Another World : Adventure In Another World

Another World : Adventure In Another World
Kerajaan Iblis 2


__ADS_3

"Rajaku, ada apa?" tanya Gardolf.


"Untuk sekarang, aku akan melihat lihat kerajaan ini"


"Apakah anda memerlukan pemandu?" tanya Gardolf.


"Aku tidak memerlukannya"


"Baiklah, kalau ada yang ingin anda tanyakan, tanyakanlah kepadaku"


Aku melihat kota yang sangat damai dan ramai, di sini aku juga melihat ras beastman, mereka terlihat sangat rukun dengan ras iblis.


Karena pada dasarnya penampilan ras manusia dan iblis mirip, jadi aku dapat berjalan dengan santai di kerajaan ini.


Di suatu tempat di kerajaan Artemia


"Fire ball!" ucap pahlawan (B).


Bola api muncul di tangannya, kemudian ia menembak kan nya ke target yang telah di sediakan.


"Oh! seperti yang di harapkan dari pahlawan" ucap seorang prajurit.


"Mungkin ini belum seberapa jika di bandingkan dengan keduan pahlawan lainnya" ucap pahlawan (B).


"Aku tidak tau apakah aku bisa membantu mengalahkan raja iblis nantinya" ucap pahlawan (B).


Kembali ke kerajaan iblis


"Ma-maaf t-tuan, apakah tuan mau membeli bunga ini" ucap seorang anak kecil yang memegang beberapa ikat bunga.


"Sepertinya ada juga anak-anak dari ras yang kesusahan sampai harus berjualan bunga seperti ini" batin ku.


"Ba-"


"Tunggu, apakah mata uang yang digunakan kerajaan ini sama dengan kerajaan manusia?" batinku.


"Baiklah, berapa harganya"


"2 koin perunggu untuk satu ikatnya"


"Sepertinya uang yang di pakai sama" batinku


"Ini dia" ucap ku sambil menyerahkan uangnya.


"!#!%!&"


"Suara apa itu" batinku.


Aku memperhatikan sekitarku, tetapi aku tidak menemukan satu pun hal mencurigakan.


Sebuah suara seperti terompet tiba tiba menggema di seluruh penjuru kota.


"Gawat, pasukan ras manusia datang menyerang!"


"Eh, bukankah ini seperti kebalikannya, dicerita novel yang ku baca, seharusnya ras iblis yang menyerang, tapi mendengar cerita yang di ceritakan Gardolf itu sepertinya tidaklah aneh"


Para penduduk kota terlihat sangat santai, aku tau mengapa mereka terlihat santai, pasti karena mereka mengetahui perbedaan level dari raja iblis dan manusia.

__ADS_1


Raja iblis memiliki level yang di perkirakan mencapai 300, sedangkan jendralnya yang terlemah memiliki level 100, saat mengetahui level mereka aku sempat bingung mengapa mereka tidak ikut mengalahkan monster yang memiliki inti monster platinum.


Saat ku tanyakan, mereka bilang, beberapa ras iblis level tinggi dibunuh dan raja iblis serta para jendralnya tersegel oleh pahlawan masa lalu.


"Hooh!, itu jendral raja iblis, kita berhasil menghalau pasukan ras manusia" ucap para warga.


"Eh, bukankah ini sangat cepat, ini bahkan tidak sampai satu menit"


"Sepertinya perbedaan levelnya terlalu jauh"


Jika mereka sekuat itu, bagaimana mungkin mereka bisa disudutkan oleh ras manusia, apakah ini karena pahlawan.


Aku punya teori kalau ras manusia bersama dengan pahlawan menyerang ras iblis saat raja iblis tersegel.


Meski begitu aku tetap merasa kalau yang jahat disini adalah ras manusia.


"Tunggu, apakah aku ini ras manusia?"


"Sistem, apa rasku sekarang?"


[...]


"Karena sistem hanya diam, sepertinya rasku bukan manusia"


"Aku masih tidak tau kenapa raja iblis memanggilku raja"


"Apakah mungkin aku adalah leluhur iblis yang kehilangan ingatan!?"


"Bagaimana mungkin bisa seperti itu" batinku.


"Pahlawan ya, aku menantikan pertemuan kita"


Setelah cukup melihat suasana di sekitar akupun pergi menemui raja iblis


"Aku akan pergi dulu, jika sudah saatnya aku akan kembali membatu kalian" ucap ku kepada raja iblis.


