Another World : Adventure In Another World

Another World : Adventure In Another World
Tugas Dari Raja


__ADS_3

"Apa kau bilang?, raja memanggilku?!"


"Aku tak menyangka kalau akan ketahuan secepat ini" batinku.


"Tenanglah, raja memanggilmu karena aku telah menceritakan tentang dirimu ke raja" ucap si pedagang.


"Syukurlah, sepertinya aku masih belum ketahuan, dan juga ini masih salahku karena tidak menyuruhnya merahasikan itu" batinku.


"Baiklah aku mengerti" ucapku.


"Kalau begitu aku pamit dulu" ucap si pedagang.


Seperti yang pedagang bilang sebelumnya, aku pergi ke istana sang raja, tentu saja aku tidak membawa Alice ikut, karena aku punya firasat disana mungkin akan terjadi sesuatu.


Aku telah sampai di depan gerbang istana, di sana terlihat beberapa penjaga yang menjaga gerbang.


"Berhenti di situ!" teriak penjaga.


"Siapa kau dan apa tujuanmu di sini?" sambungnya.


"Panggil saja aku shadow, aku disini atas panggilan dari raja"


"Jadi kau orang yang di tunggu yabg mulia, kalau begitu silahkan lewat" ucap penjaga.


Aku pun berjalan masuk, disana datang seseorang yang memanduku menuju ketempat dimana raja berada.


Aku melihat raja duduk di singgasana, aku merasa ada sesuatu yang salah dari sang raja.


"Akhirnya kau datang juga shadow mask, perkenal kan aku adalah raja dari ke..."


"Cukup, tak perlu basa basi, langsung ke intinya saja" ucap ku memotong ucapan raja.


"Lancang sekali kau kepada yang mulia!" teriak para prajurit sambil mengarahkan senjatanya ke arah ku.


"Berhenti"


"Kenapa aku tadi tiba tiba mengucapkan hal seperti itu?" batinku.


"Karena kau orang yang berterus terang aku akan langsung ke intinya, salah satu bawahan raja iblis membuat kekacauan di kota utara, jadi aku ingin kau mengalahkannya" ucap raja.


"Bukankah kalian telah memanggil pahlawan, mengapa tidak kau suruh saja pahlawan itu mengalahkannya?" ucapku.


"Ya, memang benar kami telah memanggil pahlawan, tetapi saat ini pahlawan masih belum memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkannya"


"Dan juga aku mendengarkan kalau kau telah mengalahkan 2 beruang api biru dengan mudah, aku yakin kau pasti sanggup mengalahkannya" ucap raja.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membantu" ucapku.


"Akhirnya aku bisa mengucapkan apa yang ingin ku ucapkan, tapi mengapa tadi aku tiba-tiba mengatakan itu" batinku.


Sampai saat ini aku masih belum mengetahui sesuatu yang di miliki raja. Aku pun pergi dari dari istana dan kembali ke penginapan.


"Apakah ada sesuatu yang terjadi saat kau bertemu dengan raja" tanya pemilik penginapan.


"Tidak terjadi apa-apa, oh iya, bagaimana dengan Silvia?"


"Silvia sedang tertidur di kamarnya" jawab pemilik penginapan.


"Jika Silvia nanti silvia telah bangun, beritahu kepadanya kalau aku menunggunya di toko peralatan" ucapku.


Akupun pergi ke toko peralatan dan membeli beberapa barang untuk Alice, setelah beberapa waktu, Alice datang menemuiku.


"Kau datang di waktu yang tepat, kau coba ini" ucapku sambil memakaikan peralatan sihir kepada Alice.

__ADS_1


"Kau terlihat cocok memakai itu"


"Te-terima kasih"


"Kalau begitu mari kita berangkat"


"Kita akan kemana sekarang?" tanya Alice.


"Kita akan pergi ke kota utara"


"Sepertinya aku juga akan pergi menemui naga es" batinku.


"Sampai saat ini aku masih belum naik level, mungkin saat melawan pasukan raja iblis nanti aku bisa naik level" batinku.


Aku pergi berjalan keluar dari kota, jika ku rasa sudah cukup jauh, aku pun terbang membawa Alice agar aku dapat sampai di kota utara.


"Tuan Rey, coba lihat di bawah" ucap Alice di tengah tengah perjalanan.


"Seperti seseorang sedang di serang segerombolan serigala"


"Mari kita turun"


Di sana terlihat beberapa serigala biru sedang memojokan seorang pemuda.


"T-tunggu!, itukan.."


"Ada apa tuan Rey, apakah dia kenalan mu?"


"Bukan, aku tidak mengenalnya, hanya saja..."


Itu tidak salah lagi, baju itu, pasti ia pemuda tersebut berasal dari dunia yang sama dengan ku.


