
"Tunggu dulu, sistem kenapa dengan jobku?"
[Job master tidak diketahui]
"Biarlah, nanti aku juga tau apa jobku" gumamku.
"Bisa carikan misi yang cocok untukku" ucap ku kepada resepsionis.
"Tunggu sebentar" jawab resepsionis tersebut sambil mengambil sebuah kertas yang berada di tumpukan kertas lainnya.
"Ini dia, mengumpulkan 10 tanaman obat yang ada di hutan timur kerajaan Eurusia, imbalannya 1 koin perak"
Oh iya uang di dunia adalah koin perunggu, perak, dan emas.
100 koin perunggu \= 1 koin perak
100 koin perak \= 1 koin emas.
Aku pun berjalan menuju hutan timur kerajan Eurusia.
"Aku harus membeli perlekapan, makanan, dan menyewa penginapan"
"Aku juga harus mendapatkan uang sebelum malam"
Aku terus bergumam sepanjang jalan, beberapa menit kemudian aku pun sampai di gerbang utara kerajaan, aku mulai memasuki hutan untuk mengambil tanaman obat yang ditugaskan
"Tugas yang sangat mudah untuk imbalan yang lumayan" ucap ku
1 jam kemudian....
"Kalau di pikir-pikir, aku sudah sekitar 1 jam mencari dan masih belum mendapat tanaman itu juga"
Karena kelelahan aku duduk dan bersandar di pohon yang berada di dekat ku, jika di pikir-pikir imbalan yang di dapat dari mengumpulkan tanaman ini cukup besar, mungkin karena itu aku belum mendapatkan tanamannya sejak tadi. Karena kebingungan aku pun memutuskan untuk bertanya kepada sistem.
"Sistem, apakah kamu tau dimana tanaman itu berada?"
[Mencari....]
[Ditemukan, tanaman tersebut ada didekat gua yang berada di hutan ini]
"Hah?, tadi aku tidak melihat satu pun tanaman obat di sekitar gua"
"Bisakah kau tunjukan beberapa data tentang tanaman itu"
[Nama : Pharmacum]
[Biasanya digunakan untuk obat-obatan]
"Jadi nama tanamannya pharmacum, rasanya aku pernah mendengar nama itu"
"Mendengar namanya sepertinya tanaman itu sangat langka"
"Daripada terus beromong kosong lebih baik kucoba dulu"
Aku pun berjalan ke arah gua yang sebelumnya kutemukan dan mulai mencari tanaman seperti yang dikatakan sistem
"Benar-benar ada, jadi ini bukan tanaman langka, disini aku menemukan banyak tanaman Pharmacum, sepertinya tadi aku saja yang kurang teliti"
Beberapa saat kemudian
"Sepertinya sudah cukup, aku harus segera kembali"
__ADS_1
Aku kembali ke guild petulang dan setelah sampai aku mengeluarkan tanaman tersebut dan diserahkan kepada resepsionis
"Ini imbalannya 1 koin perak" ucap resepsionis sambil menyerahkan koin tersebut.
"Terima kasih" ucap ku sambil mengambil koin yang diberikan resepsionis.
"Kelihatannya ini sudah sore, aku harus mencari penginapan untuk beristirahat"
"1 perak sepertinya cukup untuk menyewa penginapan dan membeli makanan untuk beberapa hari" batin ku.
Setelah itu aku berjalan mencari penginapan yang murah dan dekat dengan guild petualang, kebetulan ada satu penginapan yang lumayan dekat dengan guild petualangan dan kelihatannya biaya nya tidak terlalu mahal.
Saat aku membuka pintu terdengar suara lonceng dan suara seseorang menyapa ku.
"Selamat datang di penginapan bulan, perkenalkan, nama ku Alesha, apakah ada yang bisa saya bantu" ucap Alesha
"Aku Ingin menginap di sini selama 1 hari" ucap ku
"Baiklah, biayanya 50 koin perunggu termasuk biaya makan"
Aku pun menyerahkan 50 koin perunggu kepada alesha.
"Untuk menginap satu hari sudah menghabiskan setengah dari uangku, sepertinya aku harus mencari misi lagi agar mendapat uang tambahan" batinku.
"Jadi bisa langsung makan di sini ya, bolehkah aku memesan sesuatu?"
"Tentu" jawabnya
"Baiklah, aku ingin memesan makanan yang direkomendasikan di tempat ini" ucap ku.
"kalau begitu, silahkan tunggu sebentar" ucap Alesha.
setelah menunggu sebentar Alesha datang dengan membawa beberapa makanan dan segelas air.
"Pertama aku akan makan kentang nya terlebih dahulu"
Kentang gorengnya lumayan enak, walau pun rasanya tidak seenak di bumi. Setelah selesai makan aku pergi ke kamarku dan langsung berbaring di kasurku.
"Huh..., hari yang melelahkan"
"Tiba tiba aku langsung ke dunia lain, seperti mimpi saja, ngomong ngomong apa tujuan ku di kirim ke dunia ini?"
"Biasanya akan ada petunjuk untuk mengalahkan raja iblis dan sepetinya aku di kirim ke dunia ini bukan untuk melawan raja iblis, lalu apa tujuan ku disini?"
