
Steven berlanjut menuju ke Kota A, ia akan melakukan meeting dengan para pemegang saham lainnya di sana.
Di perjalanan Ben menghubunginya.
" Hallo my brother..." terdengar suara Ben dari sana.
" Apa Ada kabar baik??" Tanya Steven pada Ben.
" Ya..., aku mendapat sedikit celah untuk masuk kedalam kumpulan mereka..!"
" Bagus Ben..tapi tetap lah berhati-hati."
" Aku mengerti soal begini..tidak perlu kamu khawatirkan aku..!Hahaha" tawa Ben dengan percaya diri.
" Besok aku akan kembali Indonesia, nanti Kita bicarakan lagi jika aku sudah sampai ke Indonesia"
"Cepat sekali urusan mu disana selesai!!"
" Ada urusan yang perlu aku selesaikan." Steven tidak ingin memberitahu detail pada Ben alasan ia kembali ke indonesia.
" Baiklah kalau begitu, hubungi aku jika sudah sampai"
Percakapan di antara mereka pun berakhir.
Mama Wanda sedang sibuk memilih beberapa foto anak gadis temannya.
Rupanya, ia mempunyai rencana sendiri, itu lah mengapa ia mendiamkan Steven. Dia tau steven tidak dapat berdiam jika ia mendiamkannya, Steven pasti akan melakukan apa pun agar dirinya memaafkan ia, dan itu lah saatnya ia akan memanfaatkan situasi, agar Steven tidak dapat menolak untuk bertemu janji dengan anak gadis temannya.
Sampai di Kota A, Steven segera melakukan meetingnya. Meeting tidak berjalan begitu lancar, terdengar gossip tentang batalnya pertunangan dia dengan Nita, sehingga beberapa pemegang saham agak ragu ingin melanjutkan kerja sama.
Bukan tanpa sebab mereka ragu pada Steven, itu karena gossip yang beredar Steven berfoya-foya dengan gadis lain, sehinga ia memutuskan pertunangan nya dengan Nita anak Tuan Victor.
Satu per satu orang telah meninggalkan ruang meeting. tinggal Steven dan David di sana.
Ia memang sudah memperkirakan kalau gossip tentang batalnya pertunangan mereka lambat atau cepat akan tersebar keluar, hanya saja gossip yang beredar justru kebalikannya.
" Ini pasti perbuatan kotor Tuan victor!!" bicaranya pada David.
" Apa saya harus membereskannya Tuan???"
" Biarkan dia menikmati permainannya dulu David. Bom baru di pasang, biarkan bom itu meledak pada waktu yang tepat."
" Saya mengerti Tuan.. Agenda Tuan Hari ini sudah selesai, Tuan ingin kembali ke kantor atau ke apartment ??"
" Kita balik ke apartment saja, semua urusan kantor akan saya selesaikan di apartment."
Waktu tidak terasa berlalu cepat, karena berkutat dengan pekerjaan yang sibuk hari berlalu begitu saja.
Jam menunjukan 9 malam, Ana dan pekerja yang lain mulai merapikan restaurant. restaurant tempat ana berkerja memang tidak buka sampai terlalu malam.
" Duh capek juga ya mbak nanik..!"
bicaranya pada nanik.
" Ya begitu lah ana ..namanya juga kerja." jawab nanik sambil tersenyum.
__ADS_1
" Hei kalian...ayo ambil makanan ini, masih tersisa banyak, lumayan untuk makan malam" Ucap seorang staff pekerja orang asli Australia.
" Duh Mbak dia ngomong apaan sih..??? ga ngerti ana."
" Dia suruh kita ambil makanan itu untuk bawa pulang"
" Boleh mbak?? ana mau mbak.."
" Ya boleh.!!! soalnya kalau kita ga ambil bakal di buang juga."
Ana dengan senang hati mengambilnya..
"Mbak...koq mbak nanik ga tinggal di tempat ana tinggal juga??"
" Iya soalnya mbak tinggal ikut Sama suami mbak." jelasnya kepada Ana.
" Bule ya mbak???"
" Iya bule sini.." sambil tersenyum malu.
" Mantap banget mbak bisa dapat suami bule!!"
" Yah..namanya jodoh ga ad yang tau, mana tau kamu juga dapat bule Kaya disini.."
" Ga mungkin dech mbak kayaknya, orang ana dekil gini.!!"
" Itu Kan menurut mu..orang lain belum tentu, malah mbak lihat kamu lebih cantik dari mbak..imut lagi."
" Mbak bisa aj... jangan puji ketinggian, nanti kalau ana jatuh sakit."
