ANGGA DAN ANGGI

ANGGA DAN ANGGI
BAB 1


__ADS_3

Hari ini adalah reuni SMA RAHARJA.


Reuni yang biasanya menyewa sebuah gedung elite, kali ini diadakan di gedung aula sekolah. Panitia sengaja membuat konsep "Memories". Dengan tujuan agar para alumni bisa mengenang setiap momen di sekolah tercinta mereka.


Tahun ini, alumni tahun 2010 yang mendapat giliran. Karena reuni ini dilakukan setiap 10 tahun.


Satu persatu motor dan mobil mulai berdatangan dan memenuhi parkiran. Para alumni pun mulai terlihat memasuki aula.


Ada yang datang sendiri, bersama istri atau suami dan anak-anak mereka. Mereka terlihat senang bertemu satu sama lain. Karena 10tahun bukanlah waktu yang sebentar. Banyak hal yang berubah dari mereka semua.


Tiba-tiba pandangan mereka tertuju pada seorang perempuan yang sedang mengisi daftar hadir dimeja depan pintu masuk aula.


Paras cantik, tinggi 160cm dan rambut panjang yang digerai dengan jepit warna biru senada dengan warna dress yang dipakainya.


Dia adalah Anggi Ananda Putri.


Lalu rasa kagum mereka berubah menjadi bisikan-bisikan nyinyir saat Anggi mulai memasuki aula. Karena memang Anggi punya masa lalu yang kurang baik. Tapi Anggi berusaha cuek dan enggan mendengarkan apalagi menanggapinya.


"Hai Anggi, sini!" panggil Ana, teman sebangku Anggi saat SMA.

__ADS_1


Anggipun mengangguk dan menghampiri Ana yang berdiri disamping meja kudapan.


Kemudian mereka saling bertanya kabar dan mengobrol.


Waktu menunjukkan pukul 09.10 wib.


Aula pun sudah mulai dipenuhi para alumni. Dan suasana jadi semakin riuh ramai dengan obrolan dan canda tawa.


Semua para alumni sudah menempati tempat duduk yang sudah disiapkan. Anggi memilih duduk dikursi paling belakang bersama Ana. Anggi tidak terlalu suka duduk didepan, karena dia pasti akan jadi bahan pembicaraan teman-teman lainnya.


Acara pertama adalah doa bersama dan penyambutan dari Panitia Reuni. Aula yang sebelumnya riuh ramai, kini menjadi tenang dan sepi. Mereka mendengarkan arahan doa yang dipimpin Panitia.


Saat memejamkan mata, Anggi merasa ada seseorang yang duduk disampingnya. Tapi dia tetap tenang dan melanjutkan berdoa dalam hati.


Setelah berdoa, Anggi menoleh orang yang ada disampingnya. Betapa terkejutnya Anggi melihat seseorang tersebut. Dia tak lain adalah mantan Anggi.


Angga Saputra Rusdiyanto.


Anggipun merasa canggung dan hanya melempar senyum tanpa sepatah kata.

__ADS_1


"Aku kok enggak disapa sih?" tanya Angga sambil membalas senyuman Anggi.


Anggipun jadi salah tingkah.


"Oh, Hai." sapa Anggi canggung.


"Hai juga Nggi. Hey, Ana. Kamu juga nggak mau nyapa aku?" tanya Angga ke Ana yang masih belum sadar dengan kedatangannya.


"Hey, Angga!" sapa Ana dengan suara lantang.


Semua pun mata menoleh kearah Ana. Kemudian mata-mata tersebut mengalihkan pandangan mereka kearah dua sosok yang pernah fenomenal pada zamannya, yaitu Angga dan Anggi.


Mendapat sorotan dari orang banyak, membuat Anggi merasa nggak nyaman.


"Aku ke toilet dulu ya An." pamit Anggi pada Ana.


"kamu nggak apa-apa kan Nggi?" tanya Ana yang merasa bersalah.


"iya gapapa An." jawab Anggi sambil meninggalkan Angga dan Ana.

__ADS_1


Didepan cermin toilet, Anggi memandangi bayangan dirinya. Lalu terbayang tatapan-tatapan mata yang ditujukan padanya. Semua tampak sama dengan 10 tahun lalu.


Selama ini, pandangan teman-temannya masih sama. Mereka masih mengingat kejadian yang menimpa dirinya.


__ADS_2