
Malampun tiba. Semua tamu yang merupakan kerabat dan anggota keluarga sudah berpamitan pulang satu persatu. Meskipun hanya pesta kecil, benar-benar membuat Angga dan Anggi lelah.
Anggi bergegas masuk kamar Angga, yang khusus sudah disiapkan untuk mereka berdua. Ia melihat Angga sudah berada didalam, duduk ditepi kasur sambil memainkan ponselnya.
"Hmm.. kamu udah disini aja Ngga?" tanya Anggi saat memasuki kamar. Melihat Anggi berjalan kearahnya, Angga segera meletakkan ponselnya diatas nakas.
"Kamu pasti capek ya, buruan mandi gih !" suruh Angga sambil membuka lemari dan mengambil handuk untuk Anggi.
"emangnya kamu udah mandi Ngga?" tanya Anggi sambil duduk disamping angga.
"Ya udah doong. Emang kamu gak lihat apa, aku udah ganteng kayak gini?" jawab Angga sambil tertawa kecil.
Anggi bergegas masuk kamar mandi dan membersihkan diri.
Setelah setengah jam berada dikamar mandi, Anggi membalutkan handuk ditubuhnya dan hendak keluar.
__ADS_1
Dari dalam, Anggi mendengar samar suara Angga sedang berbicara dan sesekali tertawa.
Mungkin lagi ada Mama diluar. kayaknya Angga seneng banget. Pikir Anggi sambil mengusap-usap rambutnya yang basah didepan cermin kamar mandi.
Ceklek.
Anggi membuka pintu dan melihat Angga sedang menelepon sambil rebahan disofa kamar.
Tanpa bertanya, Anggi langsung menghampiri sebuah koper yang ada disamping tempat tidur. Baju Anggi memang sengaja tidak dimasukkan kedalam lemari, Karena Angga bilang, lusa sudah mengajaknya pulang kerumahnya yang berada di kota S.
Angga memperhatikan Anggi yang masih memakai handuk dan berjongkok membelakanginya. Tampak paha mulus Anggi dan punggung yang putih polos tertutupi sebagian rambut yang basah.
Ah ya, baiklah. Aku adalah lelaki normal. Meskipun hatiku nggak menginginkan ini, tapi si Junior gak bisa dibohongi kan? Batin Angga beranjak dari sofa dan berjalan menghampiri Anggi.
Dipeluknya Anggi dari belakang. Anggi yang sedang mengoprek isi koperpun kaget.
__ADS_1
Dengan sigap, Angga meraih tubuh Anggi dan membaringkan ditempat tidur. Membuka perlahan handuk yang masih melekat ditubuh anggi dan melemparnya kesembarang.
Kening, leher, bibir, dada, lengan dan daun telinga Anggi tak luput dari serangan ciuman Angga. Nafas Angga semakin memburu tak teratur. Iapun menanggalkan satu persatu piyama yang masih melekat ditubuhnya.
Mata Anggi tak lepas menatap tubuh Angga yang indah. Jika biasanya dia melihat "roti sobek" dikomik-komik yang biasa dia baca, sekarang dia benar-benar melihat nyata ciptaan Tuhan. Ya, tubuh suaminya terlihat seperti karakter visual lelaki idaman para wanita dalam komik.
Angga kembali menyerang tubuh Anggi dengan ciuman ganasnya. Anggi semakin menggeliat dan sesekali mengerang.
Setelah puas menjamah tubuh Anggi, Anggapun memulai "permainan".
Dengan perlahan, Angga menyatukan tubuhnya ke tubuh Anggi.
Baru saja Angga "memanjakan" si junior, tiba-tiba ia menghentikannya ditengah perjalanan. Dengan perlahan, Angga melepas cengkeramannya dipergelangan tangan Anggi. Dan menarik kembali tonggak saktinya (wkwkwkwk).Anggi yang baru mendesahpun ikut membuka matanya karena heran, karena mendadak Angga menjauhkan tubuhnya dan tidak melanjutkan aktifitas "mantap-mantap"-nya.
Dengan cepat Angga meraih kembali piyamanya dan merangsek tidur disofa, membelakangi Anggi yang masih tercengang diatas kasur dengan tubuh telanjang.
__ADS_1
Tidak ada angin, tanpa sepatah kata, sikap Angga berubah dalam sekejap. Membuat Anggi tak mengerti dan bingung. Kemudian Anggi beranjak mengambil piyama dikopernya dan menutup tubuhnya dengan selimut.
Dan malam ini, mereka melewatkan malam pengantin dengan tidur terpisah.