ANGGA DAN ANGGI

ANGGA DAN ANGGI
BAB 4


__ADS_3

Tok tok tok!!


"Mbak, mbak Anggi.." panggil seseorang dari luar kamar kontrakan Anggi.


Anggi yang sedang masak langsung bergegas menuju pintu.


"Iya sebentar"sahut Anggi dari dalam.


Saat membuka pintu, Anggi mendapati Likha, tetangga kamar sebelah. Tapi Likha nggak sendirian, disampingnya ada Angga yang mengembangkan senyum kearah Anggi.


"Ini tadi mas-nya bingung nggak tahu kamar mbak Anggi. Kebetulan ketemu diluar gerbang." Likha menjelaskan.


"Oh iya. Makasih ya Lik" jawab Anggi.


"Iya mbak, sama-sama. Aku balik dulu ya" balas Likha lalu meninggalkan kamar Anggi.


Anggi masih syok dan nggak percaya kalau Angga datang ke kontrakannya. Anggi menebak-nebak apa maksud kedatangan Angga.


"Aku nggak disuruh masuk?" tanya Angga.


Lamunan Anggipun terbuyarkan.


"Eh iya maaf Ngga. Si-silahkan masuk."


Suara Anggi tergugup.


Angga melihat sekeliling isi kamar Anggi.

__ADS_1


Sebuah kamar kontrakan, ukuran sekitar 5x10m.


Dengan perabotan sederhana, kasur, televisi, lemari, dan peralatan masak didapur yang mungil. Enggak ada sofa atau kursi. Hanya ada karpet bulu warna putih yang kelihatannya emang dipakai alas duduk. Hmm.. cukup menarik! Pikir Angga setelah menganalisa.


"Ehm.. maaf Ngga. Aku terbiasa duduk dilantai." Ucap Anggi setelah melihat Angga yang terheran-heran dengan isi kamarnya.


"Iya. Gak apa-apa, aku suka kok duduk dilantai." kata Angga sambil menata posisi duduknya diatas karpet.


"Aku lanjutin masak dulu ya?" pamit Anggi.


"Iya. Masak yang enak ya" goda Angga.


Anggi hanya membalas dengan senyum dan pergi melanjutkan masak.


Cah kangkung, ikan lele dan sambal.


Gaji di minimarket tidaklah banyak. Jadi Anggi lebih senang masak sendiri, biar lebih hemat.


"Mau makan bareng?" tanya Anggi.


"Boleh, boleh" jawab Angga sambil mengangguk semangat 45.


Anggi menghidangkan masakannya didepan Angga.


Melihat masakan Anggi, Angga seperti kucing yang kelaparan. Air liurnya hampir menetes.


"Ini nasinya Ngga." Anggi menyodorkan sepiring nasi.

__ADS_1


"Sekalian ambilin lauknya doong" pinta Angga manja.


Anggi mengambil beberapa sendok cah kangkung dan sepotong lele goreng diatas nasi dan diberikannya ke Angga.


Dalam hati, Anggi bingung dan bertanya-tanya dengan kedatangan Angga. Tapi dia tidak memungkiri kalau hatinya pun merasa senang. Entah karena rasa kangen yang begitu lama atau karena rasa cinta yang masih tersisa dihatinya untuk Angga.


Mereka menyantap makan bersama. Meskipun dengan menu sederhana, Angga terlihat senang.


"Kalau kayak gini, berasa jadi suami istri ya" ucap Angga sambil mengunyah makanannya.


"uhuk..uhuk.." Anggi tersedak karena kaget dengan ucapan Angga.


Angga yang panik, langsung bergegas berdiri mengambil air minum yang ada dimeja samping televisi. Karena terburu-buru, kaki Angga tersandung karpet dan air tersebut tumpah diatas kepala Anggi.


Ups.. basah deh!


Anggi hanya melongo kaget dan benar-benar nggak menyangka dengan situasi ini.


Mulai dari kedatangan Angga yang tiba-tiba sampai tragedi "basah-basahan", membuatnya kesal.


"Jadi, apa maksud kedatangan kamu Ngga?" tanya Anggi dengan nada kesal.


"Maaf Nggi, kalau kedatanganku buat kamu kaget. Maaf juga aku udah buat kamu basah..."


"jadii..??" sahut Anggi sebelum Angga melanjutkan kalimatnya.


"Aku kesini mau bilang. Kamu mau nggak nikah sama aku?" ucap Angga mantap.

__ADS_1


"Apaa...?"mata Anggi melotot kaget.


"Aku serius,Nggi." jawab Angga meyakinkan Anggi.


__ADS_2