
"Sistem, bisakah kau menemukan penghalangnya?"
[Tentu, Penghalangnya bisa master temui mulai dari perbatasan hutan Feins]
"Hutan Feins?"
[Hutan itu merupakah hutan yang tumbuh karena keberadaan pohon dunia]
"Ooo... Jadi dimana aku bisa menemukannya?"
[Jika master berjalan 1 mil kedepan, master akan sampai ke hutan feins]
"Jadi begitu...."
Aku pun berjalan ke arah yang diberitau sistem. Dalam perjalanan, aku melihat banyak sekali hewan dan tumbuhan, mereka terlihat seperti hewan yang sangat jinak.
Aku juga melihat banyak bola cahaya terbang di sekitar hutan yang ku lewati. Aku bertanya kepada sistem, apa itu?, sistem memberitahu kalau itu merupakan sebuah roh alam.
Menurut sistem roh alam merupakan jiwa-jiwa dari berbagai makhluk hidup yang berkumpul sebelum masuk ke alam bawah, roh-roh tersebut berkumpul di sekitar pohon dunia, mereka akan dibersihkan kemudian pergi ke alam bawah dan di reinkarnasikan menjadi sebuah pribadi yang benar-benar baru.
Tetapi ada sebuah kemungkinan yang sangat kecil roh-roh tersebut memiliki ingatan semasa mereka hidup dulu.
Setelah berjalan selama beberapa saat, aku akhirnya sampai di perbatasan hutan feins.
"Jadi inikah penghalangnya?"
"Aku baru menyadarinya saat berada di dekat sini"
"Meskipun begitu, aku tidak dapat melihat penghalangnya dengan jelas"
"Sistem, bagaimana caranya supaya aku bisa masuk ke dalam penghalang ini?"
[...]
"Sistem!"
"..."
"Sepertinya sistem tidak mau menjawabnya lagi"
"Jika kulihat penghalang ini seperti sebuah gelembung dan juga ini penghalang yang terlihat cukup aneh"
"Bagaimana jika kuhancurkan saja penghalang ini?" batinku.
"Tunggu, tidak bisa begitu, hal ini mungkin saja akan mengganggu kehidupanku di benua elf"
"Pertama-tama aku akan menganalisis penghalang ini"
"Sistem!"
[Ya master!]
"Akhirnya kau menjawab juga"
"Bantu aku menganalisis pengalang ini"
[Pertama sebarkan sebagian dari energi sihir master hingga menyentuh penghalang, kemudian fokuskan pikiran master sehingga energi sihir master menyatu dengan pikiran master dan dapat merasakan]
"Akan ku coba" ucapku.
__ADS_1
Aku mencoba untuk mengikuti arahan dari sistem, aku menyebarkan energi sihirku ke sekitar penghalang kemudian menyatukan indraku dengan energi sihirku.
Sesaat setelahnya aku bisa melihat penghalang itu dengan sangat jelas, hal ini mengejutkanku karena didalam penghalang ini terdapat sihir ilusi.
Sihir ilusi yang terdapat dipenghalang ini kelihatan cukup kuat. Menurut analisisku, orang yang memasuki penghalang ini akan terkena sebuah ilusi, jika beruntung ilusi tersebut akan membawa orang keluar dari penghalang, jika tidak orang yang memasuki penghalang akan terjebak dalam ilusi jika tidak mampu memecahkan ilusinya.
"Jadi aku bisa langsung memasukinya ya..."
"Kalau begitu aku akan langsung masuk saja" ucapku.
Akupun berjalan memasuki penghalang tersebut. Tidak seperti yang kupikirkan, aku tidak terkena ilusi sama sekali, padahal aku sudah mempersiapkan berbagai rencana untuk menghancurkan ilusinya.
Aku terus berjalan menelusuri hutan feins karena ilusi itu sama sekali tidak mempengaruhiku. Aku merasa kalau energi sihir di sekitar menjadi semakin padat.
[Terdeteksi 4 makhluk hidup!]
"Eh!?"
"Siapa kau?" ucap seseorang yang muncul dari balik pohon.
"Elf?" batinku.
"Aku?, aku hanyalah petualang biasa dan...."
"Bohong!!, tidak mungkin seorang petualang biasa dapat menembus penghalang ini dengan semudah itu"
"Apalagi kau seorang manusia!" ucap elf tersebut.
"Fir!, Mundur!" ucap seorang elf kepada elf yang berbicara kepadaku.
"Dia bukanlah manusia, dia adalah makhluk tingkat tinggi"
"Apakah itu benar yang mulia!?" ucap Fir.
