ANGGA DAN ANGGI

ANGGA DAN ANGGI
BAB 8


__ADS_3

Dalam perjalanan kembali ke kota S, Angga dan Anggi merasa canggung satu sama lain. Angga nggak menyangka kalau orangtuanya langsung menyetujui dan mempercepat pernikahannya. Semua diluar dugaan Angga. Apalagi mereka baru bertemu beberapa kali pasca reuni sebulan yang lalu.


Saat Angga kalut dengan pikirannya, tiba-tiba ponselnya bergetar. Angga tidak menghiraukan dan fokus menyetir. Beberapa menit kemudian, ponselnya bergetar lagi.


"Kok enggak diangkat, Ngga?" tanya Anggi sambil memperhatikan ponsel Angga didasboard dengan posisi terbalik.


"Ah biarinlah Nggi. Itu temen kerja. Paling ngasih planing kerja buat besok." jawab Angga sambil tersenyum.


"Menepi aja dulu,Ngga. Siapa tahu itu penting lho." kata Anggi sambil membuka tas dan mencari ponselnya.


"Nanti malah nggak sampai-sampai lho. Ini udah larut banget. Nggak enak juga kan kalau kamu dicurigai sama tetangga-tetanggamu?" jawab Angga masih fokus, pandangan kedepan.


Mendengar jawaban Angga, Anggi terdiam seolah membenarkan perkataan Angga. Karena selama ini, Anggi nggak pernah mengajak teman lelaki ke kontrakannya ataupun sekedar keluar bersama.


Anggi terkenal sebagai wanita mandiri dan baik dimata para tetangganya.


Setelah 2 jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di kota S.


"Nggi, aku tahu kamu terkejut tadi. Tapi aku juga sama terkejutnya sama kamu kok." kata Angga sambil menghentikan mobilnya didepan gerbang kontrakan Anggi.

__ADS_1


"Ini semua diluar rencana dan dugaan aku." imbuh Angga. "Kalau kamu masih belum siap, kita bisa.."


"Nggak apa-apa Ngga. Aku malah seneng banget, orangtuamu baik dan mau nerima aku." sahut Anggi sebelum Angga melanjutkan kata-katanya.


"Makasih juga kamu udah nerima aku dan masa laluku. Awalnya aku pikir kamu cuma bercanda. Tapi ternyata kamu juga masih nyimpen perasaan yang sama ke aku. Meski udah 10 tahun.." ucap Anggi sambil meraih tangan Angga yang masih bertengger diatas setir.


Angga menatap Anggi dengan tajam. Hatinya terasa hangat dengan kata-kata Anggi yang mengalun lembut ditelinganya.


Angga nggak menyangka, Anggi yang dulu petakilan, kasar, tomboy, dan sembarangan bisa berubah jadi wanita yang lembut dan feminim. Setiap kata yang keluar dari bibirnya bisa menenangkan hatinya.


"Ya udah, kamu cepetan pulang dan istirahat. Aku masuk dulu ya. Bye!" Anggi keluar mobil dan melambaikan tangan kearah Angga.


Angga membalas dengan senyuman dan lambaian sambil melaju meninggalkan Anggi.


Ternyata kamu masih sama aja kayak dulu ya, Nggi. 10 tahun berlalupun nggak buat kamu banyak berubah. Kamu jadi semakin menarik.


Sesampainya dirumah, Angga bergegas mandi dan ganti baju. Direbahkan tubuhnya yang lelah diatas kasurnya yang empuk sambil memainkan ponselnya.


(14 chat)

__ADS_1


(5 panggilan)


Pemberitahuan dilayar ponsel Angga.


"Haiiss... bikin pusing aja!" gumam Angga sambil mengacak-acak rambutnya. Lalu dibuka satu persatu chat tersebut dan dibalasnya.


Belum selesai Angga mengetik pesan, tiba-tiba ponselnya bergetar karena panggilan.


Dengan cepat, Angga mengusap tombol hijau untuk menjawab panggilan tersebut.


"Iya, aku udah sampai. Baru selesai mandi juga sayang." jawab Angga lembut sambil senyam-senyum.


....


"Iya. Kamu juga cepetan tidur. Udah larut ini. Maafin aku ya untuk hari ini.."


....


"Oke. Mimpi yang indah ya. Bye!" Angga mengakhiri percakapan.

__ADS_1


Angga menarik nafas dalam-dalam sambil menatap layar ponselnya. Lalu diletakkannya diatas nakas, dan Angga bersiap untuk tidur.


Hari yang melelahkan. Batin Angga sambil menarik selimut.


__ADS_2