Ana Gadis Milik Hati CEO Tak Di Sangka

Ana Gadis Milik Hati CEO Tak Di Sangka
Background Ana part 1


__ADS_3

23 tahun yang lalu sebuah keluarga yang cukup berada terdiri dari pasangan suami istri yang bahagia dan seorang anak perempuan yang berumur 5 tahun hidup mereka sangat damai..


Papa Eric, mama Bela dan anak perempuan semata wayang mereka ana...


Papa Eric orang yang sangat ramah, suka membantu sesama begitu juga dengan mama Bela...


Mereka sangat di sukai oleh banyak orang..jadi tidak heran mereka memiliki banyak teman dan relasi orang penting.


Papa Eric mempunyai bisnis yang cukup maju, banyak orang melakukan bisnis dengannya dan merasa puas karena hasilnya yang bagus.


Tapi berbanding terbalik dengan adiknya papa Eric..Edwin..


Edwin merupakan adik satu-satunya dari papa Eric. Walau hanya adik tiri, tapi papa Eric sangat sayang terhadap Edwin...


Tring...Tring...


"Hallo...."


Terdengar sahutan suara dari Sana...


"Hallo Bang Eric..."


Yah...itu Edwin yang menelefon Eric.


"Aku lagi ada masalah besar bang, tolong bantu aku bang..kali ini saja"


Pinta Edwin kepada Eric...


"Edwin...apa lagi masalah mu??..


ini sudah yang kesekian kalinya kamu membuat masalah" Geram Eric..


"Bang Eric..aku janji ini yang terakhir kalinya, tolong aku bang kalau tidak mungkin aku benar- benar akan hilang dari dunia ini"


Dengan suara memelas Edwin memohon kepadanya...


"Apa sebenarnya yang telah kamu lakukan...?"


Suara Eric terdengar sedikit marah...


"Aku tidak bisa memberitahu di telephone, aku akan menemui di suatu tempat, nanti aku akan kirim alamat tempatnya pada abang"

__ADS_1


"Edwin..." tut... tut..tut...


sambungan telah terputus, Eric mencoba call lagi tapi nomor yang di hubungi sudah tidak aktif lagi ..


"Apa lagi yang di buat oleh nya"


keluh Eric sambil menghela Nafas...


Tok...tok...


"Iya masuk.." jawab Eric


"Permisi pak istri bapak datang"


"Ok..silahkan saja masuk"


"Nyonya bapak bilang silahkan masuk saja"


"Terima kasih"


jawab nyonya Bella sambil tersenyum ke seketaris suaminya ...


"Sayang..."


"Sayang..."


jawab Eric ke Bela...


"kamu ini sudah ku bilang kalau kesini tidak perlu ijin segala buat masuk"


"Tidak apa sayang..aku kan istri yang professional"


hahaha jawab bela sambil tertawa.


"sayang.. kenapa kamu terlihat seperti sedang ada masalah"


Tanya bela ke Eric...


"Hm....Edwin...dia melakukan entah hal gila apalagi, tadi barusan dia menelefon kuu meminta tolong"


"Kamu Mau menolong nya sayang?...kamu tau kan dia bagaimana liciknya, aku tau dia adalah adik mu satu-satu nya, tapi kamu tau apa yang sudah dia lakukan"

__ADS_1


"Aku belum tau akan bagaimana, setelah bertemu dengan nya baru aku akan mengambil keputusan"


jawab Eric...


"Aku ikut" ucap Bella...


"Sudah lah...buat apa kamu ikut, lebih baik kamu pulang Jaga ana Di rumah"


"Tidak...pokoknya aku akan ikut..,kamu selalu luluh dengan Edwin...sudah banyak masalah yang di buat olehnya"


"Sayang jangan begitu"


Pinta Eric kepada Bella..


"Tidak.. aku akan tetap ikut apa pun itu, atau kami ingin aku pergi dari sini?...tapi untuk tak kembali lagi" ucap bella dengan serius...


Hah ..kegusaran terlihat di muka Eric..


"baik lah kita pergi bersama"


ting..ting..


sebuah pesan masuk ke ponsel Eric...


"Edwin sudah kirim alamatny dia sedang kesana, ayo kita susul"


Ucap eric kepada Bela.


"Ayo sayang" jawab Bella...


Di perjalanan Bella melakukan video call dengan ana ....


"Hallo sayang..anak mami Yang cantik"


"Mama.....mama Sama Papa kemana ??"


"Hallo sayang ...." Papa Eric Yang sedang mengemudi juga memanggil ana


"Sayang papa sama mama ada urusan jadi akan pulang telat,kamu jangan nakal yah..sama tante Rosa baik- baik"


"Ok ma...tapi jangan lama-lama terus pulang belikan ana makanan yang enak yah.."

__ADS_1


"Iya...iya nanti mama Sama papa belikan. Udah dulu yah sayang...sampai jumpa nanti di rumah...bye..love you"


"Bye mama ..." ana kecil segera mematikan ponsel miliknya.


__ADS_2