
Ketika sampai di tempat kejadian, aku terkejut ketika melihat tubuh Alberth, Alex, dan Selina yang berlumuran darah.
"Sistem, cepat periksa apakah mereka masih hidup"
[Jawab, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan, bisa dipastikan mereka sudah mati]
"Apa!!?"
"Siapa yang membunuh mereka!!?"
[Jawab, terdeteksi individu goblin king, diperkirakan goblin king yang sudah membunuh mereka]
"Tunggu, kenapa aku menjadi emosional seperti ini, bukankah aku baru saja bertemu dengan mereka, pikirkan saja itu nanti, aku harus memberikan mereka pemakaman yang lebih layak terlebih dahulu" ucapku.
-Di kediaman Marquis Eugene-
"Siapa yang sudah membunuh putraku!!!?" teriak Marquis Eugene.
"Tuan tenanglah, apa yang terjadi!?" tanya salah satu prajurit.
"Batu kehidupan putraku rusak, itu tandanya putra ku pasti telah meninggal!!!, cepat kirim prajurit untuk menyelidiki kematian putraku!!" teriak Marquis Eugene.
[Batu kehidupan adalah batu yang dapat memberitahu hidup atau matinya target, untuk menggunakannya sangat mudah, yaitu dengan menyalurkan energi sihir ke dalam sihir, dengan begitu hidup dan mati orang yang menyalurkan sihir ke batu tersebut akan bisa di amati, jika orang tersebut mati, batunya akan pecah]
Kemudian Prajurit Marquis Eugene pergi ke hutan tempat Alex meninggal.
Kembali pada tempat ku berada.
Saat itu aku sedang mempersiap pemakaman untuk mereka bertiga, tiba-tiba datang goblin king yang langsung menyerangku, tentu saja aku yang sudah mengetahui itu menggunakan sihir untuk mengalahkannya.
Aku membayangkan energi sihir yang ku kumpulkan menjadi 1 titik yang kecil, kemudian kulepaskan energi itu ke arah goblin king itu, tak seperti yang ku perkirakan, tubuh goblin king tersebut hilang tak bersisa.
"Eh? tak kusangka kekuatannya sampai seperti ini" batin ku.
Tentu saja prajurit Marquis Eugene yang melihat ledakan itu terkejut dan mempercepat langkahnya, dan saat tiba ditempatku berada, terjadi kesalahpahaman.
"Ini...., cepat tangkap pembunuh itu!!" teriak prajurit sambil menunjukku.
"Eh!?" aku bingung.
"Apa apaan ini??"
"Di lihat dari situasinya, sepertinya mereka mengira kalau aku membunuh Alex" batin ku.
"Tu-tunggu!, kalian sepertinya salah paham!" ucap ku.
Tetapi mereka tidak mendengarkanku dan menangkapku, karena aku tidak mau membuat masalahnya menjadi lebih besar, aku hanya bisa pasrah.
Prajurit Marquis Eugene membawaku untuk Di interogasi. Kemudian aku dikirim kepenjara sambil menunggu hukuman yang akan diberikan kepadaku.
Malam hari di dalam penjara.....
"Malangnya nasibku, sekarang aku tidak boleh bertindak gegabah, sepertinya hukumannya tidak berat, aku tidak akan melawan" batinku
"Mana mungkinlah hukumannya ringan!, aku sudah di tuduh membunuh Alex, putra seorang bangsawan, aku harus melarikan diri"
"Sistem, tunjukan bagaimana cara agar aku bisa melarikan diri dari sini" ucapku.
__ADS_1
[Master dapat melarikan diri dengan menggunakan sihir ledakan]
"Maksudku beritahu aku bagaimana cara melarikan dari sini tanpa ketahuan"
[Mencari solusi...]
[Ditemukan, master dapat menggunakan sihir tembus pandang]
"Oke, cepat beritahu aku bagaimana cara menggunakannya!"
[Silahkan lihat buku petunjuk di bawah ini]
"Oooh, jadi seperti ini"
'Kendalikan angin disekitar, kemudian kumpulkan angin di sekitar tubuh, dan Menyatu dengan angin'
"Waah!, jadi seperti ini sihir tembus pandang"
"Saatnya keluar"
"Tunggu, bagaimana caranya keluar dari penjara ini!!?"
[Master dapat menggunakan sihir tembus tembok]
"Cepat beritahu aku caranya"
[Saat ini level belum mencukupi untuk mengakses informasi ini]
"Tunggu, apakah ada level yang lebih tinggi dari level 1000"
"Bukankah saat itu kau bilang level paling tinggi adalah 1000"
[Saat ini level belum mencukupi untuk mengakses informasi ini]
"Sepertinya aku harus memikirkan solusinya sendiri" ucapku.
