Another World : Adventure In Another World

Another World : Adventure In Another World
Kerajaan Artemia dan Putri Kerajaan Calmira


__ADS_3

"Sekali lagi kuucapkan terima kasih, kalau kau tidak ada di sini mungkin aku sudah mati" ucap seorang pedagang.


"Yah itu tidak masalah, aku juga kebetulan lewat"


"Terima kasih juga karena sudah mengizinkanku untuk ikut bersamamu" ucapku.


Beberapa saat sebelumnya—


Aku sedang berjalan menuju ke kerajaan Artemia. Saat dalam perjalanan aku melihat seseorang pedagang yang di serang oleh bandit.


Akupun menolongnya kemudian bertanya dimana Letak kerajaan Artemia, kebetulan pedagang tersebut juga sedang menuju ke kerajaan Artemia.


"Bisakah kau mampir dulu ketempat ku nanti, aku mau berterima kasih dengan benar" ucap si pedagang.


"Tidak masalah, tapi..."


"Ah!, lihat kita sudah sampai di ibu kota kerajaan Artemia" ucap si pedagang.


Sebuah tembok besar terlihat mengelilingi kota, sebuah kota yang besar dan makmur.


"Kulihat ini seperti sebuah festival" ucapku.


"Ya, menurut kabar yang ku dengar, raja telah melakukan ritual pemanggilan pahlawan, dan rakyat disini sepertinya sedang merayakannya"


"Pahlawan ya..."


"Kita telah sampai di rumah ku" ucap si pedagang.


"Eh!?" aku terkejut melihat rumah yang seperti istana.


"Silahkan masuk" ucap si pedagang mengajak ku masuk kerumahnya.


Baru saja masuk ke rumahnya, aku sudah melihat barang barang mewah, sepertinya pedagang ini merupakan pedagang besar.


"Maaf sudah membuat mu menunggu"


Si pedagang itu terlihat membawa kotak berbentuk persegi panjang kemudian ia membukanya, terlihat sebuah pedang yang terlihat sangat kuat.


"Karena kau terlihat seperti pengguna pedang, jadi aku akan memberikan ini sebagai ucapan terima kasih karena telah menyelamatkanku"


Karena pedagang itu terlihat sangat serius, jadi aku memutuskan untuk menerima pedang yang diberikannya, ia juga memberikan ku uang yang jumlah nya cukup banyak.


Aku pun berpamitan kemudian pergi ke sebuah toko untuk membeli topeng, karena ada sebuah kemungkinan identitasku di ketahui.


Setelah itu aku pergi ke guild petualang untuk mendaftar ulang untuk memperkecil kemungkinan aku ketahuan.


Sama seperti sebelumnya aku di suruh mengukur levelku, karena aku sudah melihat level dan skillku melalui sistem aku memutuskan untuk menggunakan kemampuanku untuk membuat ilusi agar identitasku tidak ketahuan.


Nama: Shadow Mask


Level: 20


Job: penyihir


"Oh level mu cukup tinggi" ucap resepsionis.


"Ini di kartu petualang mu, jangan sampai hilang, kalau hilang kau harus membayar 1 perak untuk membuatnya kembali"


"Eh, baiklah"

__ADS_1


"Dan untuk tingkat petualang dibagi menjadi 7 peringkat..."


Menurut penjelasan resepsionis, Petualang di bagi menjadi 7 peringkat yaitu peringkat F, E, D, C, B, A, dan S.


Peringkat F \= Level 1 sampai 10


Peringkat E \= Level 11 sampai 25


Peringkat D \= Level 26 sampai 45


Peringkat C \= Level 46 sampai 65


Peringkat B \= Level 66 sampai 75


Peringkat A \= Level 76 sampai 85


Peringkat S \= Level 86 sampai 90


Menurut resepsionis, hanya terdapat puluhan petualang dengan peringkat A di seluruh dunia, sedangkan untuk peringkat S hanya terdapat 5 orang di seluruh dunia.


Entah kenapa saat dulu aku mendaftar aku tidak mendengar ini.


"Aku dengar kalau pemanggilan pahlawan telah di lakukan baru baru ini" tanya ku kepada resepsionis.


"Ya, raja iblis telah menginvasi beberapa wilayah, karena terpaksa kerajaan ini memutuskan untuk memanggil pahlawan, dan sepertinya itu berhasil"


"Raja iblis ya.."


"Ku pikir kemungkinan aku di panggil kedunia ini untuk mengalahkan Raja iblis, tetapi sepertinya bukan, lalu mengapa aku dipanggil kedunia ini?" batinku.


Akupun keluar dari guild petualang kemudian berjalan jalan untuk melihat sekitar kota, aku kebetulan melihat sebuah gang, sepertinya itu merupakan tempat kumuh.


