
"Ini, monster ini memiliki level 400!"
"Bagaimana mungkin ada monster yang memiliki level setinggi ini?"
"Sepertinya aku masih kekurangan pengetahuan tentang dunia ini" batinku.
"Aku akan langsung membunuhnya saja dengan skillku"
"INSTANT DEATH!"
Sebuah skill yang bisa membunuh target dalam hitungan detik, skill ini dapat di gunakan jika pengguna memiliki level 1,5 kali lebih tinggi dari target.
Monster yang ku jadikan target itu langsung lenyap. Elf yang duduk di atas batu terlihat sangat ketakutan.
"Maaf, apakah kau baik baik saja?" tanya ku kepada elf tersebut.
"S-siapa kau!"
"Aku seorang petualang yang kebetualan melewati daerah ini"
"Ti-tidak mungkin, k-kau pasti bukan seorang petualang, makhluk apa kau sebenarnya?!"
"Apa maksudmu?"
"Energi sihir yang berada di sekitar tubuhmu jelas menunjukan kalau kau itu bukan manusia dan juga bukan iblis"
"Tunggu, sistem apa maksudnya?"
[Master memiliki energi sihir yang sangat kuat karena level master telah mencapa level 1000, dan elf memiliki penglihatan yang dapat melihat energi sihir di lingkungan sekitar mereka]
"Jadi, apakah ada cara untuk menyembunyikannya?"
[Master hanya perlu membuat sebuah pelindung sihir yang dapat memblokir penglihatan elf sehingga energi sihir master hanya terlihat seperti petualang biasa di mata orang lain]
"Oh, baiklah"
Aku pun membuat pelindungnya.
"Kau salah paham, itu adalah energi dari pedang ini" ucap ku sambil menunjukan pedang lotus es.
"I-itu kan hanya pedang biasa"
"Jika memang begitu, bagaimana kau membunuh monster tadi?"
"Lupakan, kau tidak perlu tau itu, ingat! aku adalah dewa yang turun ke dunia ini untuk membenarkannya" ucapku.
Aku pun pergi dengan bergaya.
"Penampilan yang sempurna buatku" Batinku.
"Mulai sekarang aku akan memakai identitas sebagai dewa yang sedang membenarkan dunia"
"Bukankah itu terlalu sombong, bagaimana jika aku bertemu dewa yang sebenarnya?, tetapi biarlah, yang penting kedengaran keren"
Saat ini aku masih belum menyadari apa akibat dari perkataanku ini di masa depan.
Seperti sebelumnya aku terbang menuju ke perbatasan benua manusia dan elf.
"Sistem, bagaimana ujian yang akan di berikan nanti?"
[Master akan di beri tau jika sudah sampai di sana!]
"Eh?!"
Aku merasa sistem sedikit kesal padaku kali ini.
"Tunggu, aku mendengar sistem selalu bernada datar"
"Sistem sebelumnya tidak pernah seperti ini"
[Master!]
"Ya aku tau, siapa juga yang tidak dapat melihat gunung sebesar itu di depan mata"
"Apakah lubang besar itu tempat naga es berada?"
[...]
__ADS_1
Sistem kedengaran seperti sedang kesal. Sepertinya memang benar itu tempat naga es berada.
"Di sini sangat dingin"
"Aku tidak melihat naga disini"
"Sistem, bisakah kau memberitauku?"
[Master hanya perlu menancapkan kan pedang lotus es itu ke altar yang berada di sana]
"Oh benar, aku melihat altarnya"
Aku pun turun ke alter tersebut kemudian menancapkan pedang lotus es.
"Ini tidak terjadi apa apa"
Lingkungan di sekitarku mulai bergetar.
"Apa ini?!"
sfx naga : Grraah
Suara naga itu menggema keseluruh gunung.
"MAKHLUK FANA"
"KARENA KAU TELAH MEMBANGUNKAN KU ITU BERARTI KAU TELAH SIAP UNTUK MELEWATI UJIANNYA"
Hanya mendengar ucapannya saja membuat kaki ku lemas, aura yang di pancarkannya membuat pikiranku kacau, sudah pasti naga ini lebih kuat dari ku, levelnya bahkan 5 kali lipat dari level ku, aku penasaran mengapa tidak ada yang tau tentang ini.
"Tentu aku telah mempersiapkan diri"
"UNTUK INI KAU PERLU MELEWATI 3 UJIAN"
"YANG PERTAMA UJIAN KEKUATAN SIHIR"
"YANG KEDUA UJIAN KEKUATAN FISIK"
"DAN YANG TERAKHIR MERUPAKAN UJIAN TERSULIT, YAITU UJIAN PIKIRAN"
"SEKARANG KAU AKAN MELEWATI UJIAN KEKUATAN SIHIR"
"Ya, aku sudah menunggu ini" ucapku.
"SERANG AKU DENGAN SIHIR TERKUATMU"
"baiklah kalau begitu"
"light of destruction!!"
Awan disekitar ku mulai berputar, sebuah cahaya yang tebal turun dari langit menghantam naga es, cahaya yang sangat kuat hingga membentuk sebuah kawah dengan radius 1 Km.
"Apakah aku lolos?"
