
Serangkaian acara reuni berlangsung dengan lancar. Meskipun duduk berdampingan, Angga dan Anggi nggak banyak bicara. Anggi sibuk ngobrol dengan Ana. Begitu juga Angga, dia asyik bercanda dengan Toni, teman sekelasnya dulu. Sesekali, mereka melempar senyum satu sama lain dengan canggung-canggung.
Grep!
Anggi merasakan tangan kirinya digenggam. Anggi melihat kearah tangannya. Dan benar saja, tangannya sudah digenggaman Angga. Namun tangan mereka berada dikursi dan terapit tubuh mereka, sehingga tidak satupun yang mungkin melihatnya. Tapi Angga dengan tenang masih ngobrol santai dengan Toni. Seolah-olah terlihat tidak melakukan apapun.
Lain lagi dengan Anggi. Jantungnya berpacu dengan kencang, keringat dingin pun mulai mengaliri tubuhnya. Perasaan gugup dan resah yang dirasakannya. Anggi takut kalau saja ada yang melihat tindakan Angga tersebut. Tapi entah kenapa, disisi lain hati Anggi merasa nyaman dengan genggaman tangan Angga.
Nggak, nggak.. ini salah! Ini salah, Anggi. Kamu nggak boleh kayak gini. Kamu harus tahu diri. Batin Anggi mencoba melawan. Dengan perlahan, Anggi mencoba melepaskan genggaman Angga. Tapi nyatanya, Angga semakin mempererat genggamannya. Anggi hanya bisa pasrah.
Dan mereka berpegangan tangan secara diam-diam sampai akhir acara.
**********
Acara reunipun selesai pada pukul 13.00 wib.
Semua alumni saling bersalaman dan berpelukan sebagai ucapan perpisahan. Masing-masing mulai keluar aula untuk pulang.
"Nggi, tunggu!" panggil Angga dari arah belakang Anggi.
Ana yang sedari tadi jalan bareng Anggi, pamit undur diri. "Aku duluan ya Nggi. Jangan lupa nanti hubungi aku kalau udah sampai rumah ya?" pamit Ana.
"Alah An, kamu kayak ibunya Anggi aja!" ledek Angga.
"biarin.. weeeekk!" jawab Ana sambil menjulurkan lidahnya kearah Angga.
__ADS_1
Anggi hanya tertawa melihat kelakuan Ana dan Angga.
"kamu mau pulang kerumah orangtuamu atau langsung balik ke kota S?" tanya Angga.
"Aku mau ambil tas dulu kerumah,Ngga." jawab Anggi
"kamu balik ke kota S kapan?" tanya Angga.
"nanti sore" jawab Anggi sambil berjalan ketempat parkir.
"bareng aku yuk." Angga menawarkan.
"gak usah Ngga. Lagian Aku baliknya nanti sore kok. Bisa naik bis." jawab Anggi sungkan.
"gak apa-apa. Aku kan bisa istirahat dulu dirumah kamu." jawab Angga meyakinkan.
Akhirnya Anggipun mengiyakan ajakan Angga. Kemudian mereka pulang kerumah Anggi. Mereka melaju dengan kendaraan masing-masing. Anggi dengan motornya dan Angga dengan mobil mengikuti Anggi dari belakang.
sesampainya mereka dirumah, Anggi mempersilahkan Angga masuk dan berkenalan dengan orangtua Anggi. Setelah cukup lama mengobrol dengan kedua orangtuanya, Anggi menunjukkan kamar tamu untuk Angga istirahat sementara.
"Makasih ya, kamu udah mau ngenalin kedua orangtuamu." ucap Angga.
Anggi merasa bingung dengan ucapan Angga.
"Oh hmm.. iya." jawab Anggi dengan malu.
__ADS_1
"kamu istirahat aja dulu, aku mau bantu ibuku masak dulu." imbuh Anggi.
"Sekali lagi, makasih ya Nggi." kata Angga sambil meraih tangan Anggi.
Anggi semakin malu dengan sikap Angga yang menurutnya sembrono. Anggi nggak mau kalau orangtuanya melihatnya dan berpikiran yang macam-macam.
Karena Anggi merasa, sudah cukup membebani kedua orangtuanya dengan kisah masa lalunya yang kelam.
Anggi nggak mau kedua orangtuanya sedih lagi.
**********
Cast :
Anggi Ananda Putri
Cast :
Angga Saputra Rusdiyanto
NB :
__ADS_1
untuk cast, readers bisa berimajinasi sesuai karakter yang kalian suka. Bisa bias/idol kalian atau mantan kalian hehehehe