Aku pun berangkat ke gunung utara yang terletak di perbatasan antara benua manusia dan benua elf untuk untuk melewati ujian dari naga es. Karena sudah lama Alice dan si pahlawan itu di dalam ruang dimensi ku, aku membuka ruang dimensi ku.


"Tuan Rey!" ucap Alice.


"Oh, Alice, apakah Rian sudah sadar?"


"Ya, dia sudah sadar"


"Terima kasih karena sudah menyelamatkanku" ucap Rian.


"Sepertinya kau belum tau apa yang baru saja kau dapat kan" ucap ku.


Aku pun menggunakan sihir penciptaan untuk membuat bola kristal yang digunakan untuk mengukur status.


"Silahkan letakan tangan mu disini" ucapku.


Status


Nama : Rian


Job : Pedagang, magic swordsman

__ADS_1


Level : 1


"Magic swordsman?" tanya Rian.


"Itu job untuk pengguna pedang dan sihir, kau juga bisa menggunakan pedang dan sihir di saat bersamaan" ucap ku.


"I-ini, terima kasih banyak, aku tidak tau bagaimana harus membalas kebaikanmu" ucap Rian.


"Sistem, tolong buatkan ruang simulasi disini"


Ruang simulasi merupakan sebuah skill yang ku temukan saat di kerajaan iblis, dengan ruang ini, aku bisa membuat simulasi pertempuran dengan berbagai monster, penyihir dan pendekar pedang.


Waktu di ruang simulasi berjalan lebih cepat dengan dunia nyata, satu hari di dunia nyata sama dengan 2 hari di ruang simulasi.


Setelah membuat ruang simulasi aku keluar dari ruang dimensi ku kemudian melanjutkan perjalanan ke utara.


Setelah beberapa saat, aku menemui sebuah desa kecil, aku memutuskan untuk berkunjung ke desa tersebut.


"Siapa kau?!" ucap penjaga desa.


"Aku adalah seorang petualang yang sedang menuju gunung di perbatasan benua"


"Aku melihat ada desa di sini dan memutuskan untuk membeli beberapa persediaan"


"Tolong tunjukan kartu petualang mu" ucap penjaga desa.


"Baiklah, sepertinya tidak ada masalah" ucapnya setelah melihat kartu petualangku.


"Kenapa kalian terlihat begitu waspada?"


"Akhir-akhir ini terjadi peperangan antara ras manusia dan ras iblis, itu membuat banyak monster liar datang ke desa ini. Beberapa minggu yang lalu ada orang yang aneh datang kedesa ini kemudian diam-diam merampas persediaan kami"


Aku pun membeli sedikit bahan pangan di desa itu kemudian pergi meninggalkan desa itu.


Dalam perjalanan aku aku juga beberapa kali masuk ke ruang dimensi ku untuk melihat Alice dan Rian. Hari sudah mulai gelap, aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam ruang dimensi ku dan beristirahat.


"Baiklah, kali ini aku akan memasuki ruang spiritual dari buku yang Alice berikan sebelumnya" batinku.


「Apakah anda ingin memasuki ruang


spiritual dari buku ini?


Ya Tidak 」


"Ya!"


Aku pun memasuki ruang spiritual dari buku tersebut. Seperti nya kali ini aku juga tidak dapat mengalahkan mereka, tetapi sekarang aku bisa tetap menjaga kesadaran ku saat memasuki ruang spiritual.


Aku pun terus mengulanginya hingga pagi, semua usaha ku akhirnya membuah kan hasil, sekarang aku dapat mengalahkan 10 goblin.


Saat aku keluar dari ruang dimensi ku aku melihat seseorang yang terlihat seperti elf, ia sedang duduk di atas batu bersama dengan hewan hewan yang mengelilinginya.


"Tunggu, apakah itu adalah elf?"


"Saat melihatnya secara langsung ini terasa sangat menakjubkan"


Aku pun mencoba menghampiri elf tersebut, saat mendekat, para hewan berlari dengan ketakutan, awalnya aku pikir aku mengejutkan mereka tetapi ternyata aku salah, seekor monster muncul, monster itu mengeluarkan aura yang lebih mengerikan daripada raja iblis.

__ADS_1


__ADS_2