Another World : Adventure In Another World

Another World : Adventure In Another World
Kejadian di Desa Pulto


__ADS_3

"Sistem!, bukankah sebelumnya kau bilang kalau level puncak adalah level 1000, dari cerita Selina, kenapa hanya level 100 sebagai level puncaknya?" tanyaku kepada sistem.


[Ya, master memang benar level puncak yang bisa di raih manusia adalah level 1000, orang orang di dunia ini hanya level 100 sebagai puncaknya di karenakan energi mana yang tidak mencukupi, tetapi dengan bantuan inti monster platinum, mereka dapat menembus level 101]


"Jadi begitu ya" ucapku.


Tiba-tiba aku teringat dengan pedang yang ku pesan sebelumnya, aku pun memutuskan untuk pergi ke pandai besi.


"Alberth, aku akan pergi dulu" ucap ku.


"Huh?, mungkin kah dia punya urusan penting?" batin Alberth.


"Baiklah" ucap Alberth.


Aku pun berlari menuju pandai besi tempat ku meminta membuatkan pedang. sama seperti sebelumnya, aku melihat pria berotot sedang menempa perlengkapan.


"Oh!, kau sudah datang, tunggu sebentar aku akan mengambil pedangnya terlebih dahulu" ucap pria berotot itu.


Beberapa saat kemudian...


"Ini dia, semoga sesuai keinginan mu karena ini pertama kalinya aku menempa katana" ucap pria berotot itu.


Aku pun mengambil pedang itu dari pria berotot tersebut.


"Pedang ini sedikit lebih berat dari pada yang ku bayangkan, dan sepertinya pedang ini cukup mudah digunakan" batin ku.


"Ini hasil tempaan yang bagus, pedangnya sangat cocok untukku" ucap ku.


"Kalau begitu syukurlah" ucapnya.


"Ini bayarannya" ucapku sambil memberikan 5 koin perak dan 10 koin perunggu.


Kemudian aku keluar dari toko pandai besi tersebut.


"Sekarang masih tersisa 22 koin perak dan 90 koin perunggu, sebaiknya ku simpan saja terlebih dahulu" batinku.


Aku kemudian datang ke guild petualang untuk menemui Alberth dan yang lainnya karena sebelumnya aku meninggalkan mereka secara tiba-tiba.


Saat sampai di guild petualang, aku tidak melihat Alberth, begitu juga dengan Alex dan Selina, aku pun mencoba bertanya kepada resepsionis.


"Apakah kau tau kemana Alberth pergi?" tanyaku kepada resepsionis itu.


"Alberth?" ucap resepsionis tersebut.


"Temanku yang menggunakan pedang besar dipunggungnya itu serta rambutnya yang berwarna putih kehitaman" ucapku.


"Ohh itu, baru saja dia tadi mengambil misi bersama dengan teman temannya" ucap resepsionis itu.


"Misi?, kenapa mereka tidak menungguku terlebih dahulu" batinku.


"Misi apa yang dia ambil?" tanyaku.


"Dia pergi ke desa Pulto untuk membantu mengusir goblin yang mengganggu warga desa" ucap resepsionis tersebut.

__ADS_1


"Goblin lagi?" batin ku.


"Bisakah kau memberitau ku dimana desa Pulto ini berada?" tanyaku.


"Desa Pulto letaknya agak jauh dari kerajaan Eurusia, kau tinggal lurus saja mengikuti jalur di gerbang timur kerajaan ini"


"Terimakasih atas informasinya, kalau begitu aku pergi dulu" ucapku.


Aku pun pergi ke desa Pulto melalui jalan yang di beritahu oleh resepsionis itu. Setelah berjalan beberapa, aku melihat ada sebuah desa yang sepertinya itu adalah desa Pulto, dan desa tersebut seperti desa mati, tidak ada satu pun orang yang terlihat didesa tersebut.


Aku pergi masuk kedalam desa Pulto dan mencoba melihat apakah masih ada orang di sekitar, saat aku melihat salah satu rumah yang ada di desa Pulto tidak ada orang di dalam nya begitu pula rumah yang selanjutnya.


"Apakah ini benar benar desa Pulto?, mungkin saja aku salah jalan" batinku.


Tiba tiba ada sebuah tangan yang memegang pundakku aku pun berbalik kebelakan dan ternyata itu adalah seorang kakek tua.


"Mengejutkanku saja kakek ini, oh iya!, mungkin kakek ini tau tentang desa Pulto" batinku.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya kakek itu.


