
Lingkaran sihir mengelilingi Frostle seiring dengan posisinya yang semakin terdesak. Namun, Frostle belum menyerah. Dia kemudian mencabut pisau miliknya yang telah disimpannya di belakang pinggangnya.
“Aku masih belum kalah!” ucapnya.
Sebuah lingkaran sihir tiba-tiba muncul di hadapannya. Dia memasukkan pisau itu ke dalam lingkaran sihir itu, lalu menariknya kembali. Akan tetapi, benda tajam itu bukanlah lagi sebuah pisau. Melainkan, bilah pisau itu berubah bercahaya kebiruan dan menjadi lebih panjang—seperti pedang.
“Bagaimana bisa?” Hizashi keheranan.
Bilah bercahaya itu semakin besar auranya. Frostle mengayunkan bilah itu dan menghancurkan semua lingkaran sihir Hizashi.
Frostle kemudian tertawa kecil. “Sepertinya aku yang akan menang, ya?”
Frostle mempercepat pergerakannya dengan skill Acceleration. Dalam waktu yang singkat, dia berhasil mendekati Hizashi yang mencoba untuk mundur dari posisinya yang sebelumnya.
“Matilah!”
Frostle mengayunkan pedangnya itu kepada Hizashi.
Namun, sayang sekali untuk Frostle. Hizashi bukanlah seorang yang amatiran. Dia telah menaklukan monster-monster yang levelnya berada di atasnya. Hizashi dengan mudahnya menghindari serangan Frostle.
__ADS_1
“Sial! Dia bisa menghindar?” Frostle tidak percaya.
Dia menguatkan kedudukan kakinya dan mengubah arah serangannya dengan cepat menuju arah Hizashi dengan harapan bahwa kali ini dia bisa mengenainya. Tetap saja, Hizashi masih bisa menghindari serangannya. Dia mengubah arah serangannya dengan cepat berkali-kali. Sayangnya, semua usahanya sia-sia saja. Hizashi masih tetap unggul dalam menghindari serangan Frostle.
Sebenarnya, apa yang dilakukan Hizashi ini bukanlah hal yang langsung ia kuasai. “Prediksi” merupakan keahlian dari setiap Book Magus dalam berpetualang. Hanya saja, skill itu akan hilang bila penggunanya sendiri tidak yakin dengan apa yang ditunjukkan oleh skill itu.
“Segini saja?” ucap Hizashi mengejek Frostle setelah jual-beli serangan dan elakan. “Kalau begitu, sekarang giliranku.”
Buku Sihir Hizashi kemudian terbuka dan bercahaya. Hizashi menempelkan telapak tangan kanannya di lembaran buku yang terbuka. Tangannya kemudian mengeluarkan aura magis. Ia kemudian mengangkat tangannya dan membuka telapak tangannya.
Sebuah hal yang tidak terduga terjadi. Tanah-tanah di sekitar Hizashi tiba-tiba terangkat dan membentuk sebuah batuan besar di langit. Bola bebatuan itu kemudian menyerap panas dari lingkungan dan mengeluarkan api yang membara sangat besar dan panas. Semua yang ada di sana terkejut, tak terkecuali Frostle.
“Apa itu…?”
“Sebuah Sihir Tingkat A? Yang benar saja!” Frostle mengamuk. “Bagaimana bisa kamu melakukannya?”
“Bukan urusanmu. Tapi, kalau kamu sebegitunya ingin tahu soal ini, aku akan memberitahumu sekilas. Aku mengguncangkan tanah dan mengumpulkan bebatuan guncangan itu di atas kepalaku, lalu membuatnya menyerap panas bumi dan menghasilkan api, simpelnya. Yang jelas, sihir ini mirip dengan Rock Flare, akan tetapi ini bukanlah Rock Flare. Sihir yang merupakan buatanku sendiri. Aku menamainya Meterra. Meteor Terra.”
Frostle merasa bahwa dirinya tidak bisa lagi mengungguli Hizashi. Tanpa pikir panjang, dia langsung menancapkan pisaunya itu ke tanah, menghilangkan efek sihirnya, lalu menyerah kepada Hizashi.
__ADS_1
“Sepertinya aku kalah. Aku menyerah,” ucapnya pelan walaupun dia sendiri enggan untuk mengakui kekalahannya. Terlihat dari raut wajahnya yang tidak sungguh-sungguh.
Hizashi kemudian menghilangkan dengan ajaib bola batuan yang membara itu dengan sekejap. Rhea juga menyusulnya, lalu mereka berdua berbicara berhadapan langsung dengan Frostle.
“Kami hanyalah petualang yang datang untuk Quest. Tidak ada sangkut-pautnya dengan Monster’s Domain.”
Frostle terkejut. Wajahnya berubah. “Jadi, kalian yang akan membantu kami? Maafkan kami atas ketidaksopanan kami!” Frostle membungkuk dengan rasa bersalah.
“Tidak apa-apa, kok.” ucap Rhea. Dia memasang pedangnya kembali ke dalam sarungnya.
Hizashi mengalihkan pandang, mengamati sekitar. “Sebenarnya, apa yang terjadi di sini?” tanya Hizashi. “Aku lihat sepanjang jalan ini jarang sekali monster lalu lalang. Biasanya, medan seperti ini sangat menguntungkan untuk mencari mangsa, terutama jenis buas.”
“Soal itu, Baron dari Chloe memerintahkan agar semua hewan di sini diungsikan dari alam lepas. Mereka ditempatkan di hutan yang telah kami siapkan.”
Hizashi dan Rhea kebingungan. “Untuk apa?” Hizashi bertanya.
“Tentu saja untuk menghindari para petualang beraksi di Monster’s Domain,” jawab Frostle.
Monster’s Domain memanglah merupakan event yang menganugerahkan kepada petualang dengan wilayah seorang bangsawan yang tempatnya akan dijadikan tempat berkumpul monster. Ketika seorang petualang berhasil mengatasi semua monster yang ada di sana, dia akan diberikan hak untuk memerintah di tanah itu.
__ADS_1
“Aku paham,” kata Hizashi. “Untuk mencegah orang-orang yang tidak benar berkuasa atas tanah ini. Kalian benar-benar cerdik. Tetapi, bagaimana dengan Quest yang kami terima?”
“Untuk Quest, lebih baik ikut kami terlebih dahulu.” Frostle membantu para bawahannya untuk bangun kembali. “Baron dari Chloe-lah yang mengajukan Quest ini ke Guild Petualang. Lebih baik kita berbincang langsung dengan beliau. Malam ini, menginaplah di desa kami.”