Seseorang menggunakan tudung berlari keluar dari gang itu dan tanpa sengaja menabrak ku.


ORANG ITU KARENA ITU MUNGKIN AKAN


MEMEMPENGARUHI MASA DEPAN


MU 」


Sebuah pemberitahuan sistem tiba tiba muncul, itu cukup mengejutkan karena ini pertama kalinya sistem seperti ini. Karena itu saran dari sistem aku memutuskan untuk menyelamatkannya.


Meskipun aku tidak melihat siapapun selain orang itu, tetapi aku dapat merasakan kalau ada seseorang yang sedang mengawasiku.


Aku pun berlari ke sebuah gang dan menggunakan teleportasi, aku berteleportasi ke luar kota.


"Jadi..... mengapa kau tadi menyuruhku menyelamatkannya?" tanyaku.


[Saat ini level master masih belum cukup untuk mengakses informasi ini]


"Tunggu, kalau begitu, bukankah aku masih bisa meningkatkan levelku?"


"Jadi bagaimana caranya agar aku bisa meningkatkan levelku?"


"T-tuan penyelamat..."


"Eh, tunggu aku lupa kalau kau juga ada di sini" ucap ku.


"Aku tidak terlalu paham tentang apa yang kau bicarakan tapi...."

__ADS_1


"Eh, jadi dia mendengar yang ku bicarakan dengan sistem tadi ya" batinku.


"Tapi apa?" tanya ku.


Orang itu membuka tudungnya, meskipun kotor tapi ia masih terlihat sangat cantik seperti seorang putri. Kemudian ia mengeluarkan sebuah buku dan memberikannya kepada ku.


Buku yang di berikannya sangat aneh, bukunya sangat tebal tetapi beratnya seperti kapas.


[Item kelas dewa: sihir dasar terdeteksi]


[Memulai penyerapan]


"T-tunggu! apa ini"


Buku itu seperti terserap masuk ke dalam kepalaku rasanya kepalaku seperti tersiram air.


"Tunggu, mengapa aku merasa seperti tidak ada yang berubah?"


[Silahkan master fokus kepada pikiran anda]


Meskipun aku tak percaya tetapi tetap kulakukan. Aku akhirnya dapat menyadarinya, sebuah pengetahuan yang sangat rumit yang mungkin mustahil ku pahami bila hanya membaca dari buku.


"Jadi, dari mana kau mendapatkan buku itu" tanyaku.


"Sebelum itu, perkenalkan namaku Alice"


"Jadi mengenai pertanyaan tuan penyelamat sebelumnya, buku ini di berikan oleh ayah ku kepadaku, saat itu pemberotakan terjadi dan Ayahku menyuruhku pergi membawa buku ini dan sekantong uang, ayah ku menyuruhku untuk memberikan buku ini kepada orang yang menyelamatkan ku" Ucap Alice.


"Eh!?, bagaimana kalau orang yang menyelamatkanmu itu memiliki niat tersembunyi?!" batinku.


"Jadi kau ini seorang putri?" tanya ku.


"Ya aku adalah putri dari kerajaan Calmira"


"Hmm, jadi benar dia seorang putri, sepertinya ia juga dikejar oleh seseorang, tapi mengapa mereka mengejar putri sampai sejauh ini?" batinku.


"Sepertinya hari sudah mulai gelap, mari kita pulang ke kota terlebih dahulu" ucapku.


Aku pun menggunakan skill invisible ku kepada Alice karena mungkin akan merepotkan jika nanti di minta tentang identitasnya.


Sesampainya dikota aku pun pergi ke penginapan bulan yang disarankan oleh si pedagang, sepertinya penginapan di sini lebih mahal dari pada penginapan di kota sebelumnya.


Aku menyewa 2 kamar selama 1 minggu. Di dalam kamar aku mengeluarkan pedang yang diberikan oleh pedagang sebelumnya dari ruang penyimpananku.


Pedang itu terlihat seperti dibuat dari es.


"Sistem apakah kau tau nama pedang ini"


[Pedang ini merupakan pedang yang tercipta dari lotus es di pegunungan es di utara, pedang ini bisa membekukan hal yang di tebas nya]


"Aku kan menanyakan nama pedangnya, bukan asalnya"


[Nama : Pedang naga es]


"..."


"Tapi ini aneh, kenapa aku tidak merasakan hawa dingin sejak tadi?"


[Di pedang itu terdapat sebuah segel yang membuat pedang itu menjadi seperti pedang hias bagi yang tidak mengetahuinya]

__ADS_1


Aku pun meletakan pedang itu kedalam ruang penyimpananku. Selanjutnya aku memeriksa pengetahuan yang kudapat, saat memeriksanya aku terseret ke sebuah ruang spiritual.


"Sepertinya kau sudah mendapatkan bukunya" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul.


__ADS_2