
" Papa bagaimana ini..!!Nita tidak dapat hubungi steven sampai sekarang...!!" keluh Nita pada papanya.
" Kamu yang sabar sayang... nanti ada saatnya dia sendiri yang akan datang padamu memohon-mohon" ucap Tuan victor dengan penuh keyakinan.
" Papa yakin...?? Nita ga mau sampai kehilangan Steven pa..!!"
" Iya sayang..kamu juga seharusnya tidak boleh seceroboh itu..bagaimana kamu bisa berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.."
" Maafin Nita pa...lain Kali Nita bakal lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu.."
" Papa Masih ada urusan..kamu lebih baik pulang dulu "
" Papa harus janji Steven bakal balik Sama Nita..!!"
" Iya..papa janji"
" Kalau gitu Nita pulang dulu yah pa.."
Terlihat Tuan victor menghubungi seseorang diakhirnya dengan tertawa yang penuh misteri.
David menyusul Steven yang sudah lebih dulu menunggu di mobil.
" Maaf Tuan...sudah membuat anda menunggu.."
" Apa kamu sudah menyelesaikan masalah dengan ke 2 gadis itu..??"
" Sudah Tuan...Tapi saya Rasa mereka tidak akan mampu membayar nya."
" Itu urusan mereka..berani sekali menumpahkan wine ke baju ku..sungguh gadis itu selain murahan juga membawa sial." Geram Steven atas kejadian yang baru saja ia alami.
David sebenarnya merasa agak heran, mengapa Tuan nya menyebut gadis itu murahan hanya karena menumpang wine ke bajunya itu. Tapi ia hanya diam saja mendengarkan Tuan nya yang sedang melepaskan amarah itu.
Ana dan mbak Lia tidak jadi makan malam setelah kejadian tadi.
Mereka yang tadinya datang dengan semangat dan ceria sekarang menjadi sebaliknya..
"Mbak...maafkan ana ya..Ana udah buat kekacauan besar tadi.." ucapnya merasa bersalah atas kejadian di restaurant.
"Iya...Mbak tau kamu gak bermaksud begitu..masalahnya bagaimana harus membayar ganti rugi nya..!!"
Mereka berdua seperti dalam pikiran keadaan buntu.
" Mbak rasa kita harus coba minta berjumpa dengan pria tadi supaya di beri keringanan..mana mungkin kita bisa bayar uang sebanyak itu.."
" Ini semua kesalahan ana mbak...biar ana yang ganti rugi..mbak temani ana berjumpa dengan pria itu saja..soalnya ana ga bisa bahasa inggris."
" Kamu yakin ana..??"
" Iya mbak...mungkin memang sudah nasib ana.." ana terlihat sedih
__ADS_1
" Maaf ya ana.. kalau aja mbak ga mengajak kamu makan keluar pasti ga bakal begini ceritanya" sesal Lia
" Bukan salah mbak koq.."
Setelah perbincangan itu, keadaan dalam mobil menjadi sunyi..
Sampai di staff house ana terus pamit ke kamar..Ia yang tadi diam saja, akhirnya menetaskan air mata.
Baru saja ia tadi pagi sampai sore merasa begitu banyak kebahagian, sekarang malah dapat masalah yang begitu besar.
Steven sampai di apartment, ia terus kekamar mandi membersihkan diri..baju seharga 2 milliarnya di buang begitu saja ke tong sampah.
sungguh sial pikirnya..sudah mummynya sedang ngambek dengan dia, sekarang malah ia mendapat tumpahan wine karena kecerobohan seorang gadis bodoh.
Tak lama ia keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang.
Ia lalu meraih ponselnya yang terletak di atas meja samping ranjang, Ia mencoba menghubungi mummy kembali.
Kali ini bukan tidak jawab, tapi sengaja di reject.
Ia pergi menuju closet mengambil pakaian...Selesai mengenakan pakaian, ia mencoba mengirim pesan kepada mummynya itu.
" Mum..kenapa mum tidak menjawab panggilan Steven?? mummy Masih marah?? Steven Minta maaf mum..Steven tidak bermaksud begitu.."
L
Pesan di hantar..tapi tidak ada balasan..sungguh Steven dibuat pusing oleh mummynya..
Ia lalu keluar mencari David..David kebetulan Masih berada diruang tengah dengan laptopnya, Ia masih sibuk mengerjakan beberapa document.
