
Pagi buta Steven sudah berada di airport di bagian khusus jet pribadi, ia sudah sampai di sana Kira-kira 30menit yang lalu. Ia berangkat awal setelah semalam Mike yang mengundurkan pertemuan.
Pesawat sudah sampai dan sedang melakukan pengecekan kelayakan terbang, Semua tiada masalah, Steven dan David akhirnya memasuki jet. Akhirnya pesawat pun lepas landas.
" Tuan..semalam gadis itu mengirim pesan lagi pada ku!! apa Tuan ingin bertemu dengan mereka..??"
Seketika, Steven ingat akan kejadian semalam yang ia lihat, ia melihat gadis itu masuk ke mobil seorang om-om.
" Mudah sekali ia mencari pelanggan dari Indonesia sampai bisa ke Australia." pikir Steven.
" Biarkan saja dulu David..tunggu masalah ku dengan mummy selesai baru Aku pikiran."
"Baik Tuan"
Mama Wanda yang sedang dirumah merasa sangat senang, itu karena ia mendengar dari suaminya jika anaknya itu akan segera pulang. Mama Wanda sudah menduga-duga kenapa anaknya itu pulang ke Indonesia, tapi ia berpura-pura tidak tau.
Perjalanan yang panjang, Steven akhirnya sampai di indonesia.
" David kamu pulang lah..tidak perlu ikut menghantar ku sampai rumah, ini sudah terlalu malam, biar Noah saja yang menghantar saya."
" Baik Tuan..kalau begitu saya permisi"
David pulang menggunakan taxi, sedangkan Steven di jemput oleh Noah, orang yang berkerja untuknya juga. Jalan raya sudah sepi karena memang sudah sangat larut malam.
...Sampai lah Steven di depan rumah.
Abaikan suasana permandangan rumah dalam keadaan terang tapi dicerita sedang malam 😂😂...
Ke 2 orang tuanya sudah tidur, hanya beberapa pelayan saja yang belum tidur karena memang menunggu kepulangannya..
" Terima kasih Noah. kamu boleh pulang sekarang..!"
" Baik Tuan"
Noah pun mengemudikan mobil keluar dari rumah majikannya itu.
Steven masuk kedalam rumah, menaiki tangga ke lantai atas menuju kamarnya.
Di bukanya pintu kamar, lalu ia menghidupkan lampu..kamar itu di dominasi warna brown terang.
Steven yang sudah lelah lalu membaringkan dirinya di kasur sampai tertidur.
Ana sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja, ini adalah Hari ke-2 nya berkerja. Ia cukup menikmati pekerjaannya itu.
" Ana...udah Mao berangkat kerja? Tanya mbak Lia..
" Iya mbak.masih tunggu jemputan!!"
" Gimana kerjaan nya??"
" Em...ana suka kerja disana mbak, ramah-ramah..,apa lagi mbak nanik."
__ADS_1
" Bagus dech kalau gitu. Ngomong-ngomong mbak besok udah mau balik lagi keindonesia."
" Mbak balik...?? jadi ana Di sini sendiri donk mbak!!!"
" Iya... sementara, Kan nanti staff Yang lama bakal balik kesini.."
"Iya sih mbak, tapi tetap aja gimana gitu rasanya mbak"
" Kamu terlalu banyak pikir aja, nanti juga terbiasa. oh..ya mbak sudah menghubungi pria si asisten itu.."
" Terus..apa jawabannya mbak..??"
" Dia bilang kalau dia yang akan menghubungi kita, tidak perlu Kita menghubunginya terus.."
" Mudah-mudahan Kita bisa mendapat jalan keluarnya yah mbak.."
" Iya ana..soalny 2milliar itu bukan sedikit."
Ana menjadi sedikit sedih, ia datang untuk mengubah nasibnya yang selalu di tindas tante dan amel, berharap berkerja menghasilkan uang yang banyak , tapi nasib berkata lain..kenapa juga dia harus tumpahkan wine kebaju pria itu.
Hanya karena sebuah baju..dia tidak tau harus membayar smpai kapan.
" Ya udah mbak...jemputan ana udah datang, ana berangkat dulu..soal pria itu, beritau ana kalau dia menghubungi mbak..!"
" Iya..nanti mbak kasih update ke kamu."
Ana pun menghilang dari pandangan Lia. Sesungguhnya ia cukup kasihan dengan ana, tapi tidak mungkin juga dia yang harus bayarkan ganti rugi itu, sedangkan dia berkerja di bidang ini untuk menghasilkan uang juga..dia cuma akan membantu bayar tapi dengan potongan gaji dari ana.
Steven membuka matanya..ia sudah terbangun dari tidurnya, di lihatnya jam sudah jam 8 pagi.
