
"Rey!!"
"Huh?, ini... aku berada di kelas?"
"Bukan kah aku akan melewati ujian..."
"Rey! jangan melamun saja, cepat selesaikan ujianmu"
"Oh benar aku harus cepat cepat menyelesaikan ujianku"
sfx : kring kring
"Akhirnya selesai juga" ucap ku.
"Oi coba lihat si kecambah ini"
"Aku merasa kali ini dia pasti punya banyak uang"
"Kebetulan sekali sekarang aku juga perlu uang"
"Cepat serahkan semua uang mu"
"t-tapi ini untuk...."
"Kau sudah berani melawan!!"
"Sepertinya pelajaran yang ku berikan kemarin masih kurang"
"Preman sekolah itu berulah lagi ya..." batinku.
"Mereka selalu saja membuat keributan di sekolah, hanya karena orang tua mereka memiliki status yang tinggi sekolah malah membiarkan mereka berbuat seenaknya"
"Mereka dengan mudahnya bilang selama dia tidak membunuh seseorang itu tidak masalah" batinku.
"Lebih baik aku langsung pulang saja"
Aku pun memasukan peralatan yang ku gunakan ke dalam tas ku setelah itu aku langsung pulang ke rumahku seperti biasanya.
Seperti biasa aku pergi ke tempat kerja ku setelah pulang sekolah saat aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku aku pulang kerumah, karena aku tinggal sendirian jadi aku memasak sendiri makananku.
Setelah makan aku pergi ke kamarku untuk membaca novel. Saat malam biasanya aku bermain game. Begitulah kehidupan yang ku jalani setiap harinya.
-
"Rey!!"
"Huh?, ini... aku berada di kelas?"
"Bukan kah aku seharusnya sudah..."
"Rey! jangan melamun saja, cepat selesaikan ujian mu"
"Oh benar aku harus cepat cepat menyelesaikan ujianku"
-
-
"Rey!!"
"Huh?, ini... aku berada di kelas?"
"Bukan kah aku seharusnya sudah..."
"Rey! jangan melamun saja, cepat selesaikan ujianmu"
"Tunggu aku merasa ada yang salah" batinku.
"Rey! apakah kau mendengarkanku"
__ADS_1
"Benar! aku ingat sekarang! sekarang aku sedang melewati ujian dari naga es"
"Jadi sekarang aku harus memikirkan bagaimana agar aku lepas dari ilusi ini"
"Mungkin aku akan mencoba cara ini"
-
"Selamat kau berhasil lolos dari ketiga ujianku"
"Aku khawatir kau tidak akan bisa menyelesaikannya" ucap naga es.
"Jika bukan karena kepintaran ku, pasti aku tidak akan menyadarinya" ucapku.
"Tunggu, dia khawatir?" batinku.
"Seperti yang ku janjikan sebelumnya, aku akan melepaskan segel yang terdapat di pedang ini"
"Sebagai tambahan aku juga akan memberitahu mu sesuatu" ucap naga es.
"Oh, apa yang ingin kau beritahu?"
"Setelah ini kau akan mengumpulkan ke lima pedang yang tersisa"
"Lima?"
"Kami ras naga abadi di tugaskan oleh pencipta alam semesta ini untuk menguji orang yang memiliki pedang pedang itu"
"Sebelum ras iblis dan beastman di ciptakan, pencipta alam semesta ini membuat 6 pedang dengan elemen yang berbeda di setiap pedangnya"
"Elemen es, api, angin, tanah, cahaya, dan kegelapan"
"Dan kami berenam akan menguji kelayakan orang yang mendapatkan pedang itu"
"Siapa yang kau maksudmu dengan pencipta alam semesta?"
"Lalu kenapa tidak ada elemen air, tapi malah menggunakan elemen es?" tanyaku.
"Untuk kedua pertanyaan itu aku tidak menjawabnya sekarang" ucap naga es.
"Kenapa?"
"Sekarang kau tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengetahuinya" ucap naga es.
"Kalau begitu kau pasti bisa mebjawab pertanyaan ketigaku kan?"
"Karena suatu alasan pedang dengan elemen air tidak di ciptakan"
"Jika kau ingin menggunakan elemen air kau bisa memakai kedua pedang api dan es secara bersamaan"
"Sebelumnya aku juga ingin menanyakannya, siapa yang berada di samping mu itu?" tanyaku.
"Akhirnya kau menanyakannya"
"Kalau begitu akan ku beritahu, akulah pencipta dunia yang bernama spathier ini"
"Eh!!?"
