
Namaku adalah Rey, aku merupakan seorang siswa sekolah menengah, aku tinggal sendirian di rumah peninggalan orang tua ku. Orang tua ku telah lama meninggal, oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan hidup ku aku bekerja sampingan.
Di rumah Hobi ku membaca novel dan bermain game. Di sekolah, aku tidak memiliki teman, aku sering ke atap sekolah untuk menenangkan diriku. Aku memiliki peringkat tertinggi di sekolahku, bisa di bilang aku ini jenius, meskipun Begitu tidak ada yang mau berteman denganku karena aku sering tidak mempedulikan teman sekelasku.
Di pagi yang cerah......
Sinar matahari yang mengenai wajahku membuatku terbangun, perlahan aku membuka mataku dan bangkit dari tidurku, aku kemudian pergi ke kamar mandi, setelah selesai mandi aku memakai seragam sekolah ku, aku berjalan keluar rumah.
Aku berangkat sekolah dengan berjalan kaki karena rumahku tidak terlalu jauh dari sekolah ku. Aku berjalan melewati gang yang selalu aku gunakan sebagai jalan pintas.
Di sekolah~~~~~~
Kriiiing....
Bel istirahat sudah berbunyi
Aku berjalan ke kantin membeli roti dan aku bersantai di atap sekolah seperti biasa. Angin disini sangat sejuk sampai membuat aku tertidur.
Saat aku terbangun, aku sudah berada di tempat yang sangat gelap. Sejujurnya aku sangat terkejut dengan kejadian ini, tetapi aku mencoba untuk tenang dan memahami situasinya. Aku mencoba memperhatikan keadaan sekitar, kemudian aku melihat sebuah cahaya.
"Apa itu?, coba ku periksa" batinku sambil berjalan ke arah cahaya tersebut.
Saat sampai di tempat cahaya tersebut aku melihat sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat banyak buku. Aku mencoba berkeliling melihat buku-buku yang ada di sini.
Ruangan ini sangat berdebu seperti telah ditinggalkan selama ratusan tahun, kemudian aku mengambil salah satu buku yang ada di rak, tetapi di dalam buku tersebut tidak tertulis apapun, aku mencoba mengambil buku yang lain, tapi sama seperti sebelumnya, di dalam buku itu tidak tertulis apapun
"Kenapa semua buku di sini kosong?" batin ku.
Kemudian aku memutuskan untuk berkeliling, saat berkeliling aku melihat sebuah peti emas di pojok ruangan, aku berjalan mendekati peti tersebut, karena penasaran aku perlahan membuka peti emas itu, tiba tiba keluar sebuah cahaya putih terbang dan memasuki kepala ku.
[Telah menemukan pemilik baru, mulai menyinkronkan
1%
10%
20%
39%
40%
57%
60%
70%
83%
90%
99%
100%
telah berhasil menyinkonkan dengan tubuh pemilik baru.
Selamat datang tuan!]
"Apa apaan suara itu, berisik sekali" ucap ku
[Memulai pembentukan kekuatan baru]
[Pembentukan ketahanan]
[Berhasil]
[Pembentukan energi sihir]
[berhasil]
[Memulai proses keabadian]
[berhasil]
[Memulai pemindahan]
Seketika kepala ku mulai terasa pusing, penglihatanku menjadi kunang-kunang, kemudian aku tidak sadarkan diri.
Aku perlahan membuka mata ku. Aku memegangi kepala ku karena kepalaku ku masih terasa pusing.
Aku mulai melihat pemandangan sekitar. Pemandangan yang sangat asing bagiku.
"Eh, ada apa ini?, apa yang terjadi?, di mana aku?, kenapa aku bisa berada di hutan?" ucapku
__ADS_1
"Tenang, coba ingat apa yang terjadi" pikir ku sambil mengingat apa yang terjadi.
"Hmm, aku tiba tiba berada di tempat yang gelap, kemudian.." gumam ku
"Aku melihat tempat seperti perpustakaan, lalu aku menemukan sebuah peti dan....." sambungku
\[Pemindahan berhasil\]
\[Selamat datang master\]
"Argh, suara ini lagi, siapa kau, bisa diam tidak!!?"
\[Maaf karena tidak memperkenalkan diri, aku merupakan sebuah system yang diciptakan untuk membantu master\]
"Ya sudah lah"
Aku pergi berjalan jalan untuk mencari kota, tapi sebelum itu aku ingin beristirahat sebentar, kemudian aku melihat sebuah danau dan aku berjalan ke pinggir danau untuk beristirahat sebentar.
Aku bersandar di bawah pohon yang ada di tepi danau, aku beristirahat sebentar untuk memulihkan tenaga ku. Setelah aku beristirahat kira kira 1 jam lama nya aku melanjutkan perjalananku.
Setelah lama berjalan,
aku melihat sebuah kerajaan, di gerbang masuk dijaga oleh 2 prajurit.
Aku berjalan menuju kerajaan tersebut.
"Tunggu sebentar, aku belum pernah melihat mu, tunjukan kartu identitasmu" ucap salah satu prajurit kepadaku.
