
"Sok akrab, padahal masih level 1" ucap Alex merendahkan aku.
"Bagaimana kau bisa tau levelku?" tanyaku.
Walaupun sebenarnya aku sudah level 1000, tapi itu sama seperti data yang ada di kartu petualang, dan juga, bukankah Alberth duluan yang menyapaku.
"Alex memang memiliki kemampuan khusus yang bisa mengetahui level dan skill yang dimiliki lawan" jawab Alberth.
"Jadi begitu ya" ucap ku.
Kelihatannya skillnya sedikit curang tetapi sepertinya aku lebih curang daripada Alex, karena aku memiliki sistem yang membantuku.
"Alex kau tidak seharusnya mengejeknya, meski saat ini dia hanya level 1, siapa tau nanti dia akan lebih tinggi levelnya dari mu" ucap Alberth kepada Alex dengan nada bercanda.
"Tidak mungkin pemula ini bisa dibandingkan denganku!" ucap Alex.
"Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh orang ini, mungkin dia tidak akan bisa melawan monster tingkat rendah"
sambungnya.
"Sudahlah, tidak perlu mempermasalahkan masalah sepele seperti ini" ucap Selina.
"Lihat ini!" ucap Alex sambil berjalan mendekati ku.
Aku hanya diam mendengarkan mereka berbicara tiba-tiba saja dipukul oleh Alex, meskipun aku tidak merasakan apa apa saat di pukul Alex, aku tetap berpura pura terpental ke belakang agar Alex tetap mengira kalau aku ini lemah, kalau sampai dia tau kalau aku sebenarnya kuat, pasti akan merepotkan.
"Lihat!, satu pukulan ku saja bisa menerbangkannya" ucap Alex menyombongkan dirinya.
"Alex! apa yang kau lakukan!" bentak Alberth.
"Memangnya kenapa? aku hanya memberitahu kalian kalau dia itu lemah!" balas Alex.
"Alberth benar, meskipun dia itu lemah,
tapi tidak perlu memukulnya sampai seperti itu" ucap Selina.
"Selina!, kau bahkan membela orang lemah ini juga!" ucap Alex kepada Selina.
"Bukan seperti itu, tapi......" jawab Selina.
"Sudahlah, lebih baik aku pergi!" ucap Alex pergi meninggalkan guild petualang.
"Sepertinya aku harus bangun sekarang" batin ku.
Aku yang sejak tadi pura-pura pingsan kemudian bangun seperti seseorang yang baru saja bangun dari pingsan, Alberth dan Selina yang melihat ku bangun mendekati ku kemudian bertanya kepadaku
"Apakah kau baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing" jawabku.
__ADS_1
Tentu saja aku hanya berpura-pura, Selina membantuku berdiri dan berbicara kepada ku.
"Maaf ya, Alex memang tidak suka dengan orang yang lemah karena masa lalu nya" ucap Selina kepada ku.
"Tidak apa apa, jangan terlalu dipikirkan" ucapku.
"Sebagai perminta maaf, bagaimana kalau kau ku traktir makan" ucap Alberth.
"Apa kau akan mentraktir ku juga?, hore!, ayo kita pergi" ucap Selina dengan lantang.
"Aku hanya mentraktir Rey, kau silahkan bayar sendiri" balas Alberth.
"Albert!, kau tidak adil!" ucap Selina.
"Apanya yang tidak adil, Rey kan petualang pemula, mungkin saja dia tidak punya banyak uang, karena kau lebih senior daripada aku dan Rey, bagimana kalau kau saja yang traktir, hahahahaha!" ucap Alberth kepada Selina.
"Bagaimana bisa seperti itu, seharusnya kau saja yang traktir!" ucap Selina.
"Baiklah, kali ini aku yang traktir" ucap Alberth.
Kami pergi mencari tempat makan yang bagus, sepertinya mereka sudah melupakan Alex.
Aku mengikuti Alberth dan Selina yang sejak tadi berbicara, entah apa yang mereka bicarakan aku tidak terlalu peduli.
"Rey!" teriak Alberth.
"Ada apa Rey, sejak tadi kupanggil kau tidak mendengarnya" ucap Alberth.
"Oh, tidak apa apa, aku hanya sedang memikirkan sesuatu" jawab ku.
"Kita sudah sampai!" ucap Selina.