Aku pun menarik pedangku kemudian menebas seluruh serigala biru itu dengan kecepatan suara.


"Alice, cepat periksa orang itu"


"Alice, apakah kau bisa menyembuhkannya?"


"Maaf, tapi dengan kekuatan ku sekarang, aku tidak dapat menyembuhkannya" Jawab Alice.


"Begitu ya, biar ku coba sesuatu"


Aku mengarahkan tangan ku ke pemuda itu kemudian menggunakan sihir penyembuhan tingkat tinggi kepadanya.


"Ini berhasil!" batin ku.


"Tunggu, tuan Rey bagaimana kau bisa menggunakan sihir itu?"


"Apakah itu aneh?" tanya ku.


"Kalau hanya sekedar sihir penyembuhan tingkat rendah, itu tidaklah mustahil bagi penyihir, tapi jika sihir penyembuhan tingkat tinggi, itu hanya job healer yang bisa menggunakannya" jawab Alice.


"Kenapa bisa begitu?"


"Jika melatih teknik sesuai job, perkembangannya akan lebih cepat, tetapi jika melatih teknik yang tidak sesuai dengan job, perkembangannya akan 100 kali lebih lambat daripada melatih teknik yang sesuai dengan job yang kita punya" jawab Alice.


"Jadi begitu ya, tunggu!, aku melupakan tentang keberadaan job di dunia ini" batinku.


"Tuan Rey, orang ini telah bangun"


"Siapa kau!?" teriak pemuda tersebut.


"Sebelum ku jawab itu aku akan coba menanyakan sesuatu kepadamu" ucap ku kepada pemuda itu.

__ADS_1


"Siapa namamu?, kenapa kau ada disini? dan dari mana kau berasal?"


"Namaku Rian, a-aku berasal dari desa di utara, dan aku sedang pergi berjalan ke kota"


"Jangan berbohong, aku tau kau itu pasti berasal dari bumi!"


"A-apa!?, bagaimana kau bisa mengetahuinya?" ucap Rian terkejut.


"Jadi benar ya"


"Sebaiknya kita tidak membicarakan itu di sini" ucapku sambil membuat sebuah ruang dari sihir dimensi.


"A-apa itu!?" ucap Rian terkejut melihatnnya.


"Tak perlu banyak bertanya dan masuk lah"


Kami bertiga pun kedalam ruangan tersebut, sepertinya penciptaanku berhasil, aku juga telah menambahkan kursi dan meja, aku juga tidak lupa menambahkan beberapa perabotan lain di dalamnya.


"Baiklah, kita duduk terlebih dahulu" ucapku.


"Jadi, mengapa kau berada di dunia ini?"


"Sebenarnya aku di panggil ke dunia ini sebagai pahlawan, tetapi karena aku mendapatkan job yang tidak berguna, aku di usir"


"Tapi, mengapa kau bisa mengetahui kalau aku berasal dari bumi?" tanya Rian.


"Sepertinya untuk sekarang aku tidak akan memberitahunya dan Alice" batinku.


"Sebenarnya, kakekku pernah bercerita kalau ia memiliki seorang kenalan yang berasal dari bumi dan baju yang ia kenakan mirip dengan baju yang kau pakai sekarang"


"Tuan Rey, apa maksudmu dia berasal dari bumi?" tanya Alice.


"Kau bisa menganggap bumi merupakan tempat pahlawan tinggal sebelum di panggil ke dunia ini" jawab ku.


"Jadi begitu ya, aku baru pertama kali mendengar bumi, tak pernah tercatat dalam sejarah kalau pahlawan yang dipanggil itu berasal dari bumi" ucap Alice.


"Tentu saja hal itu tidak akan kalian ketahui, karena informasi seperti itu hanya di ketahui oleh raja yang melakukan ritual pemanggilan pahlawan" batinku.


"Jadi, job apa yang kau dapat kan?" tanyaku kepada Rian


"A-aku mendapatkan job pedagang" jawab Rian.


"Eh!?"


"Memang benar kalau ilmu berdagang tidak berguna dalam pertempuran melawan raja iblis"


"Tapi bagaimana mungkin pahlawan mendapatkan job pedagang?" ucapku.


"Aku sendiri juga tidak mengetahuinya" jawab Rian


"Sebenarnya aku memiliki sebuah cara untuk membuat mu menjadi lebih kuat" ucapku.


"Benarkah!?"


"Tapi mungkin cara ini sangat menyakitkan untukmu"


"Bagaimana caranya!?" ucap Rian.


"Baiklah" ucapku menerimanya karena Rian terlihat sangat yakin dengan pilihannya.


"Sistem bisakah kau melakukannya sekarang?"


[Tentu]

__ADS_1


"Kalau begitu, sistem silahkan mulai"


[Memulai seni rahasia : penciptaan energi baru]


__ADS_2