ANGGA DAN ANGGI

ANGGA DAN ANGGI
BAB 14


__ADS_3

"Lain kali buatkah sarapan yang bergizi !" ucap Angga dari luar pintu kamar Anggi.


Angga mencoba mendengarkan jawaban dari Anggi, tapi ia tak mendengar sepatah katapun. Ia lalu menempelkan daun telinganya dipintu. Barangkali Anggi sedang mengutukinya dari dalam kamar. Namun tak ada suara apapun.


"Hey! Kamu dengar nggak aku bilang apa barusan?" seru Angga dengan nada sedikit berteriak. Dan daun telinganya masih menempel dipintu.


Ceklek.


Mendengar suara pintu dibuka, Angga segera berdiri tegap.


"Ya. Aku mendengarmu." jawab Anggi sambil memalingkan wajahnya.


"Apa nunggu aku teriak-teriak kamu baru dengar?" tanya Angga ketus.


"Aku tadi di kamar mandi." jawab Anggi berbohong.


"Lain kali kalau kau berniat bikin sarapan, minimal buatlah tumis sayuran." kata Angga sambil menyedekapkan tangan.


"Ya. Aku ngerti." jawab Anggi singkat.


Lalu Angga pergi ke kamarnya untuk mengambil tas kerja. Sedangkan Anggi turun ke dapur.


Anggi membereskan nasi goreng dan teh yang ada dimeja. Saat melihat Angga turun dan menenteng tas, Anggi bergegas menghampirinya.


"Nanti kamu pulang jam berapa?"tanya Anggi sambil berdiri didepan Angga yang sedang duduk memakai sepatu vantofel-nya.


"Jam 5" jawab Angga singkat.

__ADS_1


"Mau aku masakin apa?" tanya Anggi lagi.


"Terserah." jawab Angga sambil berjalan keluar pintu.


"Tunggu !" pinta Anggi.


"Ada apa lagi sih ! Aku udah mau berangkat nih !" jawab Angga ketus.


Anggi berjalan mendekati Angga, diraihnya tangan Angga sebelah kanan.


Cup !


Anggi mengecup punggung tangan Angga. Angga yang merasa risih, segera menarik tangannya. Lalu ia mengusapkan bekas kecupan sang istri dicelana yang dipakainya. Merasa jijik.


Tanpa sepatah kata, Angga melangkah keluar rumah. Anggi hanya menatapnya dari pintu sembari tangannya mengepal erat menahan airmatanya.


Ingin rasanya ia melambaikan tangan dan tersenyum memberi semangat pada suaminya. Tapi, melihat perlakuan Angga, rasanya sesak didada.


*****


"Ah.. kayak mbak Amel nggak pernah jadi pengantin baru aja" ledek Angga yang sudah sibuk didepan komputernya.


"Mukanya fresh bener ya Mel." timpal Rudi.


"Iya. Banyak asupan pastinya" imbuh Amelia.


Dan merekapun saling timpal-menimpali ledekan pada Angga. Angga hanya sesekali menanggapi dan selebihnya membalas dengan senyum.

__ADS_1


*****


jam makan siang, Angga dan rekan-rekannya memilih delivery order melalui aplikasi. Sambil menunggu pesanan datang, mereka sibuk dengan ponsel masing-masing.


Terlihat Angga senyum-senyum menatap layar ponselnya. Ia tak sadar kalau rekan kerjanya memperhatikan tingkahnya.


"ciyee.. yang pengantin baru. Sibuk chat sama bini sambil senyam-senyum ndiri" sindir Rudi.


"bisa aja nih mas Rudi." Angga menanggapi sambil menyunggingkan senyumnya.


Sesaat kemudian, makanan pesanan mereka pun datang. Masing-masing memesan makanan yang berbeda. Amelia biasa pesan gado-gado, Rudi memesan ayam bakar, dan Angga memesan capcay.


Tring.


Ponsel Angga bunyi sekali, menandakan ada pesan masuk. Saat dibuka, ternyata pesan dari Anggi.


Anggi : Ngga, mau aku masakan apa buat makan malam?


Angga hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya. Kemudian ia meletakkan kembali ponselnya dan melanjutkan makan siang.


Tring.


Anggi : kamu mau sop atau kari ayam?


Sampai selesai makan siangpun, Angga enggak membalas peaan dari Anggi.


Tring.

__ADS_1


Anggi : kamu udah makan belum? nanti aku masak capcay aja ya?


Anggi masih terus mengirimi Angga pesan. Dan Angga pun masih enggak membalas pesan dari Anggi.


__ADS_2