
Yu Xuan kembali ketempat Hu Yinjie yang kini sudah sembuh dan bisa berdiri.
"Terima kasih nona," ucap Hu Yinjie pada Hong Yi.
Hu Yinjie melihat Yu Xuan sedang berjalan kearah mereka.
"Hoo, Leader, apa kau sudah selesai?"
"Ya, kalian juga sudah hebat berusaha sampai bisa membunuh banyak sekali pihak musuh."
Hu Yinjie menggaruk bagian belakang kepalanya merasa tersanjung dengan pujian dari Yu Xuan.
"Panggil semuanya kesini, kita akan pulang."
Yu Xuan menunggu party yang bertugas mengumpulkan persediaan berkumpul kehadapannya.
"Aku senang kalian tidak apa-apa. Kalau begitu ayo kita kembali."
Yu Xuan melakukan teleport dan membawa semua party Hu Yinjie kembali ke pangkalan supermarket.
"Woah hebat!" Hu Yinjie sedikit terkejut dengan dirinya yang tiba-tiba ada ditempat parkir supermarket.
(MP ku langsung habis, wajar saja lah aku sudah melakukan banyak teleport hari ini)
***
Sudah 1 bulan terlewat, hanya tinggal menghitung hari mereka akan menemui gelombang kedua.
"Leader Yu, ada seorang tentara yang ingin meminta persediaan kita,"
"Huh?"
Yu Xuan pergi ketempat parkir dimana para tentara memang ada disana dengan persenjataan lengkap.
Suasana disana benar-benar tegang karena adanya tentara dengan penampilan serius yang mencoba menakuti warga sipil.
Tentara itu melihat Yu Xuan datang dengan santai kearahnya, dia mencoba bernegosiasi dengan para tentara.
"Siapa ketua kalian?" Tanya Yu Xuan pada para tentara.
Dengan pertanyaan itu salah satu tentara mendekati berjalan kearah Yu Xuan. Tapi karena bawahan milik Yu Xuan terlalu sensitif, mereka menodongkan senjata pada semua tentara karena pemimpin mereka Yu Xuan ada disana melihat.
Tentu saja semua tentara sontak kaget dan mereka juga mengarahkan senjatanya pada semua bawahan Yu Xuan.
"Apa yang kalian lakukan?!"
Bawahan Yu Xuan menurunkan senjata mereka setelah mendengar perkataannya dengan nada yang sedikit tinggi.
Para tentara juga menurunkan senjata mereka perlahan.
"Maaf untuk itu, namaku Yu Xuan."
"Aku adalah Xing Liang, letnan cadangan dari xxx. Kami kesini karena pasukan kehabisan persediaan.
Kami ingin meminta persediaan dari warga sipil sebagai tanggapan darurat perang."
Yu Xuan sama sekali tidak peduli dengan kerja sama dengan para tentara, dia bisa saja membunuh mereka semua disini. Tapi dia membutuhkan pasukan yang sudah biasa dimedan perang.
__ADS_1
"Perang? Kalian sedang berperang? Terus kenapa, memangnya kami terlihat seperti sedang berlibur?" Yu Xuan mempertanyakan itu pada para tentara.
Seharusnya mereka juga tahu keadaan warga sipil yang harus bertahan dari serangan zombie yang terus berdatangan.
"Bahkan jika kau tidak bekerja sama, akan dengan paksa kamu lanjutkan!" Letnan cadangan meninggikan suaranya.
Para tentara mengangkat senjata mereka lagi dan mengarahkan semuanya pada Yu Xuan.
Tapi bawahan Yu Xuan tidak panik, saat dia bilang sebelumnya para bawahanya tidak berani lagi mengangkat senjata bahkan saat pemimpin mereka dalam bahaya.
"Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh senjata tanpa amunisi?" Yu Xuan memegang ujung senjata milik lentan lalu menaruhnya didahi.
Yu Xuan mendorong senjata itu dan membuat letnan sedikit terdorong.
"Aku akan bekerja sama, atau mungkin tidak. Aku ingin kalian menjadi bawahanku mulai sekarang," Yu Xuan tersenyum lebar menawarkan hal yang sangat bagus untuk keuntungan pangkalannya.
"Apa? Apa maksudmu mengatakan begitu? Apa kau mau membuat tentara tunduk padamu?!"
Salah satu tentara berteriak pada perkataan Yu Xuan yang mencoba untuk membuat para tentara menjadi bawahannya.
*DOR!
Yu Xuan menembak kearah kepala tentara yang berteriak tapi meleset, dia sengaja melakukan itu hanya untuk menggertak mereka.
"Asal kalian tahu saja, aku sudah baik mau membantu kalian dengan menjadikan kalian bawahanku, itu adalah hal baik yang bisa ku lakukan di apocalypse ini..!"
Niat Membunuh perlahan muncul dari Yu Xuan, niat membunuh yang sudah menghilangkan lebih dari 100 nyawa manusia.
Hanya dengan niat membunuh para tentara ketakutan dan tidak berani bersuara, bahkan bawahanya sekalipun diam, takut dengan niat membunuh yang dikeluarkan oleh Yu Xuan.