Steven sedang fokus dengan berkerja di apartment nya, Ia ingin cepat menyelesaikan semuanya, agar nanti ketika pulang ke Indonesia tidak ada pekerjaan yang menumpuk.
Tepat jam 9 malam, akhirnya pekerjaannya selesai juga. Merasa Penat dengan pekerjaannya, ia memutuskan until mencari angin segar. Ia ingin mengajak David, tapi David tertidur di kamarnya karena kelelahan mengemudi hari ini. Lalu ia terfikir Mike yang sebelumnya pernah menawarkan membawa dia untuk hangout. Ia pun lalu menghubungi Mike.
" Hallo.." terdengar suara Mike di sambungan.
" Hai Mike...apa kamu sedang sibuk??" Tanya pada Mike
" No...saya sedang santai di rumah, ada apa Steven??"
" Apa tawaran mu membawa Ku keluar jalan-jalan masih berlaku??!"
" Of course Steven... send alamat mu, Aku akan segera menjemput mu"
Steven pun mengirim location nya pada Mike. Tidak mengambil waktu lama Mike pun sampai, Karena tempat ia tinggal ternyata tidak terlalu jauh dari tempat Steven.
Mobil melaju di jalan raya, lampu-lampu dijalan menghiasi Malam. mereka sampai di sebuah Pub yang bisa di bilang biasa saja. Tapi Mike suka kesini karena merasa Pelayanam di sini sangat bagus.
" Kamu tidak Salah Mike bawa saya kesini??" Tanyanya heran, seorang Mike yang cukup kaya pergi ke pub sederhana begini.
" Why not..di sini Pelayannya sangat bagus, makanannya juga enak..come on , kamu coba dulu..jangan menilai dari luar.!"
Steven pun masuk untuk menghargai Mike yang sudah membawanya kesana.
Mike memesan Minuman yang terkenal disana.
__ADS_1
" Coba lah...kamu pasti akan suka..!!"
Steven pun mencobanya..memang rasanya sangat nikmat.
" Not bad, buat pub sederhana seperti ini."
Mike tersenyum mendengar ucapan Steven.
" Itu lah kenapa aku katakan jangan menilai dari luar.."
Mereka ber2 berbincang sambil menikmati Minuman.
" Jadi besok kamu akan kembali ke Indonesia??"
" Ya begitu lah.. Setelah selesai meeting dengan mu, aku akan kembali ke Indonesia."
" Jika kamu ingin pulang, Kita bisa mengundurkan nya, jadi kamu bisa terus kembali keindonesia."
" Tidak perlu..Aku tidak mengejar waktu."
" Come on Steven..meeting itu hanya formalitas saja..tidak perlu sungkan, semuanya sudah dibahas ketika meeting pertama.."
" Aku hanya bersikap untuk professional dalam berkerja."
Hahaha.. tawa Mike sambil menepuk bahu Steven.
" OK.. fine, kalau begitu Aku yang Minta mengundurkan pertemuan ini "
Steven akhirnya mengalah dengan Mike.
Restaurant tempat ana berkerja akhirnya sudah tutup, mereka saling berpamitan.
Ana menunggu bossnya di depan restaurant, sebab bossnya yang akan menghantar ia balik ke staff house. driver yang selalu menghantar dan jemput pekerja Tuan Johnson Hari ini ijin cuti..
Ana melihat jam diponselnya sudah menunjukan 10:30 malam, seharus tadi jam 9 mereka sudah tutup..tapi tiba-tiba ada beberapa customer minta di layani, jadi terpaksa mereka harus menunggu sampai customer pergi.
Steven dan Mike keluar dari pub, Steven tidak ingin berlama-lama di sana, Karena takut ia akan mabuk, apalagi besok dia akan melakukan perjalan yang cukup lama.
Mike pun menghantar Steven pulang, jalan yang mereka lalui sudah lumayan sepi..tidak sengaja mereka melihat seorang gadis di jemput masuk kereta om-om.
"Gadis itu..bukan kah dia yang menumpahkan wine di baju Ku.." bicara Steven di dalam hati.
"Disini memang banyak gadis seperti itu, yang bisa di sewa "
Steven tersadar dari lamunannya ketika Mike berbicara padanya.
"Tapi bukan kah gadis itu terlalu cantik menurut??" Tanya nya pada Steven.
" Uang bisa mengubah segalanya" jawab Steven kepada Mike.
" Ya...itu betul .." timpal Mike yang setuju dengan ucapan Steven.
***** Hallo para reader..Ayo Yang sudah pada baca, jangan lupa like, comments, lope-lope dan votenya..
dukung author terus yah..😘
__ADS_1