"Aku hanya sedang mencari desa Pulto, apakah ini desa Pulto?" tanyaku.


[Benar, ini adalah Desa Pulto]


"Kenapa baru kau beri tau sekarang?!!"


[Jawab, karena master tidak bertanya]


"Ada apa?" tanya kakek itu.


"Tidak apa apa, tapi kemana penduduk desa ini" tanyaku.


"Ini dimulai dari 1 bulan yang lalu saat monster goblin datang kedesa ini, meskipun penduduk desa ini tidak terluka, tetapi beberapa bayi dan anak-anak berhasil di bawa kabur oleh para goblin, kami pun menutuskan untuk membuat permintaan pembasmian goblin ke guild petualang" ucap kakek itu.


"Selama 3 minggu kami menunggu dan belum ada petualang yang datang, selama tiga minggu itu sudah banyak anak anak yang di bawa pergi oleh goblin, penduduk desa ini mulai memutuskan untuk pergi ke tempat lain" sambung si kakek.


"Kalau begitu mengapa kakek tidak ikut pergi besama penduduk desa yang lain?" tanya ku.


"Aku di lahirkan dan dibesarkan di desa ini, desa ini telah meninggalkan banyak kenangan, jadi aku akan tetap tinggal disini selama sisa umurku" ucap kakek itu.


"Apakah sebelumnya ada petualang yang datang!?" tanyaku.


"Memang benar sebelumnya ada beberapa petualang datang yang katanya akan menyelesaikan misi membasmi monster goblin" jawab kakek tersebut.


"Seperti apa petualang yang datang?" tanya ku.


"Sebelum kau sampai di sini ada 3 orang yang datang, 2 laki laki dan 1 perempuan, apakah mereka temanmu?" tanya kakek itu.


"Sepertinya itu memang mereka" batin ku.


"Lalu kemana mereka pergi?" tanya ku.


"Mereka........" ucap kakek itu terpotong.

__ADS_1


Sfx : Duarrrrrr


Muncul suara ledakan dari jauh secara tiba tiba.


"Apa itu!!!?" ucapku.


"Meraka pasti di sana dan sepertinya mereka sedang bertarung" batin ku.


"Kalau begitu aku pergi dulu" ucapku.


"Berhati-hatilah" ucap kakek itu.


Aku pun berlari menuju ke tempat ledakan berasal, saat sampai disana aku melihat sesuatu yang saat itu sangat mengejutkanku.


Beberapa menit lalu di tempat Alberth dan yang lainnya berada~


"Alex serang belakangnya!!!" ucap Alberth yang sedang menahan serangan Goblin king.


"Baik" jawab Alex.


Kemudian Alex berlari ke belakang goblin king dan melompat ke arah punggung goblin king lalu mengayunkan pedangnya yang di lapisi sihir api Selina.


Alex berhasil melukai goblin king tersebut, tetapi hanya menghasilkan luka kecil.


"Ini hanya menggoresnya saja, kalau seperti ini terus kita akan kalah!" ucap Alex.


"Sepertinya aku hanya bisa mengalahkannya menggunakan ultimate skill ku saja" batin Alberth.


Kemudian Alberth mempersiapkan kuda kudanya.


"Alex menjauh!!!" teriak Alberth.


Alex pun melompat menjauh dari gobling king.


"{ULTIMATE SKILL} PENGHANCUR GUNUNG!!!!!" Teriak Alberth, kemudian mengayunkan pedangnya yang kemudian menghasilkan kekuatan yang meruntuhkan gua, sesaat sebelum gua runtuh Selina menggunakan sihir pelindung.


-


"Sepertinya goblin king itu sudah mati" ucap Alex.


"Serangan tadi menghabiskan seluruh energi ku, pertarungan ini sangat melelahkan" ucap Alex.


"Sisa mana ku juga habis digunakan untuk sihir pelindung ku tadi, tunggu!! coba lihat itu!!" ucap Selina.


"Ada apa?" ucap Alberth.


Terlihat sesuatu muncul dari balik asap.


"I-itu goblin king!!, dia masih hidup" ucap Alex.


"Kupikir kita sudah bertambah kuat sehingga bisa mengalahkan goblin king ini, tetapi sepertinya aku masih tidak memiliki kekuatan yang cukup...." Batin Alex.


Goblin king itu pun dengan cepat menyerang Alberth dan yang lainnya yang sedang kelelahan, dan tidak ada satupun dari mereka yang selamat.

__ADS_1


__ADS_2