Another World : Adventure In Another World

Another World : Adventure In Another World
Menaikan Level


__ADS_3

"Apakah kau tau tentang pedang ini?" Tanyaku kepada si pedagang.


"Aku pun tidak tau"


"Aku memberikannya kepada mu karena ketajaman pedangnya"


"Jadi meski kekuatannya tersegel masih tetap tajam ya.." batinku.


"Maaf karena telah mengganggumu" ucap ku.


"Yah, tidak masalah"


"Kalau begitu aku pergi dulu"


"Baiklah, hati-hati di jalan"


Aku pun menemui Alice yang menungguku di penginapan, saat berjalan aku menanyai sistem tentang segel yang menyegel pedang lotus es.


Menurut sistem jika aku ingin membuka segelnya aku bisa meminta bantuan naga es di utara. Sistem juga berkata kalau aku harus melewati sebuah ujian untuk naga es, saat mendengarnya aku cukup terkejut, ternyata ras naga berada di utara.


"Karena itu sebuah ujian mungkin aku harus meningkatkan level ku terlebih dahulu"


"Sistem, bagaimana caranya agar aku bisa naik level?"


[Berbeda dengan pahlawan, pada umumnya manusia di dunia ini menaikan levelnya dengan menggunakan inti monster, semakin tinggi levelnya semakin tinggi juga tingkatan inti monster yang di perlukan]


"Setahuku inti monster yang cocok untukku tidak ada"


[Kondisi master berbeda pada manusia yang berada di dunia ini, master perlu memperbanyak pengalaman dan teknik yang master miliki. Semakin banyak pengalaman dan semakin mahir teknik yang dimiliki master, level master akan semakin tinggi juga]


"Jadi tidak semudah membunuh monster kemudian naik level"


"Bagaimana dengan pahlawan?"


[Para pahlawan memiliki tubuh yang dapat menyerap langsung energi sihir dari monster yang di kalahkannya]


"Yang sistem katakan benar, aku harus memperbanyak pengalamanku dan teknikku"


"Karena akan percuma saja jika aku memiliki kekuatan tapi tidak dapan menggunakannya dengan benar"


Aku pun mengajak Alice untuk mengumpulkan inti monster, untuk saat ini aku berencana untuk mengumpulkan inti monster perunggu tingkat sedang untuk menaikan level Alice.


Monster pertama yang kami buru ialah serigala merah, ia biasanya menjatuhkan inti monster perunggu tingkat sedang, tapi jika cukup beruntung bisa mendapatkan inti monster perunggu tingkat tinggi.


Setelah beberapa saat, kami mengumpulkan 100 inti monster perunggu tingkat sedang dan 3 inti monster perunggu tingkat tinggi.


Aku sedikit penasaran tentang bagaimana cara manusia di dunia ini menaikan level dengan inti monster.


Aku pun menyerahkan inti monsternya kepada Alice, meskipun awalnya Alice cukup enggan menerimanya tetapi pada akhirnya ia juga menerimanya.


Alice juga bilang agar mengambil bagian monster yang berharga kemudian membersihkan sisanya, Alice juga berkata kalau dia perlu tempat yang tenang untuk menaikan level.


Kami pun Ke penginapan dan membersihkan diri, setelah itu Alice masuk kekamarnya.

__ADS_1


Aku melihat Alice duduk di kasurnya mengambil 4 inti monster kemudian meletakan di atas kasurnya. kulihat Alice seperti sedang bermeditasi.


Aku juga merasakan kalau energi dari inti monster tersebut terserap ke dalam tubuh Alice.


Setelah beberapa jam Alice membuka matanya, Alice terlihat senang, kemudian aku bertanya apa yang membuatnya senang.


Alice berkata kalau ia naik ke level 11. Aku juga ikut senang meskipun aku bingung apakah ini termasuk kecepatan normal untuk menaikan level.


Alice yang terlihat kelelahan kemudian tertidur. Karena sudah malam aku kembali ke kamarku.


"Aku penasaran apakah pahlawan itu dari dunia yang sama denganku"


"Sepertinya sekarang tidak ada gunanya untuk memikirkan itu"


"Sekarang aku lebih penasaran tentang naga es yang di bicarakan sistem"


"Apakah penampilan naga itu sama dengan yang aku pikirkan atau tidak, aku akan segera mengetahuinya jika aku menemuinya"


"Pertama, aku harus menaikan level Alice"


"Hari ini juga melelahkan, aku juga tidak menyangka kalau begitu cara menaikan level"


Aku pun menaiki kasurku kemudian tidur.


