ANGGA DAN ANGGI

ANGGA DAN ANGGI
BAB 6


__ADS_3

"Ayah.. aku tahu ini sangat mendadak. Tapi seminggu yang lalu, Angga datang dan bilang kalau mau menikahiku." kata Anggi ke Ayahnya ditelepon.


"Kalau kamu yakin, ayah pasti setuju kok. Ayah lihat, dia juga pria yang baik dan sopan. Apapun yang bisa membuat kamu bahagia, ayah nggak akan mencegahnya." tanggap Ayah Anggi dengan nada yang tenang. Walaupun dalam hatinya, Pak Hendra masih ragu. Setelah berbincang lama dengan ayahnya, Anggi menutup telepon dan berpamitan, karena Anggi sudah ada janji dengan Angga.


"Ada apa Yah?" tanya Bu Lina, Ibu Anggi.


"Tadi Anggi yang menelepon,Bu.." jawab Pak Hendra. Kemudian diceritakannya apa yang Anggi bicarakan dengannya.


Bu Lina mendengarkan cerita Pak Hendra dengan wajah yang lesu dan airmata yang sudah menggenang.


"Ayah tahu, Ibu masih khawatir sama Anggi. Tapi suara Anggi terdengar sangat ceria,Bu. Mungkin ini adalah kesempatan Anggi buat bahagia." ucap Pak Hendra mencoba menenangkan hati Bu Lina.


Tapi Bu Lina tetap terdiam dan beranjak meninggalkan Pak Hendra yang duduk dengan ponsel ditangannya.


********


"Kita mau kemana sih nanti?" tanya Anggi sambil menempelkan ponsel ditelinganya.


"Udah deh, nanti jam 10 aku jemput kamu. Pokoknya nanti ada makanannya kok" ucap Angga sambil menahan tawa. Karena Angga hafal betul kalau Anggi doyan banget makan.


"Oh kita nanti mau makan apa? Pangsit? Bakso beranak pinak? atau kaefsi?" tanya Anggi bertubi-tubi karena penasaran.

__ADS_1


Angga yang mendengarkan ocehan Anggi hanya tertawa.


"Udah pokoknya, nanti kamu dandan yang rapi dan cantik,ya? Bye.." jawab Angga kemudian menutup telepon. Dan Anggipun semakin dibuatnya penasaran.


*********


9.15wib


Anggi sudah bersiap dengan dandanan cantik, dengan dress selutut, riasan natural dan wedges yang semakin menunjang penampilannya.


Ponsel Anggi bergetar. Dan dilayar terpampang nama Angga. Anggipun segera menjawab panggilan tersebut.


"Aku udah didepan nih." kata Angga dari seberang telepon.


Didepan gerbang, sudah ada Angga yang berdiri disamping mobil. Penampilan Anggapun tak kalah rapi dan maskulin.


"Ayo kita langsung berangkat." ajak Angga sambil membukakan pintu untuk Anggi.


Anggi menjawab dengan anggukan dan senyum.


Dengan segera, Angga melajukan mobilnya kearah yang akan dituju.

__ADS_1


"Sebenarnya kita mau kemana sih Ngga?" Anggi masih mencoba mencari tahu.


"Udahlah, nanti kamu bakalan tahu kok" jawab Angga sambil melempar senyum kearah Anggi.


"Hmm..cckk!" Anggi berdecak karena kesal. Kini bibirnya tampak cemberut.


Melihat Anggi yang cemberut, membuat Angga gemas dan melayangkan cubitan kecil dipipi Anggi.


Anggapun tertawa puas karena berhasil mengerjai Anggi.


Tak lama kemudian, Angga membelokkan mobilnya masuk ke gerbang tol keluar kota.


Sepanjang perjalanan, Anggi terus menatap keluar jendela karena masih kesal dengan Angga.


Anggi melihat papan petunjuk arah, dan ternyata Angga menuju arah kota L. Anggi membelalak kaget dan menatap tajam kearah Angga.


Dan Angga yang mengerti maksud tatapan tersebut hanya tersenyum.


"Iya, kita mau kerumah orangtuaku." Angga memberi jawaban dari tatapan Anggi.


"Aaarrgh..!! Kamu kenapa gak mau bilang sih kalau kita mau ketemu orangtuamu. Aku nggak siap-siap 'kan kalau gini? Aku juga nggak bawa apa-apa buat mereka. Aku juga dandan ala kadarnya juga. Ya Ampuun! Kamu siih main rahasia-rahasiaan juga!" oceh Anggi sambil menata kembali rambut, pakaian dan melihat kembali wajahnya dikaca depan kemudi.

__ADS_1


Angga yang melihat kepanikan Anggi langsung tertawa.


"Kamu tenang aja. Cukup kamu datang sebagai calon mantu, orangtuaku udah senang kok." ucap Angga menangkan sambil mengusap halus puncak kepala Anggi.


__ADS_2