.


" Selamat pagi Tuan Johnson.." mbak Lia menyapa pemilik restaurant yang sedang menata restaurant.


" Hai..Lia..selamat pagi.. apa kabar mu..??"


" Kabar baik.. bagaimana kabar anda sendiri..??"


" Ya begini lah selalu sibuk" Ucap Tuan Johnson sambil tersenyum..


" Itu kah gadis yang akan berkerja denganku..? " Tanyanya pada Lia sambil melihat ke ana.


" Iya...dia orangnya" Lia lalu memanggil ana mendekat untuk di kenalkan ke Tuan Johnson.


" Ana ini Tuan Johnson..dia adalah majikan mu"


" Hallo Tuan Johnson" Ucap ana agak malu karena Bahasa inggrisnya yang tidak begitu bagus..


"Hallo ..semoga kamu bisa betah berkerja disini"


Mbak Lia menerjemahkannya pada ana..


lalu dijelaskan lah beberapa hal tentang apa saja yang akan ana kerjakan di restaurant itu..


" Restaurant ini tidak begitu banyak staff hanya ada 4 orang jika termasuk ana" Tuan Johnson memberi tau Lia..


" Baiklah kalau begitu Tuan Johnson..besok ana baru akan mulai berkerja..Hari ini saya perlu membawanya karena ada sedikit keperluan yang ana harus sediakan disini"


" Ya ...silahkan tidak masalah"


Ana dan Lia pun pamit dari Sana..


" Duh mbak..ribet ya kalau ga bisa bahasa inggris..ga tau apa yang di katakan sama Tuan Johnson tadi"


Lia tersenyum..


" Ga usah khawatir lama- lama juga bisa..sekarang mbak bawa kamu Beli sim card dulu"


" Iya mbak..dari semalam ana belum beritahu teman ana kalau sudah sampai di sini"


" Loh...kenapa ga pinjam Sama mbak!???..mbak juga lupa nawarin..hehehe"


"Amel...bangun.. mau tidur sampai kapan kamu ini.." teriak Rosa dari lantai bawah ke atas yang melihat amel tak Kunjung turun.


Amel akhirnya bangun Karena suara bising mamanya..


" Ya...ya ini sudah bangun.."

__ADS_1


Amel Turun menghampiri mamanya..


" Amel lapar ni..mama masak apa??"


" Kamu ini...bantuin ga ada..bangun-bangun taunya minta makan." omel Rosa.


" Belum ada kabar dari tuh rentenir sampai sekarang??"


" Belum ini mah...mungkin keasikan sampai lupa.. hahaha"


" Maka nya cepat di tanya, biar kita bisa cepat dapat uangnya..bukan nya ini sudah 2 hari ga ada kabar..!!"


" Iya...iya..nanti amel hubungi..Bawel amat.." ia berlalu pergi kembali ke kamarnya..


"Mau kemana kamu amel..amel..dasar anak kurang..beraninya bilang ibu sendiri bawel" kesal rosa.


Amel yang sedang kesal pagi-pagi sudah di omel oleh mamanya akhirnya memutuskan untuk menghubungi preman rentenir itu..


" Hallo....'' terdengar suara serak dan kasar dari sana..


"Hallo Bang.. keasikan banget sampai ga beri kabar..!!!"


" Siapa ini...??"


" Ini amel bang...emang ga save nomor amel..keasikan yah sampai lupa.. hahahaha"


" Oh..kamu..kebetulan kamu telephone..mana gadis itu..bisa-bisanya kalian menipu Aku yah..!!Cari mati yah kamu.." Bentak Dan ancam preman rentenir itu.


" Maksudnya gimana bang..???abang jangan bohong yah..udah pakai barangnya terus pura-pura nyari ke aku..mana janji uang nya..??? Tanya amel yang mengira preman rentenir itu berbohong Karena tidak mau memberikannya uang..


" Kurang ajar kamu...jangan main-main dengan saya..gadis itu tidak bersama ku..dari kemarin tunggu kabarnya sampai hari ini tidak dapat di hubungi.."


Amel mulai merasa kalau preman rentenir ini tidak berbohong dengan apa ia ceritakan.. jika begitu lalu dimana ana sekarang ...


" Kalau gadis itu tidak ada, kamu yang akan mengantikan nya..!!"


Amel yang tersadar dari lamunan lalu segera mematikan ponselnya. Ia segera menghubungi nomor ana.Tetapi nomor yang di hubungi sudah tidak aktif lagi..


" Kemana upik abu itu.. bagaimana ini sekarang.." ucapnya dalam kepanikan.


"Ma ..mama... ini gawat..gawat ma.."


" Ada apa sih Mel kamu ini dari tadi buat mama pusing aja..


"Ana ma... ana .."


"Ada apa sama ana ..?? Apa rentenir itu akhirnya memberi mu uang??"


" Mama ini..uang saja pikirnya... ana ma...ana hilang..!!"