" David apa saja agendaku untuk besok dan Lusa..??
"Besok Tuan akan pergi memantau project di kota C yang sedang berjalan, setelahnya ada meeting project baru dengan para pemegang saham untuk project dikota A..
kalau Lusa Tuan mempunyai janji bertemu dengan Tuan Mike kembali."
"Hm... setelah Kita bertemu dengan Tuan Mike Kita kembali ke Indonesia..Jet pribadi Ku sudah selesai di service??"
" Sudah Tuan...saya mengerti, akan saya urus segera."
Hari berganti...pagi sudah menyambut semua orang. Ana semalam tidak dapat tidur dengan nyenyak. Ia memikirkan bagaimana cara untuk membayar ganti rugi baju pria itu. Hari ini ia mulai masuk kerja.
" Selamat pagi mbak.." sapanya pada mbak Lia yang sedang sarapan.
" Pagi..ayo sarapan sama-sama"
Ia melihat ana sangat tidak bersemangat sama sekali.
__ADS_1
"Mbak semalam sudah menghubungi asisten pria itu, tapi belum ada jawaban. Nanti mbak akan coba hubungi lagi pria itu untuk berunding. mudah-mudahan saja dia masih punya hati nurani"
" Iya mbak.." jawab ana lesu.
" Kamu yang semangat dong, mana ana yang mbak lihat sebelumnya."
Mbak Lia mencoba untuk menyemangati ana yang seperti kurang bersemangat. Ana mencoba untuk memberikan senyumnya walau dengan sedikit di paksa.
T
Terpaksa gini aja cantik..apa lagi kalau iklas..wkwkwk..
" Mbak... bukannya mbak bilang disini banyak orang tinggal..tapi kenapa sampai sekarang ana tidak pernah melihat 1 orang pun selain kita.."
" Oh...itu karena boss mu membuka toko baru di kota lain, jadi mereka akan berada di sana untuk sementara sampai dapat pegawai tetap si kota itu."
Steven dan David dalam perjalanan kekota C, mereka berangkat awal karena jarak tempat mereka tinggal untuk kesana lumayan memakan waktu.
Terlihat Steven yang duduk dibelakang sedang sibuk menyimak MacBook miliknya.
" Tuan...semalam gadis itu menghubungi saya, mereka ingin bertemu dengan Tuan untuk berunding"
" Hm...pasti mereka tidak mampu bayar ganti rugi..Masih sombong meminta nomor rekening".. Ucap Steven dengan nada angkuh sambil tidak melepaskan pandangannya pada Mac book miliknya.
" Jadi bagaimana Tuan??"
" Biarkan saja untuk sementara, Aku punya urusan yang lebih penting dari pada gadis bodoh itu.." ucapnya penuh dengan penekanan.
" Baiklah kalau itu yang Tuan mau"
Ana sampai di tempat kerja. Dia yang sudah di beritahu tentang perkerjaannya dapat berkerja dengan baik, itu juga Karena ada partner kerjanya sesama orang Indonesia yang membantunya, sehingga memudahkan dia dalam berkerja.
Pagi yang sibuk membuat dia tak henti- henti melakukan perkerjaannya..sampai menjelang jam 2 siang baru lah agak sepi.
Para pekerja berkumpul makan Siang, sedangkan sang bos hanya di sana ketika jam sibuk.
Ana di kenalkan dengan pekerja yang berkerja di sana oleh Nanik yang sesama orang Indonesia.
Ana merasa senang, ia di terima dengan baik oleh pekerja lainnya. Sudah lama ia tidak merasakan hal ini. Ia dulu sempat berkerja cukup lama di sebuah toko hardware sampai akhirnya pemiliknya bangkrut karena banyak piutang yang tidak di bayar oleh customer.
Steven yang sedang berada dilokasi project sedang memeriksa sudah sampai mana project beroperasi, material yang di gunakan apakah sudah sesuai standard, dan juga safety. semuanya di periksa oleh nya.
Yah.. Steven menjalankan perusahaan di bidang construction, tidak hanya di construction, Di bidang makanan dan kecantikan juga.
" Bagus..kalian berdua pantau terus kerja mereka " ucapnya kepada kepala Mandor dan arsitek di sana.
Hai para reader...
__ADS_1
Ayo.. Yang habis baca jangan lupa like, comments, lope-lope Sama votenya ❤️