"Aku bisa saja membunuh kalian dengan mudah, tapi tidak aku lakukan. Ini tawaran terakhirku jadilah bawahanku!" Yu Xuan dengan mata melotot menatap letnan.
Yu Xuan menghilangkan Niat Membunuh nya, "Lakukanlah!"
Yu Xuan sedikit suka dengan sikap pemimpin yang seperti Xing Liang, dia tetap ingin memberi tahu bawahannya apa mereka ingin bergabung atau tidak dengan Yu Xuan.
Xing Liang dapat mempertahankan pemikirannya dibawah tekanan niat membunuh Yu Xuan.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk para tentara memutuskan ingin bergabung atau tidak kedalam pangkalan Yu Xuan.
"Kami menerimanya!" Para tentara serentak, walaupun mereka tentara tetap saja mereka takut akan kematian.
"Itu bagus, kalian kembali saja dulu dengan para bawahaku, dan bawa semua orang kesini," ucap Yu Xuan tersenyum ramah pada mereka.
Para tentara diberikan sedikit persediaan agar mereka bisa makan sebelum kembali kesini.
"Kalau begitu kami pergi dulu Leader Yu," ucap Tang Lei yang disuruh pergi ketempat para tentara.
***
Membutuhkan waktu lebih dari 4 jam untuk sampai di pangkalan yang ditempati para tentara.
"Sebuah sekolah?" Tanya Tang Lei.
"Ya, kami melindungi para murid disini, kami membutuhkan makanan untuk mereka."
Para murid terlihat senang melihat letnan kembali membawa makanan.
__ADS_1
Sekolah menengah atas, tempat yang seharusnya menyenangkan bagi mereka, tapi malah harus merasakan apocalypse.
Tang Lei merasa sedikit tenang, saat melihat para murid makan dengan bahagia.
Para tentara juga bahagia, tapi disaat bersamaan mereka merasa lemas karena belum makan. Tapi mereka tidak menunjukan sisi lemahnya pada para murid.
"Pak tentara, apa kalian sudah makan?" Tanya murid perempuan.
"Saat mengambil persediaan kami sudah makan, jadi kalian makan saja dengan tenang," ucap tentara dengan senyuman.
Para tentara tidak akan jujur pada warga yang terlihat lemah tidak berdaya menghadapi apocalypse ini. Mereka bisa saja berbohong tentang zombie akan musnah dalam beberapa tahun atau semacamnya.
Mereka mencoba menenangkan warga semampunya, tapi ada saja warga yang membuat warga lainnya ketakutan.
[Keadaan disini sangat memprihatinkan, apa kau akan memperbudak mereka?] Tang Lei pada Yu Xuan.
Sesampainya disana dan melihat bagaimana pangkalan yang ditempati oleh para tentara ternyata sangat buruk dan mengharuskan tentara tidak makan.
[Tentu saja tidak akan, memangnya aku ini iblis apa? Coba ceritakan tentang pangkalan itu] Yu Xuan.
Tang Lei mulai menceritakan bagaimana keadaan semua warga disana dan juga tentang para tentara yang harus berjaga dengan perut kosong.
[Bawa mereka kesini setelah selesai makan] Yu Xuan.
Tang Lei dan orang-orang yang dia bawa mulai berbicara dengan warga dan tentara yang ada disana.
Para tentara yang sudah setuju untuk mengikuti Yu Xuan juga membantu Tang Lei berbicara kepara warga.
"Naiklah ke bus dengan hati-hati,"
3 bus di isi penuh oleh guru dan murid, mereka kehabisan kendaraan untuk membawa warga dan sisa guru.
"Apa semuanya sudah penuh?" tanya Letnan Xing.
"Ya, kami tidak membawa banyak mobil, bagaimana dengan kalian?"
"Kami memilikinya, tapi beberapa kendaraan tidak memiliki bahan bakar,"
"Hanya itu masalahnya?"
Tang Lei mengeluarkan botol besar berisi bensin dan memberikannya pada mereka.
"Cepat isi bensin itu, kita harus cepat!" Tang Lei juga ikut membantu menuangkan bensin ketangki mobil yang harus diisi.
Mereka semua sekarang sudah berangkat dan sedang menuju kembali ke supermarket pangkalan Yu Xuan.
"Apa menurutmu Leader Yu tidak akan memaksa mereka berlatih?" tanya seseorang dalam party pada Tang Lei.
Tang Lei diam sejenak dengan pemikiran itu. Yu Xuan tidak mungkin tidak akan melatih para murid dan warga.
"Seharusnya mereka berlatih sampai bisa melawan zombie, jika kau tidak ingin bertarung kau tidak akan diberi makan," jawab Tang Lei setelah jeda beberapa saat.
"ah, memang seharusnya begitu... Tapi aku sedikit kasihan pada mereka jika harus berlatih,"
Tang Lei menatap anggota partynya yang mengatakan hal itu, dia juga berpikiran sama sepertinya.
"Aku juga, mungkin saat kembali aku akan bilang pada Yu Xuan untuk tidak memaksa mereka berlatih,"
__ADS_1
"Apa kau berani? Saat dia mengeluarkan niat membunuh pada para tentara juga kita hanya menunduk dalam diam,"
"Itu urusan depan, setidaknya akan aku usahakan,"