"Oh tidak, aku lupa! biasanya kan selalu seperti ini di novel-novel yang ku baca" batinku.
"Begitu ya, baiklah ikut aku" ucap prajurit tersebut sambil menuju sebuah ruangan kecil.
Aku berjalan mengikuti prajurit itu, aku sampai di sebuah ruangan. Aku melihat pria paruh baya yang sedang duduk di kursi sambil meminum segelas teh.
"Ada apa Ralf, tidak biasanya kau datang ke sini?" ucap pria paruh baya tersebut.
"Dan..... siapa yang di belakang mu itu?" sambungnya lagi.
"Perkenalkan ini adalah Rey, dia baru datang dari desa untuk menjadi petualang" ucap Ralf.
"Nama mu Rey ya" ucap pria paruh baya tersebut.
"Iya nama ku Rey" ucapku.
"Sudah lama aku tidak kedatangan tamu, silahkan duduk terlebih dahulu" ucap pria paruh baya tersebut sambil mengambil sebuah papan batu.
Pria paruh baya tersebut meletakan papan batu di atas meja.
"Ini merupakan batu ajaib, letakan saja tangan mu di atas batu ini"
Aku pun meletakan tangan ku ke atas batu ajaib tersebut, batu ajaib itu tiba-tiba bercahaya emas. Setelah itu aku mengangkat tangan ku dan di batu ajaib tersebut terdapat tulisan yang tidak aku mengerti.
Pria paruh baya itu pun mengambil sebuah kartu kosong dan mendekatkan kartu tersebut ke arah batu ajaib sebelumnya. Terjadi sebuah kejadian yang mengejutkan, hanya dengan mendekatkan kartu tersebut ke arah batu ajaib, semua informasi yang tertulis di batu ajaib itu langsung tersalin ke dalam kartu.
"Ini kartu identitas mu, karena sudah lama tidak bertemu pengunjung, kau tidak perlu membayar dan jangan sampai hilang karena untuk membuatnya lagi kau harus membayar 1 koin perak" ucap pria paruh baya tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih, Kalau begitu aku pergi dulu" jawabku sambil keluar ruangan itu menuju kota.
Aku berjalan menelusuri kota untuk mencari guild petualang yang biasaya menjadi tempat para petualang mengambil misi, jika dilihat dari bangunannya, kota ini seperti kota pada abad pertengahan. Setelah beberapa lama aku berjalan, aku tidak menemukan guild petualang, aku mencoba bertanya kepada seseoarang.
Aku melihat seorang yang menggunakan zirah beserta pedang besar dipunggungnya, aku mencoba menghampirinya.
"Permisi" ucapku kepada orang yang mengenakan zirah beserta pedang di punggungnya.
"Ya, ada yang bisa ku bantu" jawab orang tersebut.
"Apakah kau tau dimana aku bisa menemukan guild petualang?" ucap ku
"Oh, kamu pendatang baru ya, tinggal lurus kedepan sana kemudian saat kamu melihat bangunan yang besar disana, di situ guild petualang" jawabnya.
"Terima kasih banyak" ucap ku.
Aku kemudian berjalan sesuai arahan yang diberikan orang tadi. Setelah beberapa lama berjalan aku melihat sebuah bangunan besar dengan lambang buah pinus yang sepertinya itu adalah guild petualang.
Aku berjalan memasuki bangunan tersebut. Terlihat banyak orang di dalam, suasana di dalam seperti sebuah restoran. Aku memperhatikan sekelilingku, aku melihat dua tempat yang sangat mencolok, yang pertama adalah papan tempat dimana misi di pasang dan yang kedua adalah meja resepsionis. Aku berjalan menuju meja resepsionis.
"Permisi, aku mau mendaftar sebagai petualang" ucapku.
"Ya, siapa namamu?" ucap resepsionis tersebut.
"Namaku rey" ucap ku.
Kemudian resepsionis itu mengeluarkan sebuah bola kristal.
"Letakan tangan mu di atas kristal ini untuk mengukur levelmu" ucap resepsionis tersebut.
"Level?"ucapku.
\[Benar, level merupakan sebuah tingkatan yang membedakan kemampuan seseorang, untuk sekarang level maksimal adalah 1000, sekarang master sudah level 1000\]
Aku langsung terkejut mendengar bahwa aku sudah level 1000. Kemudian aku mencoba meletakan tanganku ke atas kristal tersebut, kemudian kristal itu bercahaya dan memperlihatkan sebuah angka.
Aku penasaran kemudian aku lihat, ternyata aku juga tidak mengerti angka yang ada di dunia ini.
"Tuan, tuan level 1" ucap resepsionis tersebut.
"Haah!!?" batinku
"Sistem kenapa levelku 1"
\[Tidak di ketahui penyebab pasti, mungkin karena level master terlalu tinggi, karena level master terlalu tinggi jadi kristal itu tidak sanggup mengukur level master\]
"Jadi begitu ya" batin ku.
Kemudian resepsionis memberikan sebuah kartu kepadaku. Aku mengambil kartu itu dari tangan resepsionis, kulihat kartu ku di situ tertulis.
Nama: Rey
Level: 1
Job: ?
__ADS_1