"Meski kau bilang kau berkata seperti itu, tapi kau tidak kelihatan seperti pencipta dunia ini" ucapku.
"Apa aku memang kelihatan seperti itu?"
"Apapun itu aku tidak peduli, tetapi jangan bertengkar disini" ucap naga es.
Meski aku berkata begitu, sebenarnya aku tau kalau dia tidak berbohong karena aku merasa sedikit tertekan saat berada di dekatnya dan sepertinya saat mengujiku sebelumnya dia menekan kekuatannya menjadi selevel dengan ku.
"Sebenarnya aku masih ingin menanyakan banyak hal, tapi karena aku tau kalau aku masih tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mengetahuinya"
"Jadi sekarang aku akan meningkatkan kekuatanku serta mengumpulnya kelima pedang yang tersisa"
__ADS_1
"Kalau begitu aku pergi dulu"
Kali ini aku bisa mendapatkan pedang es karena sebuah kebetulan, aku tidak tau bagaimana aku akan menemukan kelima pedang yang tersisa.
"Sistem, apa kau bisa menjawabku?"
[Ya master, apakah ada yang bisa ku bantu]
"Aku merasa saat ini kau terasa sedikit berbeda dari kau yang sebelumnya"
[Saya tetap sama saja, itu mungkin hanya perasaan master saja]
"Tidak salah lagi, sistem benar benar berubah"
"Aku mau menanyakan sesuatu"
"Apakah kau tau dimana letak kelima pedang elemen yang tersisa?"
[Informasi ini belum dapat di akses]
"Sepertinya aku hanya bisa mencari sendiri kelima pedang itu"
Di hutan selatan kerajaan Artemia
"Bagus!, sekarang aku naik level lagi" ucap Rudi (Pahlawan A).
"Sekarang aku sudah level 25, bagaimana dengan kalian?" Sambungnya
"aku level 20" ucap Rin (Pahlawan B).
"kalau aku 22" ucap Lia (Pahlawan C)
"Seperti yang di harapkan dari tuan pahlawan" ucap seorang ksatria yang menemani mereka.
"Ini bukanlah apa apa jika di bandingkan dengan level ksatria di istana" ucap Rudi.
"Tapi aku akan terus berusaha untuk menaikan levelku agar aku bisa mengalahkan iblis-iblis yang kejam itu" Sambungnya
"Yang di ucapkan Rudi benar, kami akan membantu kalian untuk mengalahkan raja iblis" ucap Rin.
"Bagaimana kalau kalian beristirahat dulu"
"Benar juga, kita sudah cukup lama berada di hutan ini, sekarang kita akan kembali" ucap Rudi.
-
"Karena aku sudah mengunjungi benua iblis, sekarang aku akan pergi ke benua elf"
"Apakah yang kulihat sebelumnya itu ras elf sungguhan?"
"Aku benar benar tidak sabar untuk menemui mereka" ucapku.
Aku terbang ke arah benua elf, aku merasa kalau energi kehidupan di benua ini terasa lebih banyak jika di bandingkan dengan benua manusia.
Setelah terbang selama satu jam, aku menyadari kalau tidak ada satu pun elf yang terlihat, yang ku lihat di sepanjang jalan hanyalah pepohonan.
"Kenapa aku hanya melihat pohon di benua ini? dan mengapa tidak terlihat satu pun elf berada di benua ini?"
"Sistem, apakah kau tau ras elf sekarang berada ada dimana?"
[Ras elf berada di benua elf]
"Aku tau itu, tapi kenapa aku tidak melihat elf di sini?"
[Pada umumnya ras elf merupakan ras yang mencintai alam, mereka juga sangat tertutup dengan dunia luar.]
[Dulu ras elf tidak menutup diri seperti ini. Karena salah satu ras elf yang tiba tiba di culik oleh ras manusia, raja elf menjadi marah, tetapi saat itu raja elf hanya memberi peringatan saja. Karena itu pula ras manusia tidak terlalu peduli dan menculik lebih banyak ras elf, beberapa untuk di jadikan penelitian dan yang lainnya di jadikan budak untuk di jual]
[Raja elf ingin menyerang ras manusia, tetapi ia sadar kalau ia tak mampu mengalahkan ras manusia, kalau ia memaksakannya mungkin saja ras elf akan musnah, oleh karena itu raja elf memutuskan untuk membuat ruang tersegel di benua elf, hanya orang yang di izinkan oleh raja keajaan elf saja yang dapat memasukinya]
__ADS_1