"Pertama aku akan membuat klon diriku disini, setelah itu aku harus membuat penjaga tertidur dulu dengan sihir tidur, kemudian aku akan menggunakan sihir tembus pandang, lalu aku akan melelehkan pintu penjara dengan sihir, setelah itu ku perbaiki lagi dengan sihir pembuatan" batinku.
Aku membuat klon diriku, kemudian aku mengangkat tanganku dan mengumpulkan sihir di telapak tanganku, lalu ku arahkan energi sihir tersebut kepada penjaga di sekitar, penjaga pun tertidur.
"Bagus, sepertinya berjalan dengan baik" ucap ku.
"Selanjutnya aku akan melelehkan pintu penjara ini" ucapku.
Dengan sihir api tingkat 4 aku dapat melelehkan pintu tersebut, lalu aku pun keluar dari penjara dan memperbaiki pintu tersebut.
"Dengan begini aku bisa keluar dari sini dengan aman"
Aku pun berjalan mencari jalan keluar.
"Sepertinya ini penjara bawah tanah"
Kemudian terdengar suara langkah kaki.
Aku pun mencoba memerikasa siapa kah itu, ternyata itu adalah penyihir level 75 bersama dengan ksatria level 50.
"Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu" batinku.
__ADS_1
Aku mendekati mereka untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Bagaimana menurutmu tentang pembunuhan putra Marquis Eugene?" tanya si penyihir kepada ksatria.
"Kalau menurutku....." ucapan ksatria terpotong.
"Siapa itu!!?, aku dapat merasakan energi sihirnya" ucap si penyihir secara tiba tiba.
"Gawat, sepertinya aku ketahuan" batinku.
Dengan cepat si penyihir menembakan bola api ke arahku, dengan cepat aku membatalkan sihir tembus pandang dan menghindarinya.
"Menyerahlah" ucap penyihir tersebut sambil mengeluarkan sihir yang berbentuk bola yang besar.
"Tuan penyihir, bukankah dia adalah orang yang akan di hukum mati?" ucap si ksatria.
"Apa!!, hukuman mati!!?" batin ku.
"Sepertinya terpaksa aku harus membuat keributan" batinku.
Akupun berencana membuat ledakan agar dapat melarikan diri tetapi tiba tiba seseorang berjubah hitam muncul di depanku, kemudian orang itu memegang tanganku, sesaat setelah orang tersebut memegang tangan ku, aku tiba tiba berada di depan sebuah rumah di sebuah hutan.
"Tunggu!, siapa kau? dimana ini?" tanyaku kepada orang tersebut.
Tetapi dia tidak menjawab dan hanya menunjuk ke rumah yang ada di depan ku, kemudian dia menghilang.
Aku melihat ke rumah yang di tunjuk orang tersebut, aku pun mencoba memasuki rumah tersebut.
"Permisi..."ucapku sambil membuka pintu.
kulihat di dalam rumah sangat sunyi.
"Sepertinya tidak ada orang" batin ku.
"Apa maksud orang itu!!?"
"Tiba-tiba muncul dan menghilang begitu saja"
"Haah, lupakan" ucapku menghela nafas.
"Lebih baik aku memeriksa ruangan sekitar terlebih dahulu" ucapku.
Aku pun berjalan memperhatikan sekitar. Ruangan disekitar sini terlihat sangat bercahaya, lantainya bersih dan tidak ada satu pun debu. Jika aku membuat diriku dalam keadaan fokus, aku bisa merasakan energi sihir yang sangat melimpah di sekitar sini.
Aku melanjutkan untuk melihat-lihat, kemudian tanpa sengaja aku melihat sebuah buku di atas meja, aku pun menghampiri buku tersebut.
Sampul buku tersebut terlihat seperti permata, karena tertarik aku mengambil buku tersebut, tiba tiba sebuah cahaya muncul dan menyilaukan mataku.
"Di mana ini...." ucapku melihat ruangan di sekitarku yang aneh.
Aku tiba-tiba berada di sebuah lautan tanpa batas, tapi anehnya air di sini seperti cermin dan aku tidak tenggelam sama sekali.
Kemudian terlihat seseorang berjubah hitam yang mirip dengan orang yang membantuku sebelumnya, dia berjalan menuju arahku.
"Eh!!?, aku tidak bisa menggerakkan tubuh ku" batinku.
Aku merasa seperti ditahan, aku bahkan tidak bisa menggerakan jariku, orang tersebut semakin mendekat sementara aku tidak dapat bergerak, orang tersebut kemudian mengeluarkan sebuah aura yang aneh sambil mengangkat tangannya.
__ADS_1