"Biarlah, mungkin nanti aku juga akan mengetahuinya"
"Lebih baik aku tidur dulu"
-
-
Seperti cerita pada umumnya dunia ini terdiri atas 6 ras, yaitu ras Manusia, ras Demi-Human atau setengah manusia, ras Elf, ras Dwarf, ras Iblis, dan ras Naga.
Semua ras memiliki kelebihannya masing masing seperti manusia yang diberkati kepintarannya, ras Demi-Human yang memiliki fisik serta indra yang kuat, ras Elf yang menguasai sihir roh, ras Dwarf yang pintar dalam teknologi, serta ras Iblis yang dipercaya memiliki kekuatan sihir yang sangat kuat, untuk ras Naga, keberadaannya sampai saat ini tidak diketahui.
Hari menjelang pagi aku terbangun dari tidurku kemudian aku keluar dari kamarku, tak seperti biasanya saat aku dibumi, aku tidak mandi pagi karena tidak ada kamar mandi di penginapan ini.
Sebelumnya aku sudah bertanya dan katanya ada pemandian umum di dekat sini, untuk mandi di sana harus membayar beberapa koin perunggu, karena aku masih belum memiliki banyak uang jadi untuk hari ini aku tidak mandi.
Mengetahui bahaya yang mungkin akan datang, aku memutuskan untuk mencari senjata.
__ADS_1
Aku berjalan mencari pandai besi untuk meminta membuatkan senjata ku. Beberapa menit setelah aku berjalan aku menemukan pandai besi dan aku pergi ke pandai besi tersebut.
Aku memasuki ruangan pandai besi dan melihat seseorang dengan badan kekar memegang sebuah palu dan memukulkan nya ke sebuah batang besi panas.
"Permisi" ucap ku mencoba menyapanya.
"Oh, ada orang ya, tunggu sebentar aku ingin menyelesaikan ini terlebih dahulu" jawabnya.
"Baiklah" ucap ku
"Kau ingin memesan pedang yang seperti apa?" tanyanya
"Aku ingin pedang yang seperti ini" jawabku sambil menunjukan gambar pedang yang ingin aku pesan.
Tentu saja aku memesan katana, karena aku merasa orang di dunia ini tidak mengetahui tentang katana jadi aku memberikan gambaran tentang bentuk pedangnya.
"Jadi katana ya" ucap paman pandai besi tersebut.
Aku terkejut karena dia tau pedang ini.
"Ini adalah pedang khas kerajaan Eglair"
"Y-ya"ucap ku
"Silahkan datang kembali besok, akan ku pastikan besok pedang nya sudah jadi, untuk biayanya 5 koin perak dan 10 koin perunggu" ucap paman pandai besi.
"Ugh, baiklah akan ku bawa uangnya besok" jawabku.
Setelah memesan pedang aku pergi keluar kerajaan untuk melihat seperti apa kekuatanku sekarang. Saat sampai di luar kerajaan aku berjalan ke hutan agar sedikit lebih jauh dari kerajaan.
"Sepertinya ini sudah cukup jauh, baiklah aku bisa mencoba mengeluarkan kekuatanku"
Karena biasanya di dunia fantasi seperti ini ada sihir jadi aku mencoba kekuatan sihir.
Pertama, aku mengarahkan tangan ku kedepan kemudian fokus kepada pikiran ku membayangkan aliran mana berkumpul menjadi bola api di telapak tanganku dan kutembakan bola api tersebut ke arah pohon dan bola api itu menbakar satu pohon.
"Untung saja api nya tidak mengenai pohon lain, kalau tidak bisa jadi kebakaran"
Kalian mungkin bingung Kenapa aku bisa langsung tau menggunakan sihir, itu karena aku ini jenius, selain pintar aku dulu juga pernah belajar seni bela diri dengan guru ku.
"Aku harus mencari teman terlebih dahulu"
Aku ingin mencari teman agar aku bisa mengambil misi dengan tingkat yang lebih tinggi dan mendapatkan uang yang lebih banyak.
Setelah aku mencoba kekuatanku, aku pergi ke guild petulang untuk mencari teman yang akan membantuku mendapatkan misi tingkat tinggi.
Di dalam guild petualang sangat ramai, aku mencoba berjalan-jalan sebentar sambil melihat - lihat sekitar. Tiba-tiba aku merasakan seseorang mendekatiku.
"Yo! sedang apa kau?" ucap seseorang yang tiba tiba memegang pundak ku.
"Eh! aku hanya melihat sekitar" jawab ku terkejut.
"Alberth ada apa?" ucap seseorang menghampiri orang yang menyapa ku sebelumnya.
"Oh, tidak apa-apa, hanya sedang menyapa orang Ini" balasnya sambil mendorong ku ke depan.
"Perkenalkan ini nama ku Alberth, dan yang laki-laki yang berambut biru tua itu adalah Alex, dia itu anak dari bangsawan, sedangkan perempuan berambut merah yang di sana adalah Selina" ucap Alberth memperkenalkan teman-temannya.
"Siapa nama mu?" tanya Selina kepadaku.
"Maaf karena belum memperkenalkan diri, namaku Rey" ucapku
__ADS_1
Alex tiba-tiba menatapku dengan tajam seperti tidak menyukaiku.
"Sok akrab, padahal masih level 1" ucap Alex merendahkan aku.