
Desa Chloe.
Desa ini sangat indah. Aku tidak dapat memungkirinya. Desa yang terletak di wilayah Duke Verdum itu benar-benar indah.
Mulai dari kedatangan kami ke sana, kami sangat menyukainya, terutama aku, Rhea, dan juga rekanku Hizashi. Pemandangannya indah, hamparan padang rumput dan pepohonan menghiasi desa itu, terutama ketika senja di langit.
Desa ini sebenarnya sudah mirip seperti kota, sebab penduduknya sangat ramai. Akan tetapi, ukurannya masih kurang untuk dikatakan sebagai kota. Kira-kira mereka harus mengekspansi kurang lebih tiga belas mil persegi lagi. Mereka lebih pas bila dikatakan sebagai distrik
Para warga desa seperti biasanya berlaku ramah terhadap kami para pendatang. Mayoritas warga desa di sini bekerja sebagai petani dan peternak, namun ada juga beberapa yang bekerja sebagai pandai besi dan berbagai profesi kerajinan lainnya.
Ironis, hanya ada lima puluh ksatria resmi yang menjaga Desa Chloe dan seluruh wilayah Baron Oliver lainnya. Mereka adalah yang direkrut dan dilatih oleh Baron Oliver sendiri setelah lulus dari Akademi Militer Narcius. Sebab itu, mereka masih bisa menjaga wilayah Baron Oliver sampai sekarang walaupun kekuatannya hanya sepersekian dari jumlah tentara milik Verdum Hobart.
Kali ini, Baron Oliver baru saja ketambahan lima puluh lagi anggota pasukan baru. Anggota pasukan baru itu semuanya adalah anggota dari bandit Frostle, termasuk Frostle Deccenti sendiri. Semenjak Hizashi mengatakan bahwa dia akan membantu pertahanan wilayah Baron Oliver, Frostle mengusulkan agar mereka menjadi pasukan tambahan dalam menghadapi invasi Verdum.
__ADS_1
Duke Verdum tentu tidak tahu soal Hizashi yang berpihak kepada Chloe. Kurasa dia pun tidak tahu kalau Bookmagus yang dia cari adalah Hizashi sendiri. Walaupun dia bisa memimpin satu wilayah besar dengan tegas, dia tidak bisa menangkap tikus kecil yang berkeliaran di wilayahnya.
Kenapa aku mengatakan ini? Dari sejak aku melihat statusnya, dia sudah memiliki kekuatan yang sangat besar dan membahayakan. Namun, banyak orang yang masih belum menyadarinya. Dia mungkin saja bisa menjadi raja di tengah-tengah sengketa tidak berguna seperti ini—Hobart dan Ceilos—terlepas dari perilakunya yang agak “bagaimana” itu.
Meskipun demikian, aku masih takut akan ancaman Duke Verdum yang lumayan bahaya ini. Mungkin saja, Chloe bisa selamat. Akan tetapi, tidak dengan wilayah yang lainnya. Mereka bisa jadi berakhir seperti puing-puing Kastil Nivuerde yang tidak jauh dari Dynoseus. Aku tidak ingin melihat hal itu terjadi. Sebagai ksatria yang mengabdi kepada kerajaan, aku tidak mungkin membiarkan begitu saja pertikaian ini terjadi.
Tapi, aku masih belum cukup kuat.
Aku memang bertugas di Vandr. Adipati Balthazar dari Vandr sendirilah yang menunjukku sebagai ksatria di Hillus pada waktu itu ketika aku lulus dari akademi di Ibukota. Akan tetapi, aku sekarang tidak bisa apa-apa. Aku bahkan bisa kalah dari ksatria-ksatria Verdum yang berusaha menyerang Hillus pada waktu itu.
Karena itu, aku akan membuktikannya.
* * *
__ADS_1
Sayang sekali, sepertinya malamku yang tenang telah dihancurkan begitu saja.
“Desa telah di serang!”
Teriakan seorang ksatria yang berkeliling di seluruh desa pada malam itu membangunkan setiap orang. Para bapak di kepala keluarga telah bersiap-siap dengan senjata mereka yang seadanya untuk melindungi anak-isteri mereka. Para ibu berusaha untuk melindungi anak-anak mereka dan memeluk mereka sembari menuju tempat yang aman—tidak lain di kediaman Baron Oliver.
Aku—tentu saja—telah bersiap dengan perlengkapanku. Aku sekarang menggunakan statusku sebagai petualang, bukan sebagai ksatria.
Aku tidak ingin melakukannya karena aku ingin mengasah kemampuanku sendiri dan gaya bertarungku sendiri. Karena itu, aku menyamarkan identitasku sebagai ksatria. Kalau tidak, aku akan disuruh untuk bergabung ke barisan dan membentuk formasi serta mengikuti strategi mereka. Aku rasa bahwa aku takkan bisa berkembang di sana. Aku juga menikmati diriku sebagai petualang. Karena itu, inilah kesempatanku.
“Siapa yang menyerang?” tanyaku kepada ksatria itu.
“Aku tidak tahu pasti.” katanya. “Mereka membawa bendera kerajaan dan obor,”
__ADS_1
Dugaanku benar. Duke Verdum telah menyerang kami.