Another World : Adventure In Another World

Another World : Adventure In Another World
Kerajaan Calmira


__ADS_3

Raja elf berlari mendatangi ruanganku, kulihat ekspresinya sedang panik, nafasnya terengah-engah, kemudian raja elf bertamya kepadaku.


"Apakah anda baik-baik saja?" tanya raja elf.


"Ya, aku baik-baik saja" ucapku.


"Memangnya ada apa?" tanyaku kepada raja elf.


"Tadi saya merasakan gelombang energi sihir yang besar dari ruangan ini, gelombang itu menyebar keseluruh kerajaan elf dan menciptakan gempa yang cukup kuat" ucap raja elf.


"Eh!, benarkah?" ucapku.


Aku langsung bergegas keluar dari rumah raja elf untuk melihat kondisi disekitar, aku terkejut ketika melihatnya, aku melihat banyak retakan ditanah, bahkan sampai ada pohon yang roboh.


"Apakah ledakannya menembus penghalang serta dimensi yang ku buat hingga membuat kerajaan elf sampai jadi seperti ini?"


[Jawab, kekuatan ledakannya cukup untuk menghancurkan penghalang yang diciptakan master tetapi masih belum cukup untuk menghancurkan sebuah dimensi]


"Lalu kenapa ledakannya mempengaruhi tempat ini?" tanyaku kepada sistem.


[Dikarenakan perbedaan waktu didimensi yang master buat dengan dunia luar terlalu jauh membuat dimensi melemah dan hancir secara perlahan, sehingga ledakan dari sihir master mampu menembus dimensi itu]


"Jadi intinya dimensi yang kubuat belum cukup kuat untuk menahan perbedaan waktu sebesar itu" batinku.


"Tuan, ada apa?" ucap raja elf yang datang menghampiriku.


"Tidak ada apa-apa, aku ingin bertanya apakah ada korban jiwa dari kejadian ini?" tanyaku kepada raja elf.


"Untungnya tidak ada korban jiwa dari kejadian ini" jawabnya.


"Memangnya apa yang terjadi sebelumnya?" tanya raja elf.


"Itu... itu hanyalah ledakan yang dihasilkan dari sihirku" ucapku.


"Sungguh kekuatan yang luar biasa" ucap raja elf.


"Apa yang sedang anda lakukan sehingga membuat ledakan seperti itu?" tanya raja elf.


"Aku hanya sedang bereksperimen dengan sihirku"


"Maaf kalau sudah merepotkanmu" ucapku


"Tidak tidak, saya sudah sangat berterima kasih karena anda mengunjungi tempat ini" ucap raja elf.


"Kalau begitu aku akan memperbaiki tempat ini" ucapku.


Aku mengangkan tanganku kemudian mengayunkannya kebawah, dalam sekejap, kondisi tanah yang retak serta rumah pohon yang roboh kembali seperti semula, seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

__ADS_1


"I-ini, sungguh menakjubkan!" Ucap raja elf terkagum melihat hal yang kulakukan.


"Karena urusanku disini sudah selesai, aku akan segera pergi" ucapku.


"Anda sudah mau pergi, Kalau begitu biarkan saya mengantarkan anda" ucap raja elf.


"Tidak perlu" ucapku.


Akupun berteleportasi ke hutan yang berada didekat kerajaan Calmira yang berada di benua manusia. setelah berteleportasi aku pergi berjalan menuju kerajaan Calmira.


Kulihat dari kejauhan tembok besar yang mengelilingi kerajaan Calmira, akupun memasuki ruang dimensiku untuk menemui Alice, di dalam ruang dimensiku, aku melihat Alice sedang membaca buku yang kuberikan dulu sambil memakan kue yang ada di atas meja.


Alice yang melihat aku masuk langsumg datang menghampiri aku.


"Lama tidak bertemu" ucap Alice.


"Rian!" Ucap Alice memanggil Rian.


"Ada apa Alice?" ucap Rian yang baru keluar dari ruang simulasi.


"Jadi kalian sudah akrab ya" ucapku.


"Ya begitulah, setelah setahun sejak aku mengenal Rian" ucap Alice.


"Begitu ya, waktu di dalam dimensi ini juga terpengaruh sihirku saat itu" batinku.


"Aku sudah cukup mahir menggunakan kemempuan dari jobku" jawab Rian.


Akupun mencoba untuk melihat status Rian, saat kulihat disitu tertulis.


Nama : Rian


Job : Pedagang, Magic swordsman


Level : 50


STR : 47


INT : 20


VIT : 44


AGI : 40


DEX : 38


Skill : Tebasan vertikal, Tebasan ganda, Tebasan berapi, Tebasan Spiral, Badai pedang, Pembelah gunung, Pedang jatuh, Ilusi pedang, Mata Pedang, Aura pedang.

