Ana Gadis Milik Hati CEO Tak Di Sangka

Ana Gadis Milik Hati CEO Tak Di Sangka
Background Ana part 5


__ADS_3

"Pak Andi...semua ini perbuatan Edwin....mengerti."


"Iya..saya mengerti..akan segera saya lakukan perintah Tuan"


"Terima kasih Pak Andi"


Ucap Eric akhiri panggilan nya...


Akhirnya Eric dan Bela sudah sampai di rumah, mereka langsung dengan cepat turun dari mobil dan mencari ana...


"Sayang kita harus hati-hati tidak tau keadaan di dalam bagaimana.."


Ucap Eric kepada Bela.


"Iya sayang Aku mengerti..."


Ana bersembunyi ketakutan sambil menangis, tapi ia juga menahan tangisan nya karena takut tertangkap tante Rosa...


Bela menuju kamar tidurnya...dia mempunyai insting ana akan bersembunyi di sana.


"Ana... ini mama sayang"


Dengan suara yang pelan, Bela memanggil ana agar suaranya tidak terdengar keluar kamar yang dapat memberitahu keberadaannya.


Ana mendengar suara mamanya terus saja keluar dari tempat persembunyian.


Mama.. teriak ana keluar dari sana sambil memeluk mama nya....


Sialny suara itu di dengar oleh Rosa yang sedang berdekatan di sana. langsung saja Rosa masuk kedalam kamar itu.


"Serahkan ana pada Ku.."

__ADS_1


Perintah Rosa mencoba sambil menarik ana kesisinya.


"Tidak...lepaskan ana...sya bilang lepaskan..dasar kamu manusia tidak tau balas budi...kami tidak pernah melihat mu sebagai pembantu selama ini dan ana..dia bahkan sudah anggap kamu sebagai tantenya...tapi apa yang kamu lakukan...tega kamu menghiatnati kami.."


"Sayang...sayang...tolong...Rosa di sini.."


Adegan tarik menarik ana diantara mereka berdua tidak berhenti.


Eric yang tadi berpencar dengan Bela mencari ana mencari di bawah.


Ketika mencari ana, Edwin dan orang bawahannya sampai di sana. Lalu


terjadi baku hantam di antara mereka..


Eric yang kalah akan jumlah kewalahan menghadapinya dan pikir tak akan mungkin menang..


"Sudah lah bang cepat tanda tangani document ini..tidak ada yang bisa menolong mu di dalam rumah ini."


Sayang...panggil Bela ke Eric..


Eric melihat kearah Bela..


"Sayang.. cepat lari dari sini bersama ana."


Antara ingin lari dan tidak...tapi Bela berpikir keamanan ana adalah utama ..


Tapi ketika Bela akan melarikan diri..segera di segap oleh bawahan Edwin...Bela memberontak sehingga terdorong kearah meja makan di ruang tengah, Bela goyah badan nya kehilangan keseimbang dan jatuh terkena sudut meja makan kaca itu...


Praanggg....


Eric melihat Bela terjatuh menghantam meja ia tak bergerak..lalu darah segar keluar dari kepala Bela...

__ADS_1


"Sayang...!!!"


Eric menghampiri Bela.


"Sayang..bangun...bangun sayang..ayo kita kerumah sakit"


Bela terlihat seperti menahan sakit.


"Edwin aku mohon bawa Bela kerumah sakit ...aku mohon"


"Ok...aku akan membawa nya Jika kamu tanda tangani document ini.."


"Bajingan kamu...saat seperti ini masih bisa kamu pikirkan tentang hal itu."


Dipenuhi amarah emosi Eric mengambil pecahan kaca meja di sampingnya dan menghujam kearah Edwin. Edwin tergores..marah dan emosi lalu Edwin mencoba merebut kaca itu...mereka saling berebut..


Tiba-tiba mereka berhenti.


Eric mundur beberapa langkah dan tak lama dia tumbang...rupanya pecahan kaca itu menancap di dadanya..


Darah segar mengalir cepat...pandangan nya seketika Kabur. Di lihatnya Bela istriny kemudian memandang kearah ana.


Ana.. ucapny Eric pelan terbata dan kemudian matanya mulai tertutup.


Ahhkkkkk.....


Teriak ana yang dari tadi melihat kejadian itu secara langsung.


kemudian ana jatuh pingsan...


hai..hai... Reader Masih background...mungkin sampai part 6 habis jangan bosan loh.. nikmati Aja ceritanya...jangan lupa like, comments Dan vote nya 😘

__ADS_1


__ADS_2