
Di rumah kediaman Eric...
"Tante Rosa...udah kirim video nya??
koq mama Sama Papa belum pulang.."
"Sudah koq sayang...ana tunggu aja ...bentar lagi pulang.."
"Tante tinggal bentar yah sayang...kamu tunggu tante di kamar dulu yah..."
"Hm...ya udah tante..."
Tapi tanpa diketahui Rosa, ana yang tidak sabaran melakukan panggilan ke ponsel mama Bela..
DI tempat lain...
Bela yang merasa ponsel bergetar dan melihat tertera nama ana ingin segera mengangkat, Tapi di urungkannya niat itu karena keadaan yang sedang menegang dengan Edwin...
Ana yg merasa tak di jawab...lalu mengirim pesan ke mama nya...
Mama...mama sama papa sudah lihat video yang ana dengan tante Rosa buat??...
Ana memang baru 5 tahun tapi dia sudah mahir dalam menulis dan membaca...
Bela yang membuka pesan itu...seketika terkejut...ternyata rosa ikut berperan...
Kesempatan datang...ketika Edwin agak menjauh saat ada panggilan masuk kepadanya..
Dengan cepat Bela menarik Eric...
"Ayo sayang masuk kereta.."
Eric agak binggung...
"Cepat...cepat sayang..."
Eric ikuti Bela...lalu mereka terus melajukan mobil pergi dari sana.
__ADS_1
Edwin yang sadar mereka melarikan diri lantas mengejar mereka.
"Sial...ikuti mereka..jangan sampai Lepas"
Segera Edwin melakukan panggilan ke nomor Rosa...
"Sial dimana dia kenapa tidak mengangkat panggilan ku...cih..."
Bela yang di dalam mobil...segera menelefon ana...
"Hallo mama...mama sudah pulang...?" Tanya ana...
"Dengar ana..cepat sembunyi...dan jangan percaya tante Rosa..dia orang jahat..cepat sembunyi sayang..cepat.."
"Mah...kenapa mama...ana takut ada apa...hiks..hiks.."
"Jangan menangis sayang..mama dalam perjalanan...cepat sayang sembunyi...mama akan mencari mu...
sayang..."
tut...tut...tut..
"Sayang...sambungan nya terputus bagaimana ini...??"
"Ada apa sebenarnya ini sayang...??"
Sambil Eric melajukan mobilnya dengan cepat ke arah rumah..
"Rosa berkerja sama dengan Edwin, video yang di kirimkan Rosa yang melakukan..."
"Apa...Rosa..????
kita sudah menganggap dia sebagai keluarga dan ternyata dia menusuk kita dari belakang."
"Bagaimana ini sayang...Aku khawatir mereka menemukan ana."
Bela menangis tersedu-sedu...
__ADS_1
"Tidak sayang...kita pasti menemukan nya lebih dulu..."
jawab Eric menenangkan Bela...
"Dari mana saja kamu..."
Bentak Edwin kepada Rosa di panggilan ponsel.
"Maaf tuan tadi saya ke dapur sebentar."
"Maaf...maaf...cepat cari anak itu...orang tua nya pasti pulang mencarinya."
"Iya tuan..."
sambungan pun di putuskan.
Rosa segera mencari ana.
"Ana sayang ..dimana kamu..Ayo main Sama tante."
Di Sisi lain ana sedang bersembunyi di tempat dia sering bermain dengan mama dan papa nya..Di kamar rahasia Eric..yg di balik lemari baju yang terdapat 1ruangan lagi...
Di Mobil...
"Sayang cepat kamu call pengacara kita..." Ucap eric
"Buat apa sayang...?? aku lupa apa kita call polisi kerumah saja."
"Jangan sayang...kita tidak tau apa ana di tangan mereka atau tidak, itu bisa membuat ana dalam bahaya."
Bela menelefon Pak Andi pengacara mereka...
Hallo...terdengar jawaban di sambungan panggilan dari sana.
Bela mendekatkan ponselnya arah Eric..
"Hallo.. dengar Pak Andi ubah surat warisan saya, semua harta untuk ana dan tidak ada lagi bagian untuk Edwin, dan ketika ana berumur 29 tahun dia akan mewarisi semuanya dan lagi jika ana meninggal sebelum umur itu...sumbangan ke badan sosial..mengerti..."
__ADS_1
"Iya Pak...tapi kenapa ini tiba-tiba ada apa..??" Tanya Pak Andi cemas..
Lakukan saja yang aku perintahkan..dan aku percaya pada mu..