Another World Grimoire

Another World Grimoire
Chapter 2.6 : Di Desa Chloe (2)


__ADS_3

“Jadi, bagaimana dengan perburuan naga yang Anda maksud?”


Rhea sepertinya merasa kesal karena Baron Oliver yang secara tiba-tiba mengubah misinya. Tampaknya, Rhea sampai sekarang belum tahu apa yang dimaksud dengan misinya yang sebenarnya.


“Kamu belum sadar juga? Tentu saja, Verdum Hobart.” Aku menyindir. “Naga itu adalah Verdum Hobart.”


Frostle tertawa lepas. Baron Oliver berusaha untuk menahan cekikikan. Beberapa ksatria yang ada di ruang baron juga terlihat menahan tawa. Aku tidak menyangka bahwa ini akan menjadi selucu itu.


“Yang benar saja! Padahal aku sudah menyiapkan diriku untuk ini.” Rhea terlihat putus asa.


“Ah, kami mohon maaf sebesar-besarnya soal itu. Lagipula, petualang yang kami harapkan adalah petualang yang mampu bertarung apapun situasinya dan segenting apapun kondisinya.”


Frostle dan aku mengangguk atas pernyataan Baron Oliver. Sementara Rhea mulai tertunduk lemas di salah-satu kursi ruangan.


“Kalau begitu, kita bisa kesampingkan masalah Questnya,” sahutku. “Kita bisa memulai untuk pertahanan melawan Duke Verdum terlebih dahulu.”


Aku mencetuskan itu secara spontan—itu terlintas sekejap di pikiranku. Namun, siapa sangka kalau Baron Oliver menganggukan kepalanya atas saranku. Baginya, mungkin saja itu adalah ide yang sangat tepat.


“Ide yang cemerlang, Hizashi. Tapi, kekuatan kita hanya sedikit untuk sekarang. Berbeda dengan Duke Verdum yang punya sepuluh ribu lebih pasukan terlatih yang dihimpunya dari Rehobot dan Nord-Rehobot.” Frostle menjelaskan dengan pesimis.


Baron Oliver yang wajahnya sudah riang tadi pun kembali murung. Dia sadar kalau pasukannya hanya sedikit dan tidak begitu terlatih dengan baik.


“Bagaimana dengan anggotamu, Frostle?” Aku bertanya. “Bukankah kalian memiliki jumlah yang besar?”


“Hanya lima puluh. Tidak banyak.”

__ADS_1


“Lima puluh ditambah lima puluh, berarti seratus orang. Kita bisa pakai seratus orang ini. Berapa lama lagi sampai event Monster’s Domain akan dihelat, Baron Oliver?”


Baron Oliver kemudian membuka segel sebuah surat dan membacanya. Sepertinya surat itu adalah surat resmi yang keluar dari Kerajaan.


“Kurang lebih sepuluh bulan lagi. Itu adalah perubahan yang paling terbaru.”


“Masih cukup waktu. Kita masih bisa melatih pasukan.” Aku mengatakan itu dengan optimis.


“Tapi, bagaimana caranya?” Baron Oliver bingung.


Aku kemudian membuka bukuku. Seketika itu juga buku itu bercahaya dan aksara-aksara sihir serta lingkaran sihir timbul di permukaan.


“Aku yang akan melatihnya.”


****


Aku masih terjaga. Aku memang sudah mengganti pakaianku. Aku mengecek statusku pada jendela kursor, sepertinya ada perubahan.


[ Name : Shu Hizashi


Nobility/Title : Belum ada


Level : 3 (EXP Required 0210/4000)


Class : Bookmagus ]

__ADS_1


Tanpa kusadari, aku telah naik level. Aku masih menelusuri kursor statusku, dan kulihat bahwa aku juga telah mendapatkan skill baru.


[Skill :


High Refining (A - Level 1)


Heavy Quaker (A - Level 1)Luminous Fang (A - Level 1)


High Speed (C - Level 1)


High Skill/Warned :


Monster Asorber (S - Level 1)Prediction (S - Level 1)]


Skill “Prediksi” telah kudapat. Aku sendiri baru menyadarinya. Entah sejak kapan skill ini melekat kepadaku, tetapi aku akan berusaha untuk menaikkan levelnya. Mungkin ini akan sangat berguna bagiku. Terutama dalam melawan ancaman pengosongan paksa oleh Duke Verdum.


Apa yang dilakukan Duke Verdum tidak lain adalah mencari tempat untuk Monster’s Domain. Dia membutuhkan wilayah bangsawan-bangsawan kecil yang tidak terikat dengan dua dinasti manapun. Karena itu, sangat mungkin baginya untuk menyerang wilayah-wilayah kecil seperti Chloe.


Sepertinya hari sudah semakin malam. Akan tetapi, seseorang mengetuk pintu kamarku. Tidak wajar. Pukul segini, seharusnya orang-orang sudah pergi tidur.


“Permisi, Tuan Hizashi!” Terdengar suara laki-laki yang lantang.


Dia mengetuknya berkali-kali. Sepertinya sesuatu yang gawat telah terjadi.


Aku membuka pintu. Nampak seorang ksatria yang sedang tergesa-gesa. “Ada apa malam-malam begini datang ke sini?” tanyaku.

__ADS_1


“Desa telah diserang!”


__ADS_2