Ia beranjak kekamar mandi membersihkan diri, kira-kira 20menit kemudian ia pun keluar, lalu ia berjalan mencari pakaian Di closet lemari yang begitu banyak macam collection.
Steven keluar dari kamar, menurunin tangga ke ruang makan. Tiada orang di Sana, sebab papa Josh sudah berangkat kerja, sedangkan mummy nya berada di halaman belakang rumah merawat tanaman nya.
lalu ia pun sarapan sendiri, selesai makan ia pun menyusul ke halaman belakang mencari mummy nya. Di lihatnya mummy nya itu sedang duduk di tanam halaman belakang sambil merangkai bunga. mummy nya memang sangat senang merangkai bunga, sampai ia juga mengikuti kelas merangkai bunga.
"Selamat pagi mum.."
Mama Wanda yang mendengar suara Steven menoleh tapi tidak menjawabnya.
" Mum..apa mummy akan terus mendiamkan anak mummy ini??"
Masih juga tiada jawaban dari mama Wanda.
" Mum... please maafin Steven, Steven ga bermaksud menyakiti hati mummy, lihat.. Steven sampai jauh-jauh pulang buat mummy.!!"
" Mama ga pernah suruh kamu buat pulang.." dengan sangat dingin ia menjawab anaknya itu.
" Mummy please... steven akan lakukan apa pun biar mummy maafin Steven..katakan mum.. mummy Mao apa??"
Kesempatan datang, ini lah yang mama Wanda tunggu selama ini, ia tidak akan mensia-sia kan nya.
" Benar kamu akan melakukan apa pun yang mummy mau??" sambil tersenyum pada Steven..
Steven mempunyai perasaan yang tidak enak, ketika melihat senyuman mummy nya itu.
" Ya mum...akan Steven lakukan jika Steven bisa.."
__ADS_1
" Ok .baiklah..mama akan maafin kamu, dengan syarat kamu mau bertemu janji dengan anak teman mama.."
Oh..no..ini lagi pikir Steven
" Tapi mum...!!"
Belum sempat ia habiskan kalimat, sudah di potong oleh mummynya.
" Kenapa tidak mau..?? Ya sudah GA apa-apa, bagus kamu balik lagi ke Australia dan jangan balik kesini lagi."
Steven berpikir ia tidak boleh jauh- jauh balik keindonesia dan ternyata tiada hasil. Ia teringat oleh perkatakan daddynya, yang mengatakan untuk mencari pacar sendiri, jika ia tidak ingin selalu di jodohkan mummy itu.
" Mum...bukan begitu..!!" ia Cuba menjelaskan kepada mama Wanda.
" Sudah lah... mama mau pergi dulu kumpul Sama teman mama." mama Wanda beranjak ingin pergi.
" Mum... sebenarnya Steven sudah punya pacar..!!!"
Mama Wanda setika terdiam lalu melihat kearah Steven.
" Apa kamu bilang??? sudah punya pacar??"
" Iya mum...maaf tidak memberi tahu mummy..!!"
" Kamu jangan bohong sama mama yah..ini pasti akal-akalan mu biar ga bertemu janji Kan???"
" Steven ga bohong mum..percaya Sama Steven.."
" Lalu di mana pacar mu?? bawa kesini baru mama percaya!!"
" Steven ga bisa membawanya mum..dia lagi di luar negeri.."
" Kenapa ga bisa?? memang luar negeri mana sampai ga bisa bawa ke sini??" Tanya mama Wanda mendesak.
" Pokoknya mama baru akan percaya kalau kamu bawa dia kesini!!"
" Mum..please Steven ga bohong..!!"
" OK...Kalau gitu bawa mama yang pergi menemuinya!!"
Deg..jantung Steven serasa mau copot..bawa kemana..pacar saja ia tidak ada..kenapa jadi rumit seperti ini pikirnya.
" Baik lah mum..Steven Akan membawa pacar Steven, biar mummy percaya kalau Steven tidak bohong. Jadi mummy maafin Steven???
" Mama belum maafin kamu, tapi mama tidak akan mendiamkan kamu sementara, sampai kamu benar membawa pacar mu ke sini..!!"
" OK mum..deal!!"
" Deal...deal...ini bukan bisnis!!"
mama Wanda pun pergi tinggalkan Steven di Taman. Ia sempat menoleh kembali melihat Steven.
" Ingat...buktikan Steven" Ucap mama Wanda dengan penekanan.
" ****...kenapa jadi begini.." Ucap Steven kesal.
*** Hai para reader.. Ayo dukung author kasih like,lope-lope, comments dan vote yah..tq
__ADS_1