
Aku tiba-tiba berada di sebuah lautan tanpa batas, tapi anehnya air di sini seperti cermin dan aku tidak tenggelam sama sekali.
Terlihat seseorang berjubah hitam yang mirip dengan orang yang membantuku sebelumnya, dia berjalan menuju arahku.
"Eh!!?, aku tidak bisa menggerakkan tubuhku" batin ku.
Aku merasa seperti ditahan, aku bahkan tidak bisa menggerakan jariku, orang tersebut semakin mendekat sementara aku tidak dapat bergerak, orang tersebut kemudian mengeluarkan sebuah aura yang aneh sambil mengangkat tangannya.
-
Cahaya matahari menerpa wajah ku, Aku perlahan membuka mata ku, aku melihat pepohonan di sekeliling ku, aku kebingungan, aku tidak tau aku ada dimana sekarang, aku pun bangun dan berjalan menelusuri hutan, tak lama kemudian terdengar suara teriakan meminta tolong, aku bergegas menuju arah suara tersebut untuk melihat keadaan.
Disana terlihat beberapa serigala yang berdiri di hadapan seorang gadis, tanpa berfikir panjang aku menggunakan sihir es dan membekukan serigala serigala tersebut. Kemudian aku berjalan mendekati gadis itu.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya ku kepada gadis itu
"Aku baik-baik saja, terima kasih karena sudah menyelamatkanku" jawabnya.
"Memangnya apa yang kau lakukan di tengah hutan begini" tanyaku.
"Aku sedang mencari bunga rosella" jawabnya.
"Bunga rosella?" aku bingung karena baru pertama kali aku mendengarnya.
"Ahh, mungkin kau tidak tau tapi di desa kami ada sebuah cerita, yang mana di situ di sebutkan bahwa ada bunga yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dan katanya bunga itu dapat di temukan di hutan ini" ucap gadis itu.
"Hmm, menarik, sistem bisakah kau jelaskan bagaimana penampilan bunga rosella?".
[Jawab, Rosella merupakan tanaman herbal yang tingginya dapat mencapai 0,5-3 meter. Batangnya bulat, tegak, berkayu dan berwarna merah. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur, pertulangan menjari, ujung tumpul, tepi bergerigi, pangkal berlekuk]
"Kalau begitu, dimana kita dapat menemukan tanaman tersebut"
[Bunga rosella biasanya dapat di temukan di dekat bukit]
__ADS_1
"Tu-tunggu dulu, jadi sekarang kita berada di dekat bukit?" tanya ku.
"Y-ya, benar kita sekarang berada di hutan yang berada di kaki bukit lima jari" ucap gadis tersebut.
"Bukit lima jari?, tapi tadi aku tidak melihat bukit di sekitar sini" aku terkejut mendengar kalau ternyata ada bukit di dekatku.
pemandangan di sekitar ku terlihat pepohonan dengan tanah yang datar, aku tidak dapat melihat bukit sama sekali.
"Ya sudahlah, akan ku pikir kan nanti saja"
Aku pun memutuskan untuk membantu gadis itu untuk mencari bunga rosella. Tak butuh waktu lama bagi ku untuk mencarinya dengan bantuan sistem. gadis itu bernama Lucia, ia mengajak ku ke desanya, Lucia merupakan anak baik yang di kenal oleh semua penduduk desa, ia memiliki karakter yang ramah, penyayang, dan pekerja keras.
Lucia mengajak ku ke rumahnya, di sana terlihat seseorang yang seperti dokter dan ibunya terbaring lemas, wajahnya terlihat pucat, Lucia bercerita kalau baru-baru ini ibunya sakit, ia sudah memberi tahu dokter di desa, tetapi dokter di desa juga tidak dapat menyembuhkannya, mungkin dokter di kota bisa menyembuhkannya, tetapi biayanya pasti mahal.
Dokter melihat Lucia yang putus asa, kemudian menceritakan tentang bunga rosella, karena itulah Lucia pergi ke hutan.
Dokter tersebut terkejut ketika Lucia menunjukan bunga rosella.
"Jadi kau mendapatkannya ya..." ucap dokter tersebut.
"Datuk Abas?, siapa sebenarnya orang ini, mengapa sistem hanya diam, ini sangat aneh, sebelumnya sistem tidak pernah seperti ini, apakah mungkin dia mengetahui darimana sistem ini berasal, dia mungkin juga mengetahui mengapa aku bisa berada di dunia ini"
"Ini sangat membingungkan" batinku.
Desa tempatku berada sekarang bernama Desa Kharaphan, desa ini terletak di kaki bukit lima jari, seperti yang Lucia bilang sebelumnya, rumah yang memiliki aura yang kuat itu merupakan rumah milik Datuk Abas.
