
Perlahan mata itu terbuka.. di lihat sekeliling kamar itu di dominasi warna pink..
Ana tersadar dari pingsan nya..
"Tuan Edwin...ana sudah sadar.." Ucap Rosa yang baru keluar dari ruang kamar ana..
Hm...terdengar suara Edwin membalas jawaban Rosa..
"Ana kamu sudah sadar sayang...??" Tanya Edwin pada ana.
"Kamu siapa ...??" Tanya ana polos.
"Ini paman sayang...masa ana lupa..?"
"Aku ga tau paman siapa..Aku dimana ini...??"
Ana lalu mulai menangis.
hiks...hiks....
"Sayang ini paman...ga mungkin kan kamu lupa, itu...itu tante Rosa datang kamu jangan nangis lagi"
Edwin menunjuk Rosa yang sedang berjalan memasuki kamar ana.
"Ana sayang...kamu sudah bangun ..??" Tanya Rosa padanya...
"Tante siapa...??? Aku Ga kenal tante.
ga mau...ga mau jangan dekat- dekat aku.."
"Ana jangan begitu sayang...nanti mama ana marah..."
"Mama...???" Tanya nya sambil masih menangis.
"Siapa mama Ku...?? Aku ga tau..
Tiba-tiba anak itu menangis begitu histeris dan kembali jatuh pingsan.
Ini sepertinya ada yang tidak benar...pikir Edwin.
Bawa dia kerumah sakit check..jangan pakai nama aslinya"
"Baik Tuan"
"Sial...kenapa Eric pakai mati segala...ini di luar rencana...cih..membuat ku lebih banyak kerja saja"
Tring..Tring .
Bunyi ponsel Edwin berbunyi.
"Bagaimana??? sudah kamu bereskan???"
Di sambungan ponsel..
__ADS_1
"Sudah di bereskan semua tuan."
"Bagus jangan tinggalkan sedikit pun jejak..kalian mengerti..."
"Baik tuan Edwin...saya mengerti..."
sambungan lalu di putus...
Di rumah sakit...
"Anak anda seperti nya mengalami shock yang terlalu berat, sehingga memory yang tidak ingin di ingat membuat dia hilang ingatan."
"Berapa lama ingatan nya akan kembali dok???"
"Hm...itu tergantung...bisa cepat,lambat atau tak akan ingat kembali sama sekali...
tapi jangan memaksanya untuk mengingat, itu bisa berbahaya untuknya jika tidak mampu mengingat..."
"Baik lah dokter...kalau begitu kami permisi dulu..."
Sesampai Di kediaman Eric...Rosa membawa ana masuk kamar menyuruh nya tidur...setelahnya dia pergi temui Edwin...
Rosa lalu menceritakan hal yang tadi dokter jelaskan padanya.
"Bagus...itu membuat aku lebih mudah kuasai hartanya" senyum nya licik..
"Kita tunggu saja besok kabar tentang orang tua nya..."
Keesokan pagi...
Berita gempar meninggalnya pasangan suami istri, Bela Dan Eric pengusaha yang cukup kaya,
ke-2 nya di temukan jatuh kejurang bersama mobil mereka...
Edwin tersenyum membaca berita itu...
pikirnya harta eric akan segera jatuh ketangan nya..Dan ana yg masih kecil sudah Di paatikan harta warisan ayahnya akan di walikan kedirinya...
itu lah mengapa dia tak membunuh ana juga...
Akhirnya pasangan itu di makamkan Tanpa kehadiran ana.
Edwin seperti mempunyai rencananya sendiri...
Setelah pemakaman..pengacara Andi menemui Edwin...
"Tuan Edwin saya ingin membacakan wasiat tuan Eric sebelum dia meninggal dunia.
Saya akan segera mulai membacakan...apa ana boleh di hadirkan Tuan??"
"Pak Andi...apakah kamu tidak tau kalau ana juga menghilang dengan kejadian kecelakaan itu."
"Apa...!!!" pak Andi terkejut...
__ADS_1
"Itu tidak mungkin...ana tidak di temukan di tempat kejadian orangtuanya meninggal."
"Pak Andi apa anda fikir saya berbohong...Kamu tau betapa saya merasa kehilangan dengan orang yang ku sayang..." Dengan mimik muka seolah Dia sangat terluka....
tapi Pak Andi sudah tau dia lah orang itu...dan kenapa dia tak melapor polisi karena dia mempunyai alasan tersendiri...
"Baiklah saya akan bacakan sekarang"
"Saya Eric mewariskan semua harta saya kepada anak saya Ana dan hingga umurnya mencapai 29 tahun baru sah...Jika ana tiada sebelum umur 29 tahun semua harta akan di dermakan ke badan sosial..
begitu lah wasiat nya tuan"
"Apa ini...???" Bentak Edwin...
"Kenapa tidak ada wasiat untuk saya.??"
Brakkk...
Di pukulnya meja di depannya.
"Jangan permainkan saya..."
"Maaf tuan memang begitu wasiatnya."
"Ah..tiap bulan ana akan menerima biaya untuk hidup yang sudah Di tentukan di dalam wasiat,
itu kalau ana ketemu karena Than Edwin bilang ana menghilang.
Tugas saya sudah selesai...kalau begitu saya permisi Tuan."
Edwin marah besar..
"Sial...kenapa jadi begini....bajingan kamu Eric...mati saja masih membuat ku susah..."
Dari kejadian itu akhirny ana di rawat oleh Rosa...yang ana tau kalau Rosa adalah tante nya...
Tidak ada yang tau ana adalah anak Eric dan Bela..itu semua karena Edwin...
Rosa terpaksa keluar dari rumah Eric dan menetap di Kota lain bersama anak- anaknya juga ana...
Keadaan memburuk karena Edwin tidak mendapat warisan...dan perusahaan yang di jalankannya mengalami kebangkrutan.
Sehingga Rosa tidak mendapat kiriman uang lagi dari Than Edwin.
Tapi Edwin selalu mengancam Rosa dan berkata hanya perlu menunggu hingga ana berumur 29 tahun...maka hidupnya akan berubah...
Itu lah kenapa ana Masih tinggal dengan ana...
Tapi hidupnya tak mudah ia selalu di siksa oleh Rosa dan anaknya...
Hai reader...jgn lupa like, comments Dan vote yah...
ini Karya pertama author jadi Masih banyak belajar...Mohon di maklumi..😝
__ADS_1