__ADS_1


"Hebat juga dia dapat menguasa skill sebanyak ini tanpa arahan khusus, terutama mata pedang dan aura pedang, itu merupakan skill yang cukup sulit untuk dikuasai" batinku.


"Bagaimana kalau kita menguji kemampuanmu" ucapku.


"Menguji kemampuanku?" ucap Rian.


"Ya, kau akan bertarung melawanku" ucapku.


"Eh!?, mana mungkin aku bisa menang melawanmu" ucap Rian.


"Menang atau kalah itu tidak penting, aku hanya ingin melihat kemampuanmu" ucapku.


Rian pun setuju untuk bertarung melawanku, kemudian aku membuat sebuah pembatas yang mengelilingi aku dan Rian.


"Kau bisa menyerang duluan" ucapku.


Rian dengan cepet menyerang aku dengan pedangnya, aku menangkis serangan Rian menggunakan penghalang kemudian mendorong Rian kebelakang dengan sihir kemudian menyerang Rian dengan menembakan bola api yang cukup besar.


Rian yang melihat bola api mengarah kepadanya menggunakan skill tebasa ganda sehingga membuat bola api yang kutembakan terbelah lalu Rian melanjutkan serangannya, Rian mengayunkan pedangnya kearahku dan terciptalah sebuah badai dari pedangnya.


Aku menjentikan jariku dan seketika badai tersebut langsung menghilang. Saat aku melihat Rian, ia di kelilingi cahaya. Tiba-tiba muncul sebuah pedang di belakang ku, aku mengabaikannya karena aku sudah mengetahui kalau pedang itu hanyalah ilusi, aku mengayunkan tanganku, Rian terlempar cukup jauh hingga menabrak pembatas yang kubuat setelah kuayunkan tanganku.


"Cukup!" ucapku.


Kemudian aku menghilangkan pembatas yang kubuat dan menyembuhkan Rian dengan sihirku, lalu mengajak Rian dan Alice keluar dari ruang dimensiku.


Setelah keluar, Alice terkejut karena melihat kerajaan Calmira.


"I-ini, Ayah!, benar ayah masih ada dikerajaan ini, aku harus menyelamatkan ayah!" ucap Alice.


"Tenang dulu, aku ingin melihat keadaan didalam kerajaan saat ini" ucapku.


"Aku akan menggunakan sihirku untuk mengubah penampilanku" sambungku.


Saat itu aku hanya menggunakan sihir ilusi untuk menutupi penampilan Alice, tetapi sekarang aku akan mengubah warna rambut yang awalnya berwarna pirang menjadi perwarna perak dan matanya yang berwarna biru kuubah menjadi berwarna merah cerah.


Untuk Rian, aku tidak mengubah penampilannya karena wajahnya tidak dikenali oleh orang banyak. Kami pun pergi berjalan ke gerbang masuk kerajaan Calmira.


Disana terlihat 4 orang prajurit yang berjaga di gerbang masuk, saat ingin memasukinya aku tidak diminta untuk menunjukan kartu identitasku, padahal aku sudah membuatkan kartu identitas palsu untuk Rian, mereka meminta sejumlah uang sebagai biaya masuk ke kerajaan Calmira.


Aku pun memberikan sejumlah koin perak dan prajurit itu mempersilahkan kami masuk. Kulihat kerajaan ini memiliki cukup banyak kerusakan, mungkin ini bekas dari pemberontakan yang dikatakan Alice.


Aku terus berjalan mengelilingi kerajaan bersama Alice dan Rian, sesekali kami mampir untuk membeli makanan.


Setelah lama berkeliling aku mendapat berbagai informasi tentang kerajaan ini, menurut informasi yang kudapat kerajaan ini sangat sejahtera dibawah kepemimpinan raja yang dulu yaitu ayahnya Alice, tetapi sejak pemberontakan terjadi dari salah satu bangsawan banyak kerusakan terjadi bahkan sampai merenggut beberapa nyawa rakyat kerajaan Calmira.


Bangsawan itu berhasil dalam pemberontakannya dan mengambil tahta kerajaan, ayahnya Alice dimasukan ke penjara bawah tanah bersama dengan para prajurit setianya.

__ADS_1


Setelah pemberontakan selesai bangsawan itu sadar kalau sudah terjadi banyak kerusakan dan meninggikan pajak untuk perbaikan kerajaan, banyak rakyat tersiksa karena harus membayar pajak yang sangat tinggi. Jadi begitulah keadaan kerajaan Calmira saat ini.


__ADS_2