Menurut Lucia Datuk Abas dikenal sebagai orang tertua yang berada di desa, tidak ada orang yang tau pasti berapa umurnya sekarang, yang mereka tau adalah umur Datuk Abas yang di bilang sudah lebih dari 100 tahun.
"Maaf sebelumnya, tetapi boleh kah aku tau nama mu" Tanya Lucia.
"Oh, jadi kau belum ku beri tau ya..."
"Perkenalkan namaku Rey" ucapku.
__ADS_1
"Rey, mengapa kau tidak menginap saja hari ini" tanya Lucia.
"Eh?, tapi kan...."
"T-tunggu, maksudku menginap dipenginapan di desa ini" ucap Lucia.
"Ah, jadi begitu, aku juga sedang kelelahan, mungkin aku akan menginap di desa ini" ucap ku.
"Kalau begitu tolong tunjukan dimana penginapan itu" ucapku.
"Baiklah" ucap Lucia.
Lucia pun menunjukan jalannya. Penginapan itu terlihat cukup sederhana, setelah melakukan pembayaran, aku pun naik ke ranjang ku.
"Jika ku lihat lihat, desa ini cukup banyak yang mengunjunginya, aku jadi penasaran" batinku.
Karena banyak hal yang ku pikirkan, tanpa sadar aku pun tertidur. Setelah beberapa saat aku terbangun karena suara ramai di luar, aku pun keluar untuk memeriksanya, di sana terlihat anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa berkumpul di depan sebuah rumah, rumah itu merupakan rumah Datuk Abas, aku penasaran kemudian bertanya kepada orang yang lewat.
Katanya Datuk Abas sering bercerita didesa ini saat malam hari, banyak warga desa yang tertarik dengan cerita yang dibawakan Datuk Abas, tidak sedikit orang dari desa lain datang untuk mendengarkan cerita dari Datuk Abas.
Aku pergi ke depan rumah Datuk Abas, di sana terlihat banyak anak-anak yang duduk didepan rumah Datuk Abas, aku juga melihat Datuk Abas duduk di teras rumahnya.
Aku sadar ternyata aura itu berasal dari Datuk Abas, Datuk abas pun mulai mengatakan sesuatu, Datuk Abas berkata agar warga desa dapat mengetahui dan mengikuti nilai nilai baik dalam cerita yang akan Datuk Abas ceritakan, setelah itu Datuk Abas mulai bercerita kepada anak anak.
Katanya dulu saat Datuk Abas masih berumur 15 tahun pernah terjadi suatu kejadian yang mengerikan di desa ini. Ceritanya dimulai pada saat pagi hari, Datuk Abas dan anak anak seumuran Datuk Abas akan pergi ke sungai untuk mandi dan bermain main bersama temannya, setelah selesai biasanya mereka pergi untuk membantu orang tuanya bekerja.
Ayahnya Datuk Abas merupakan seorang petani, Datuk Abas selalu membantu ayahnya mengurus pertaniannya. Jika sudah panen, hasil panennya akan di ambil sebagian untuk dimakan dan sisanya untuk di jual ke kota.
Setelah membantu ayahnya, Datuk Abas pergi bermain bersama teman-temannya, menjelang sore mereka pergi ke sungai untuk membersihkan badan. Tak seperti sekarang dulu anak-anak akan langsung pergi tidur saat malam hari.
Dirumahnya, Datuk Abas pergi kekamarnya kemudian tertidur. Keesokan harinya, tepatnya di saat subuh Datuk abas terkejut karena tiba-tiba dibangunkan dari tidur lelapnya.
ia membuka matanya dan melihat ibunya yang terlihat panik, Datuk Abas bingung kemudian bertanya "Ada apa ibu?", ibunya kemudian menarik tangan Datuk Abas dan membawanya ke suatu tempat.
__ADS_1
Disana terlihat banyak orang berkumpul, semuanya terlihat panik dan khawatir, di sana Datuk Abas juga melihat teman-temannya ikut berkumpul di sana, Datuk Abas pun menghampiri temannya dan bertanya tentang apa yang terjadi sehingga semua orang terlihat panik dan berkumpul di sini.
Teman temannya berkata "Abas, bagaimana mungkin kau tidak tau, kau seharusnya melihat makhluk yang aneh seperti hewan buas yang bertubuh besar kan, makhluk itu datang ke desa dan membunuh seluruh keluarga pak Corn yang mana membuat keributan di seluruh desa, kepala desa juga memberikan arahan untuk segera pergi ke dalam hutan di bukit". Datuk Abas terkejut mendengar perkataan temannya.