Aku terbangun dari tidurku karena mendengar suara keributan di luar kamar, Aku pun pergi keluar kamar. Alice kelihatannya juga terbangun.


Aku melihat pemilik penginapan seperti sedang bertengkar dengan seseorang. Karena itu menggangguku aku pergi menghampiri mereka.


"Ayo cepat bayar!" ucap seseorang pemuda yang menggunakan pakaian mahal.


"Mana?, bisakah kau menunjukan surat perjanjiannya?" ucap pemuda tersebut dengan nada mengejek.


"Jika kau tidak bisa menunjukannya itu artinya kau berbohong" sambungnya.


"Hey!, biasakah kau tidak berteriak di dalam ruangan!" teriakku.


"Hah!?, siapa pula kau ini, kau tidak perlu ikut campur!" ucap pemuda kaya tersebut.


"Apakah kau tau?, kau itu seperti nyamuk yang berisik di telingaku" ucapku.


"Kau!, kau berani menghina tuan muda ini?!"


"Ya ampun kau ini masih saja sangat berisik"


Akupun menggunakan sihir yang membuat dia diam untuk sementara waktu, ia terlihat seperti sangat berusaha untuk berbicara, melihatnya seperti itu membuatku sedikit senang.


"Tuan, maaf tapi mungkin kau akan dalam bahaya, dia merupakan anak dari seorang pedagang terkenal disini, takutnya nanti kau mungkin....."


"Kau tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasinya"


Sepertinya aku akan mendapat masalah lagi.


"Tuan muda!" ucap pengawalnya yang masuk kemudian membawanya pergi.

__ADS_1


Aku melihat Alice berdiri di belakangku, ia terlihat kurang sehat.


"Silvia apakah kau baik baik saja?"


"Ya, aku baik baik saja, aku hanya sedikit kelelahan" ucap Alice.


"Lebih baik kau beristirahat saja jika kau kelelahan"


"Baiklah" ucap Alice.


Aku mengantar Alice kedalam kamarnya, Alice berkata kalau itu efek samping dari naik level. Setelah membawa masuk Alice kekamarnya, pemuda sebelumnya kembali lagi.


Tapi kali ini ia membawa seseorang, ya, seseorang yang tampat tak asing bagiku, tidak salah lagi itu adalah pedagang yang ku selamatkan sebelumnya.


Aku tak menyangka kalau ia sudah mempunyai anak. Aku pun memutuskan menghampirinya.


"Saat yang tepat sekali kau sedang berada disini" ucap si pedagang.


"Aku ingin menyampaikan seb..."


"Ayah apa yang kau bicarakan, itu adalah orang yang telah menindasku!" ucap pemuda tersebut memotong ucapan ayahnya.


"Tunggu, apa yang kau bicarakan?!" ucap si pedagang.


"Apa salahku ayah?" ucap pemuda tersebut tanpa rasa bersalah.


"Dia adalah penyelamat ayahmu, orang yang telah menyelamatkanku" ucap si pedagang.


Mereka terlihat sedikit bertengkar, si pedagang juga bertanya apa yang terjadi diantara aku dan anaknya. Akupun menjelaskannya secara perlahan.


"Kalau begitu maafkan tingkah laku putraku yang kurang sopan" ucap si pedagang.


"Yah tidak masalah, bukankah ada yang mau kau sampaikan kepadaku?"


"Oh iya benar juga, aku ingin menyampaikan pesan kepadamu kalau sang raja memanggilmu ke istana"


"Tunggu, kenapa raja memanggilku?"


"Apakah identitasku sudah ketahuan, tapi aku sudah menyembunyikannya dengan sempurna, meski indentitasku masih belum terungkap, mengapa raja memanggilku?" batinku.


Sementara itu di kastil Raja iblis


"Tuan raja iblis, ini gawat!"


"Ada apa?" tanya raja iblis.


"Ke-kerajaan manusia telah memanggil pahlawan"


"APA!!, MANUSIA SIALAN!! APAKAH KAU INGIN MELENYAPKAN SELURUH BANGSA IBLIS!!"


"Sepertinya kita tidak punya pilihan lain, kita harus menggunakan 'itu' "


"Tapi tuan, itu sangat berbahaya"

__ADS_1


"Ini lebih baik jika dibandingkan kemusnahan bangsa iblis"


"Manusia, kalian duluan yang memulai ini, jangan salahkan aku jika aku membalasnya"


__ADS_2