ANGGA DAN ANGGI

ANGGA DAN ANGGI
BAB 9


__ADS_3

2minggu kemudian, Keluarga Angga dan Keluarga Anggi saling bertemu dan merencanakan acara pernikahan keduanya. Mereka sepakat, bahwa pernikahan akan diadakan minggu depan.


"Mingu depan? Papa serius?" tanya Angga kaget.


Anggipun ikut melotot, tak kalah kagetnya dengan Angga.


"Umur kalian udah bukan ABG lagi lho. Mama dulu diumur seperti kalian malah udah punya anak. Hmm


.?" kata Linda.


Angga sudah tak bisa membantah permintaan mereka. Sedangkan kedua orangtua Anggi sudah memasrahkan keputusan dipihak keluarga lelaki, jadi mau tak mau, mereka setuju dengan keptusan orangtua Angga.


"Baiklah kalau emang harus minggu depan. Lebih cepat lebih baik kan?" tukas Angga dengan pasrah.


Anggi yang mendengarkan keputusan Angga, mulai tenang dan terlihat senyum mengembang dari bibirnya.


"Tapi aku minta, jangan diadakan resepsi dulu ya Pa, Ma?" lanjut Angga.

__ADS_1


Pernyataan Angga membuat orangtuanya bingung. Begitu juga dengan kedua orangtua Anggi yang menatap lekat kearah Angga dengan kepala yang sudah penuh dengan pikiran-pikiran negatif.


"Ehm.. maksud Angga, ini kan begitu mendadak. Pastinya nggak sempat buat daftar nama tamu dan cetak undangan kan? Lebih baik kan kalau ditunda acara resepsinya, yang penting kan ijab qabul dulu." Angga mencoba menjelaskan maksud perkatannya. Dan semua orang mengangguk setuju. suasana yang tegang pun mencair kembali.


***


1 minggu kemudian.


IJAB QABUL.


"SAH!! " kata penghulu yang masih menggenggam tangan Angga diatas meja.


Senyum terkembang dari setiap anggota keluarga yang hadir diacara tersebut. Begitu pula dengan Anggi yang duduk disebelah Angga. Wajahnya terlihat cerah berseri setelah mendengar Angga mengucapkan ijab dengan lantang didepan penghulu dan semua orang.


Setelah ijab qabul yang dilakukan di kantor KUA kota L (tempat tinggal orangtua Angga) selesai, kedua keluarga langsung pulang kerumah orangtua Angga. Mereka sudah menyiapkan makanan untuk merayakan atas kebahagiaan kedua mempelai.


Acara pesta kecil antar keluarga untuk menyambut kehadiran anggota keluarga baru.

__ADS_1


Dimana-mana terlihat semua orang tersenyum dan tertawa kesana kemari. Setelah berganti pakaian, Anggi menyalami satu persatu anggota keluarga Angga sambil berkenalan dengan mereka. Dari kejauhan, Angga melihat Anggi yang mondar-mandir dengan gaun warna putih selutut sembari menebar senyuman kesetiap orang yang disalaminya.


Lalu Angga menghampiri Anggi yang sedang berbincang dengan Irina, Tante Angga dari kota X.


Dengan lembut Angga merangkul bahu Anggi. Dalam sekejap Mata Anggi membulat karena kaget.


"Kamu nggak capek apa, kesana kemari menebar senyum?" tanya Angga sambil mengelus-elus bahu wanita yang sekarang jadi istrinya.


"Uuh.. so sweet banget deh pengantin baru ini." ujar Irina sambil membelai pipinya sendiri.


"Ah iya ! Bikin keinget jaman jadi pengantin baru dulu." timpal Ajeng, adik dari Papa Angga.


Dengan malu-malu Anggi membelai tangan Angga yang berada dibahunya sambil melanjutkan obrolan bersama Irina dan Ajeng. Angga merasakan tangan Anggi yang mungil dan lembut. Kulitnya yang putih dan halus menyalurkan perasaan hangat melalui setiap pori-pori. Dan tiba-tiba Angga merasakan ada yang menegang dibalik celananya.


"Sayang, aku ke toilet dulu ya" bisik Angga ditelinga Anggi dan membuat daun telinganya memerah.


Anggi hanya mengangguk sambil tersenyum dan memperhatikan Angga sampai menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


"Ah ya Ampun.. Emang hawa-hawa pengantin baru ya. Romantiiis tis tis.." ledek Ajeng sambil mengibas-ngibaskan tangan kearah wajahnya.


__ADS_2