Another World Grimoire

Another World Grimoire
Chapter 1.11 : Munculnya Masalah Baru


__ADS_3

— Distrik Selatan, Dynoseus, Kerajaan Narcius, 1000 HB


Hari sudah semakin gelap dan matahari sudah berada di ufuk barat, meredup menjinggakan langit yang masih biru itu.


Sementara Rhea dan Pemuda itu terlihat berjalan bersama setelah pergi dari Reruntuhan Nivuerde.


Mereka kemudian sampai di sebuah penginapan, yang letaknnya lumayan agak jauh dari pintu masuk, tidak memungkinkan bahwa mereka harus berpisah untuk hari ini.


“Sampai di sini saja. Terima kasih karena sudah mengantarkanku.”


“Tidak usah dipikirkan. Kalau begitu aku pergi dulu.” kata pemuda itu.


“Ya, hati-hati.” Rhea melambaikan tangannya kepada pemuda itu.


Pemuda itu kemudian pergi dari sana menuju arah yang tak diketahui oleh Rhea, sementara dirinya memasuki penginapan.


Pemuda itu, yang masih berada di jalan menuju kediaman yang tak asing lagi — bertuliskan Rumah Pandai Besi, dan ketika memasukinya, terdapat banyak sekali senjata dan perlengkapan petualang yang baru saja ditempa — Rumah Si Pandai Besi Tetzell.


“Akhirnya aku sampai juga.” kata pemuda itu lega.


Kemudian pemuda itu membuka tudungnya. Penampilannya seperti anak remaja lima belas tahunan, yang berpenampilan agak polos. Dengan rambut hitamnya — itu adalah Shu Hizashi, petualang yang dkirim dari dunia lain sebagai Bookmagus.


Ia mengetuk pintu dan memanggil Tetzell, si pemilik rumah.


“Paman, kau di dalam? Ini aku, Hizashi.” katanya,


Kemudian Tetzell membuka pintu rumahnya itu, dan betapa terkejutnya ia menyambut Hizashi. Penampilannya masih tetap seperti biasa, seperti seorang yang kekar namun juga santai. Ia seperti orang yang sudah lama tidak ketemu.


“Hizashi! Lama sekali Kau!” katanya sambil tertawa sembari memegang pundak Hizashi.


“.. Ya, begitulah..”


“Masuklah, kau pasti kelelahan bukan?” ujar Tetzell.


Tetzell kemudian melangkah ke dalam rumahnya terlebih dahulu. Sontak, ketika Hizashi masuk, ia mendengar sebuah suara.

__ADS_1


“Berhati-hatilah.”


“ ? ” Hizashi kemudian menoleh ke asal suara itu, tepat di belakangnya.


Seorang dengan jubah dan tudung yang serba gelap, wajahnya pun tak kelihatan, bahkan hawa keberadaannya sangat menyeramkan — Hantu Berjalan — diketahui itulah julukannya.


“Kau, Si Hantu Berjalan yang digosipkan orang itu?” tanya Hizashi.


— Pada waktu sebelumnya, di sebuah pemukiman.


Hizashi dan Rhea pada waktu itu sedang berada di pasar, dengan penampilan serba tertutup agar ia tak diketahui orang. Terlihat beberapa petualang yang sedang berada di kawasan itu, lebih tepatnya di suatu kedai terbuka.


"Oi, kau sudah dengar?”


“.. Tentang apa?”


“Sosok Hantu Berjalan.”


“Yang sering berjalan pada waktu malam itu, penampilannya serba hitam bukan?”


Hizashi tak sengaja mendengar obrolan itu, namun terlihat Rhea menunggunya.


“Ada apa?"


“.. Ah, tidak. Ayo lanjut.” kata Hizashi.


— Setidaknya begitulah kejadian dimana Hizashi mengetahui tentang keberadaan Hantu Berjalan. Dari para petualang yang berbisik-bisik di sana.


Dan kali ini, Hizashi sedang berhadapan dengan sosok yang dibicarakan itu. Hawa keberadaannya sesuai yang dikatakan oleh orang-orang bahwa ia tidak akan menampakkan diri apabila ia tidak berkehendak untuk menemui seseorang.


Tepat pula ia berada di belakang Hizashi. Mukanya tidak terlihat, dibalut dan dihalangi oleh sebuah tudung berwarna gelap yang nampak lusuh dan tidak layak pakai — setidaknya layak seperti milik Hizashi.


“Jadi, mau apa kau datang ke sini?” tanya Hizashi. “Aku yakin kau tidak menampakkan diri apabila kau tidak berkehendak menemui mereka.”


“...” orang itu diam saja.

__ADS_1


Suasana hening bahkan sampai angin telah berhembus, tak ada satu pun dari mereka yang kemudian berinisiatif untuk membuka masing-masing mulutnya. Mereka hanya saling berhadapan dan bertatapan tajam.


“.. Monster's Domain.” kata orang itu sayu.


“Monster's Domain? Apa itu?” tanya Hizashi.


“Sebuah event bagi para petualang. Di mana kau harus bertualang di seluruh Semenanjung Utama dan mengatasi invasi monster.”


“Hm? Kelihatan menarik.” kata Hizashi yang belum memutuskan entah ia ikut atau tidak.


“Tapi..”


“ ? ” Hizashi kebingungan.


“Ada satu keinginanku. Aku ingin kau ikut, untuk menjalankan misi ini.” kata orang itu.


“Misi?”


***


Hizashi dan Hantu Berjalan kemudian pergi ke arah suatu lorong di mana mereka berdua dapat berbicara tanpa intervensi atau gangguan pihak manapun yang mengakibatkan bocornya informasi ke tangan yang salah. Mereka berada di Distrik Barat — tempat di mana belum banyak pemukiman ataupun pembangunan bangunan-bangunan tinggi di sana.


“Jadi kau ingin aku ikut event Monster's Domain ini atas perintah seseorang?”


“Ya.” jawab Hantu itu singkat.


“Aku masih belum paham, sebenarnya apa event ini?”


Hantu itu memegang dagunya sendiri, tanda bahwa ia sedang berpikir. Ia tak ingin memberikan suatu kebohongan kepada Hizashi, namun perihal lengkap misi ini harus dirahasiakan, atas permintaan atasannya kepada dirinya.


Hari semakin gelap dan terbitlah bulan.


Dan rembulan menyinari mereka di kesunyian lorong itu.


“Monster's Domain, Event Penghancur Narcius.” kata Hantu itu pelan.

__ADS_1


__ADS_2