"Tunggu!?, apa maksudmu makhluk tingkat tinggi?" ucapku.
"Tidak salah lagi, dari energi yang keluar dari tubuhnya menunjukan kalau ia makhluk dari dimensi yang sama dengan para dewa"
"Bagaimana mungkin..." ucap Fir.
"Tunggu, berarti aku belum menyembunyikannya dengan sempurna dan juga, apa maksudnya itu, sama dengan para dewa?" batinku.
"Mohon maafkan kelancangan bawahanku" ucap elf tersebut sambil berlutut.
"Aku sebagai pemimpin dari seluruh elf akan lebih mendisiplikan bawahanku"
"Raja elf ya..."
Aku pun menatapnya dengan tajam kemudian mengangguk.
"Ah!, terimakasih banyak"
"Sebelum itu maafkan aku atas kelancanganku ini" ucap raja elf.
"Ada apa?" ucapku.
"Saya penasaran dengan sesuatu, jadi saya ingin menanyakannya" ucap raja elf.
"Silahkan" ucapku.
__ADS_1
"Apa yang membuat makhluk tingkat tinggi seperti anda datang ke tempat ini?" tanyanya.
"Aku.."
"Mungkin keadaan ini bisa kumanfaatkan" batinku.
"Sedang mencari pedang yang dijaga oleh ras naga abadi" ucapku.
"Ras naga abadi?"
"Saya pikir ras naga abadi hanyalah sebuah legenda, tetapi jika anda yang mengatakannya saya akan mempercayainya" ucap raja elf.
"Legenda?, bisakah kau menceritakan kepadaku?"ucapku.
"Dengan senang hati" ucap raja elf.
"Kalau begitu mari kita pergi kerumahku"
"Saya akan menceritakannya sambil berjalan kesana" sambung raja elf.
"Baiklah" ucapku.
Dahulu kala sebelum alam semesta ini diciptakan dewa pencipta alam semesta ini, ia menciptakan enam naga dengan elemen yang berbeda-beda, yaitu elemen es, api, angin, tanah, cahaya, dan kegelapan.
Kemudian dewa tersebut memberikan masing-masing naga tersebut sebuah pedang sesuai dengan elemennya, kemudian dewa tersebut membuat sebuah tempat yang didalamnya hanya ada kegelapan, lalu dimasukanlah keenam naga tersebut ke dalam tempat itu.
Saat masuk, naga kegelapan terlihat cukup mendominasi tempat tersebut, sang naga cahaya yang terlihat cukup terganggu kemudian menciptakan bintang-bintang untuk menerangi daerah tersebut.
Naga es, naga tanah, naga angin, dan naga api tak mau kalah, mereka bersatu membuat sebuat tempat untuk mereka berpijak yang disebut pusat alam semesta.
Setelah cukup lama berjalan akhirnya kami sampai. Ketika sampai aku sadar kalau elf disekitar melihatku dengan aneh. Tentu saja begitu, tiba-tiba ras yang mereka benci masuk ke wilayah mereka.
"Eh.. pohon dunia ini lebih besar jika dilihat dari dekat" batinku.
"Silahkah masuk" ucap raja elf membawaku masuk kerumahnya.
"O..ok"
"Untuk ukuran seorang raja, rumah ini cukup kecil" batinku.
Raja elf itupun membawaku masuk dan menyuruhku duduk dan menunggu di ruang tamu, raja elf terlihat seperti ingin mengambil sesuatu.
"Tempat ini benar-benar dipenuhi energi sihir" batinku.
"Maaf sudah membuat anda menunggu" ucap raja elf yang datang sambil membawa sebuah kotak.
"Apa yang kau bawa itu?" tanyaku.
"Ini adalah sesuatu yang telah diwariskan turun temurun"
"Menurut cerita dari leluhur kami, didalam ini terdapat sebuah peta yang menunjukan lokasi kelima pedang dewa, mungkin saja itu pedang yang anda cari"
"Tetapi kotak ini disegel dengan sebuah kekuatan yang sangat kuat"
"Sampai saat ini belum ada yang dapat membuka segelnya" ucap raja elf.
Akupun mengambil dan memerisa kotak tersebut, setelah ku periksa aku mengetahui kalau kotak tersebut terbuat dari kayu yang di ambil dari pohon dunia.
Untuk segelnya, itu terlihat cukup rumit. Aku memutuskan untuk memasukkan energi sihirku ke dalam segelnya, aku cukup terkejut karena sesaat setelah aku memasukan energi sihirku ke dalam, segelnya langsung terlepas.
__ADS_1