" Hah...apa maksud mu ana hilang Mel..??" Tanya Rosa yang ikut panik.


"Amel juga ga tau...tadi amel coba hubungi rentenir itu, tapi katanya ana tidak bersamanya..bagaimana ini mah...?? rentenir itu bilang Mau jadikan amel pengantinya ..hiks..hiks"


tangis amel karena takut ia akan menjadi pengganti ana.


Karena takut dijadikan penganti ana untuk menikah dengan preman rentenir, akhirnya amel dan ibu Rosa kabur ke Kota lain..


Ana sudah membeli simcard dan sekarang sudah berada i stafhousenya. Ia lalu menghubungi Celine sahabatnya itu melalui pesan chat.


" Hai Celine...ini Aku ana...Aku sudah sampai dengan selamat disini.." tulis pesan ana ke Celine.


Celine yang sedang berbaring santai melihat ponselnya ada sebuah pesan masuk dari nomor luar negeri..dia buka nya pesan itu yang ternyata adalah ana.


" Ana...kenapa kamu baru kirim pesan sekarang..Aku kira kamu sudah masuk penjara"


" Kamu ini bisanya pikiran buruk terus..semalam aku belum ada sim card jadi ga bisa hubungi kamu."


" Baguslah kalau kamu sampai disana dengan selamat. Gimana disana bagus tidak tempatnya???"


" Bagus banget Celine..!!"

__ADS_1


" Bagus dech kalau begitu...Japan kamu mulai kerja??"


" Besok aku baru mulai kerja.."


" Oh...kamu kerja yang benar di sana, jangan macam-macam."


" ga macam-macam ...1 macam aja koq.. hahaha"


" Dasar ...Aku serious tau..jangan lupa Jaga kesehatan juga"


" Iya bawel.."


" udah dulu yah ana..Aku mau ke toko bantu-bantu dulu di sana. Bye..."


" Ok..bye.."


Steven dan david baru saja selesai dengan meeting nya bersama client, dan pertemuan itu berakhir baik dengan sebuah kerja sama.


Client sudah pergi meninggalkan Steven terlebih dahulu karena ada urusan lain. Sedangkan Steven masih disana menikmati wine.



"Apakah Kita mempunyai agenda lain lagi David???"


"Nanti jam 3 Tuan ada pertemuan dengan perusahaan Tuan Mike."


Steven melihat jam tangan baru menunjukan jam 11.30..masih terlalu awal untuk kesana..


" Kalau begitu setelah makan siang di sini baru kita pergi menemuinya. Nikmati lah wine mu David."


Ana yang hari ini belum lagi mulai berkerja merasa bosan hanya di kamar saja.


Ia lalu menghampiri mbak Lia yang sedang santai.


" Mbak Lia..lagi ngapain??"


" Ga Ada..santai aja sambil lihat ponsel..kamu bosan yah di staff house saja???" Tanya Lia yang meneka-neka.


" Hehehe...iya ni mbak"


" Ayo mbak bawa jalan..mumpung mbak belum balik Indonesia." ajak Lia pada ana..


" Benaran mbak..?? emang gak apa-apa ana keluar jalan-jalan???" Tanya ana agak Ragu..


" Iya gak apa-apa koq. Soalny kamu kan pakai visa visit buat liburan, jadi anggap aja lagi liburan..cuma kalau habis masa visit mu, ya kamu kalau keluar harus hati-hati."


Lia orang memang sangat baik terhadap semua orang yang pernah di bawa untuk berkerja di luar negeri, jadi tidak heran jika ia sangat baik terhadap ana.


" Iya mbak.. ana mau jalan-jalan" Ucap ana dengan sangat bersemangat.


" Yawda Sana ganti baju dulu.."


Ana lalu cepat-cepat menganti bajunya dan memoles sedikit make-up.


" Mbak...ana udah siap.."


" Ayo..mbak juga udah siap"


Mbak Lia pun membawa mobil yang ia sewa beberapa hari untuk dipakai selama diaustralia. Di bawanya ana ke hunter valley yang sebelumnya mereka lewati ketika pertama kali ana datang.


" Ana Kita udah sampai, tapi kita disini aja ga masuk, kamu boleh foto-foto dari jauh sini."


" Iya mbak gak apa-apa "


Ana menikmati permandangan itu sambil merasakan angin yang bertiup lembut mengenai kulitnya..


Steven yang sudah selesai makan siang keluar dari hunter valley. Diperjalanan tidak jauh dari sana, ia yang duduk sedang menghadap keluar, melihat seorang gadis sedang berdiri menghadap kebun anggur.



Ceritanya lagi di luar perkebunan..tapi kayaknya ini di dalam perkebunan😁😁😁

__ADS_1


Mobil Steven pun melalui ana, dan ketika itu ana membalikkan badannya. Sehingga mereka tidak saling melihat muka.


Hallo para reader..Ayo.. habis baca jangan lupa like, comments, lope-lope Sama vote nya yah..


__ADS_2