"Kita di....." ucapku
"Hahahahaha!!! aku lupa kau pendatang baru, ini adalah restoran paling terkenal di kerajaan ini" ucap Alberth sambil menepuk punggungku.
"Restoran ya...." batin ku.
"Ayo cepat masuk" ucap Selina mengajak aku dan Alberth masuk.
Aku dan Alberth masuk mengikuti Selina, dari penampilannya ini tidak bisa di sebut terkenal, mungkin tempat ini bisa terkenal karena makanannya.
Kami pun duduk di kursi kosong dan memesan makanan.
"Permisi! tolong bawakan bir yang terbaik ke sini, hari ini kita akan berpesta!" ucap Alberth.
. . . .
"Ada apa? kenapa kalian berdua diam saja?" tanya Alberth kepada aku dan Selina.
__ADS_1
"Tidak apa apa, ada yang ingin aku ceritakan kepada Rey" ucap Selina. sedangkan aku masih tetap diam.
"Memangnya kau ingin menceritakan apa?" tanya Alberth.
"Ini tentang masa lalu ku" ucap Selina.
"Apakah tidak apa apa kalau Selina menceritakannya kepada ku, bukankah aku dan Selina baru saja kenal, memangnya masa lalu seperti apa yang akan diceritakan Selina" batin ku.
"Bukankah kita baru saja kenal, apakah tidak apa apa kalau kau menceritakannya kepada ku?" tanya ku pada Selina.
"Kau juga sudah ku anggap sebagai teman ku, jadi tidak masalah kalau aku menceritakannya kepada mu" jawab Selina.
"Meskipun teman juga tidak mudah untuk menceritakan masa lalu" batinku.
"1 tahun yang lalu saat aku dan Alex masih belum kenal dengan Alberth. Aku, Alex, Richard, dan Lily pergi ke hutan Curone untuk menjalankan misi, saat itu aku tidak tahu kejadian apa yang akan menimpa kami. Kami berjalan menelusuri hutan untuk memburu goblin yang sering berkeliaran merusak desa sekitar, beberapa saat setelah kami berjalan kami menemukan gua yang merupakan tempat bersarangnya goblin dan kami pun memasuki gua tersebut dengan berhati hati, awalnya kami membasmi goblin dengan baik, tetapi tiba tiba ada goblin king yang datang dan menyerang kami, kami yang sudah kewalahan melawan banyak goblin berusaha melawan goblin king tapi Richard yang hampir tebunuh membuat Lily menjadi perisainya sehingga Lily terbunuh kemudian Richard pergi melarikan diri meninggalkan kami yang sedang bertarung melawan goblin king, meskipun aku dan Alex sudah berusaha sekuat tenaga tetap saja kami tidak bisa mengalahkannya disaat kami hampir mati Alberth datang menyelamatkan kami dan berhasil membawa kami melarikan diri dari goblin king"
"Itulah saat pertama kali aku bertemu dengan Alberth dan juga saat itulah Alex selalu membenci orang lemah yang selalu menjadi beban dan Alex juga sering menyalahkan dirinya sendiri karena tidak cukup kuat untuk melindungi orang di sekitarnnya" sambung Selina.
"Oooh, jadi begitu ya" ucap Alberth.
". . ."
"Ngomong-ngomong, bolehkah aku masuk ke regu kalian?" ucapku.
"Tentu, tapi ada syaratnya!" ucap Alex yang tiba tiba datang menghampiri kami.
"Eh?, kenapa Alex mengizinkan ku masuk ke regu mereka?, bukankah di sebelumnya dia membenci ku" batinku.
"Alex!!?" ucap Selina terkejut.
"Jadi apa syaratnya?" tanya ku.
"Syaratnya sangat mudah!, kau harus berjanji untuk lebih mementingkan kepentingan regu daripada kepentingan pribadi" ucap Alex.
"Hanya itu saja?" batinku.
"Baiklah jika itu syaratnya aku terima" ucapku.
"Kalau begitu selamat datang di regu kami" ucap Alex.
"Ingat, saat ini kau masih anggota sementara" sambungnya.
"Hahaha, selamat datang Rey!" ucap Alberth.
"Selamat datang Rey!" ucap selina.
"Kalau begitu kita akan berpesta hari ini" ucap Alberth.
Kamipun berpesta di restoran itu hingga malam.
__ADS_1