
"Ayo cepat kemari!" Teriak Tang Xin.
"Jangan biarkan mereka larilari, kita harus membalaskan dendam teman-teman kita," ucap Jendral Lion.
Semua bawahan Jendral Lion menembaki si gemuk yang masih memegang prisai ditangannya.
"Pergi!" Teriak si gemuk.
Si gemuk menyuruh Yu Xuan untuk pergi dan dia akan menahan pasukan milik Jendral Lion sendiri. Tapi Yu Xuan menariknya dan mengambil perisai yang dipegang oleh si gemuk dan menyuruhnya untuk pergi.
"Terima kasih, perisai itu sangat kuat," ucap si gemuk lalu pergi.
Saat Yu Xuan menahan semua peluru menggunakan perisai, salah satu bawahan milik Jendral Lion mengambil senjata bazooka, lalu menembakannya keatas langit-langit. Mereka berencana membunuh Yu Xuan dengan puing-puing yang jatuh.
Yu Xuan langsung berbalik kebelakang dan melompat untuk menghindari puing-puing yang jatuh.
"Apa kamu tidak apa?" Tanya Hong Yi.
"Ya, aku baik," jawab Yu Xuan.
Yu Xuan mengembalikan pistol milik Tang Xin yang diambil oleh pria besar. Sebuah ledakan muncul dibalik puing-puing. Yu Xuan terkejut dan melihat ada sebuah singa yang berdiri dengan kedua kakinya.
"Tidak ada yang bisa lari, Yu Xuan kamu sudah membuatku sangat marah, aku akan membuatmu lumpuh dan membuat senjata untukku selamanya," ucap Jendral Lion yang berubah menjadi singa.
__ADS_1
(Entah kenapa, tapi ini tidak masuk akal) Yu Xuan dalam hati.
Tang Xin menembak Jendral dengan pistolnya, tapi Jendral menghindari semua itu dengan mudah.
"Senjata tingkat 2?! Menarik, jadi kamu selama ini menyembunyikan kekuatanmu yang sebenarnya Yu Xuan!" Teriak Jendral.
Jendral melompat, dia ingin membunuh Tang Xin terlebih dahulu dan mengambil pistolnya. Tapi Yu Xuan menahan serangan Jendral dengan pedangnya.
"Larilah, Jendral ini biar aku yang urus!" Teriak Yu Xuan kepada teman-temannya.
Pertarungan itu membuat para zombie disekitar berkumpul dan menghampiri mereka. Jendral mengeluarkan sebuah skill dari perubahannya menjadi singa.
Hanya dengan skill itu, Jendral dapat membunuh semua zombie yang menghampirinya terbunuh. Tubuh para zombie terbelah menjadi dua karena skill Jendral.
"Ayo kemari!" Teriak Zhao Li.
"Yu Xuan, ayo!" Seru, Tang Xin.
"Duluan saja, aku akan menahanya," ucap Yu Xuan.
Jendral tertawa. "Hahaha, apa kamu berpikir bisa menahanku?" Tanya Jendral. "Kamu itu hanya berada di level 1, sedangkan aku berada di level 2, kekuatan kita berbeda," ucap Jendral dengan nada sombong.
"Apa kamu bodoh, tidak semua kekuatan tergantung dari level. Bagaimana jika kita adu, siapa yang akan mati lebih dulu," ucap Yu Xuan dengan senyum kecil.
__ADS_1
"Sombong sekali!" Seru Jendral, lalu berlari kearah Yu Xuan.
Yu Xuan menebas Jendral yang berlari kearahnya, tapi Jendral menahan serangan Yu Xuan dengan kukunya.
Jendral terkejut, dia melihat kukunya terpotong oleh pedang milik Yu Xuan.
"Bagaimana bisa, sebuah pisau dapur melukaiku?" Tanya Jendral yang melihat kukunya terpotong.
"Pisau dapur? Ini adalah pedang yang aku buat dengan bahan yang kamu berikan," ucap Yu Xuan yang masih tersenyum kecil.
(Walaupun begitu, akan sangat sulit untuk membunuhnya sekarang dengan kekuatanku yang sekarang, tapi pedang ini bisa mengunggulinya) Yu Xuan dalam hati.
"Apa? Bahan-bahan yang berada disana itu hanya sampah, bagaimana kamu bisa membuat senjata yang kuat. Lagi pula, bukannya kamu hanya bisa membuat senjata tingkat 1?" Tanya Jendral.
(Bodoh dan sangat lemah, aku suka itu) Yu Xuan dalam hati sambil tersenyum.
"Sungguh naif dan bodoh, aku hanya mengatakan bahwa aku bisa menciptakan senjata tingkat 1, bukan berarti aku tidak bisa menciptakan senjata yang lebih dari tingkat 1," ucap Yu Xuan.
Jendral sangat terkejut, dia berpikir bagaimana dia bisa menang melawan Yu Xuan.
(Jadi Maksudnya senjata itu berada diatas tingkat 1? Berarti tingkat 2 atau 3. Senjata tingkat 1 tidak akan bisa melukaiku) Jendral dalam hati. Dia masih kebingungan dengan senjata yang dipegang oleh Yu Xuan.
Selagi Jendral masih berpikir dan menunggu bawahanya membawa senjata api. Yu Xuan di jemput oleh Zhao Li.
__ADS_1
"Yu Xuan ayo!" Teriak Zhao Li.
Yu Xuan masuk kedalam mobil dan memberikan jari tengah kepada Jendral.