"KAU LOLOS UJIAN PERTAMA, DALAM HAL KEKUATAN KAU MEMILIKI KEKUATAN YANG CUKUP TETAPI KAU TIDAK BISA MENGGUNAKAN ENERGI SIHIR DENGAN EFISIEN, TAPI KARENA SAAT INI AKU HANYA MENGUJI ENERGI SIHIR SAJA, JADI KAU KU LOLOS KAN"
"A-apa!?, bagaimana mungkin dia tidak terluka sama sekali, kupikir dia akan terluka meski hanya sedikit" batinku.
"Yo, apa yang sedang kau lakukan!" ucap seseorang yang tiba tiba muncul di samping naga es.
"Kau muncul tepat waktu, kau saja yang menguji kekuatan fisiknya" ucap naga es.
"Nya?, oh aku baru sadar kalau ada manusia... tunggu, apakah dia iblis?"
"Apakah kau tidak sadar!?, dia itu adalah $^#№¶µ$~" ucap naga es.
"Eh!?!?" teriak orang tersebut mendengar ucapan naga es.
"Dia terlihat sangat terkejut, memangnya apa yang mereka bicarakan?" batinku.
"Sistem"
"Sistem! jawab!"
"SISTEM!!"
"Percuma saja kau memanggilnya, aku telah menyegel yang kau sebut sistem itu"
__ADS_1
"Tapi kau tenang saja, segel itu akan terlepas jika kau telah menyelesaikan ketiga ujian dari ku" ucap naga es.
"Di-dia, bagaimana dia tau tentang keberadaan sistem, apakah mungkin dia tau darimana sistem berasal?, lupakan itu, aku harus memikirkan bagaimana dengan ujian kedua" batinku.
"Jadi bagaimana aku harus melewati ujian kedua?"
"Itu sangat mudah, kau hanya perlu memukul dia hingga bergerak mundur" ucap naga es sambil menunjuk orang yang di sampingnya.
"Dia, dia bahkan bisa berbicara santai dengan naga es, setidaknya dia memiliki kekuatan yang sebanding dengan naga es"
"Ujian kedua ini lebih sulit dari yang ku pikirkan" batinku.
"Hahaha! tak perlu cemas begitu, saat ini dia memiliki level yang sama dengan mu" ucap naga es.
"Kau bisa memulainya kapan saja"
Aku pun memulainya dengan pukulan, entah kenapa aku merasa sedikit ragu kalau pukulan ku yang hanya menggunakan kekuatan fisik saja bisa memukul mundur dirinya.
"Apakah hanya begitu saja kekuatan mu?!"
"kau!" Teriakku.
Aku terus memukulnya, tetapi ia seperti tak merasakan apa apa meski aku telah memukulnya ratusan kali.
"Apakah kau sudah menyerah?" ucapnya dengan nada meremehkanku.
"Hahaha, hanya dengan kekuatan seperti itu kau berani menantang ujian ini?!" sambungnya
"Diamlah!"
"Kalau seperti ini, siapa yang bisa menyelasaikan ujian ini?"
"Bagaimana caranya aku aku bisa mengalahkannya?" batinku.
"Menyerah saja, kau tidak akan mampu menyelesaikannya"
"Apakah aku harus menyerah saja?, meskipun aku menyerah aku juga akan tetap baik-baik saja" batin ku.
Di saat saat seperti itu aku teringat sesuatu.
—
"Guru, kenapa kau memaksaku untuk belajar seni beladiri?" (Rey kecil)
"Karena kau perlu kekuatan untuk melindungi orang kau sayangi, dan untuk alasan yang sebenarnya suatu saat nanti kau akan mengetahuinya"
—
Setelah mengingat perkataan guruku saat itu aku terpikirkan sesuatu.
"Guru, apakah kau sudah mengetahui apa yang akan ku alami sekarang saat itu?" batinku.
"Ini sudah sangat lama sehingga aku lupa kalau dulu aku pernah mempelajari sebuah seni bela diri yang cukup aneh dari guruku"
"Saat itu aku sangat kesulitan untuk memahaminya"
"Kalau begitu aku akan mencoba menggunakan seni bela diri yang kau ajarkan saat itu" batinku.
"Ayolah, kau tidak memiliki tenaga sama sekali" ucapnya.
"Diamlah!, kau akan menyesali perkataan mu itu" ucap ku.
Aku mencoba menenangkan diri kemudian menggunakan kuda kuda yang di ajarkan guruku, kali ini aku merasakan sebuah perbedaan dari diriku sebelumnya, hanya dengan menggunakan kuda-kuda aku merasakan kekuatanku meningkat.
Ini benar benar sebuah seni bela diri yang cukup misterius, saat itu aku tidak merasakan perasaan seperti ini, mungkin seni bela diri ini hanya bisa di gunakan dengan kondisi tertentu
Tak seperti sebelumnya, aku merasa kalau kali ini pukulanku akan mengalahkannya, dengan gerakan tanganku yang seperti aliran air aku memukulnya, aku tak menyangka kalau pukulanku tidak hanya memukul mundur, tetapi juga menerbangkannya.
"Seperti yang ku duga dari dirimu..." ucap naga es.
"Aduh, bisakah kau sedikit lebih lembut"
"Itu salahmu sendiri menantangku" ucapku.
"Kau.."
"Cukup!" ucap naga es.
__ADS_1
"Karena kau berhasil melewati ujian kedua, sekarang kau akan melewati ujian yang terakhir"
"Ini akan menjadi lebih sulit" batinku.