
Zhao Li bertarung dengan semua bawahan boss Mawar Merah diluar, mereka benar tidak dapat berkutik melawan Zhao Li yang lincah.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN GUNAKAN SENJATA API!!" Teriak boss Mawar Merah pada bawahannya yang bertarung menggunakan pedang.
(Sepertinya boss mereka tidak bisa apa-apa, tapi kenapa mereka malah mau menurutinya?) Zhao Li dalam hati.
"Tch!"
Zhao Li harus menghindari semua peluru yang ditembakan kearahnya, tapi itu tidak terlalu sulit baginya.
Zhao Li melihat kemana mereka memegang senjatanya lalu menghindari serangan mereka, dia sudah tahu arah pelurunya. Jadi yang perlu dia lakukan hanya menghindar.
Walau begitu Zhao Li tidak bisa maju sama sekali karena pelurunya selalu mengarah padanya. Yang dia lakukan hanya menghindar sampai kelelahan.
*DOR!
Zhao Li terkejut melihat pihak musuh tumbang tertembak oleh seseorang. Zhao Li langsung melihat kearah orang yang menembakkan senjata api ke pihak musuh.
"Darimana kau mendapatkan senjata itu?" Tanya Zhao Li pada atlet yang memegang pistol.
"Orang yang kau bunuh membawa senjata. Semua bawahan orang itu membawa senjata api."
"Jadi begitu, aku berterima kasih."
Dengan keadaan musuh yang lemah Zhao Li bisa maju dan membunuh mereka semua.
"Dimana bossnya?.. apa dia kabur?"
Zhao Li mendengar suara berisik yang mulai naik, dia melihat kebelakang. Zombie berlarian kearahnya, mereka sangat banyak.
"LARI!" Teriak Zhao Li.
Zhao Li dan orang yang dia selamatkan lari, tapi beberapa dari mereka harus tertinggal karena kaki mereka yang patah tidak dapat berlari.
Zhao Li terus berlari, satu persatu dari mereka tertangkap karena lari yang lambat.
(Zombie tingkat 2? Merepotkan sekali..!)
Zhao Li tidak bisa apa-apa, yang harus dia lakukan adalah selamat dari keadaan ini lalu bertemu dengan adiknya.
Mereka masuk kedalam prhiasan yang hanya dilapisi dengan kaca tebal.
Dari 7 orang berlari sekarang hanya tersisa Zhao Li dan atelt. Mereka berdua kelelahan dikejar zombie.
"Mungkin kita akan mati disini, jadi aku akan memberitahu namaku, aku Hu Yinjie, atlet tinju."
Hu Yinjie yang melihat kaca yang menahan para zombie sudah mulai retak.
"Aku Zhao Li, senang bisa mengenalmu walau hanya sebentar."
Zhao Li sedih, dia bahkan tidak bisa melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya.
"Apa-apaan dengan salam perpisahan itu? Apa kau tidak mau menemui adikmu lagi?"
Yu Xuan yang muncul entah dari mana. Zhao Li dan Hu Yinjie terkejut sampai melompat mendengar suara Yu Xuan.
__ADS_1
"Jangan kaget, aku menggunakan teleport,"
"Kalau begitu keluarkan kami dari sini juga."
"Aku kehabisan mana, tapi tidak masalah kita bisa kabur lewat stasiun bawah tanah." Yu Xuan bisa saja menyelamatkan dirinya sendiri, tapi dia memilih untuk menyelamatkan Zhao Li dari kepungan zombie.
Yu Xuan menghancurkan kaca yang ada didepannya lalu berpindah dari toko ketoko selanjutnya.
"Kita hanya tinggal turun kelantai bawah."
Yu Xuan menghancurkan kaca yang terakhir lalu lari menuju lantai bawah, zombie berlarian mengejar mereka.
"Yang merepotkan itu adalah zombie tingkat 2, mereka tidak seperti zombie tingkat 1 yang busuk."
Mereka membunuh zombie dan terus berlari menunju stasiun bawah tanah. Stasiun bawah tanah juga banyak zombie dan juga mayat yang sudah mati.
Bahkan didalam kereta yang berhenti semuanya terisi oleh zombie yang memaksa untuk keluar setelah melihat 3 manusia.
"Kita lewat trowongan ini, seharusnya itu adalah jalan keluarnya,"
"Kalau itu jalan keluar, bukanya zombie juga bisa masuk lewat sana?"
"Lalu kenapa dijalan ini tidak ada mayat zombie sama sekali?"
Zhao Li memperhatikan sekeliling rell kreta yang benar-benar bersih tidak ada mayat zombie sama sekali.
"Bagaimana dengan orang-orang yang kita selamat kan?"
"Dilantai atas parkiran."
Dengan adanya Chen Fan dan beberapa boss kelompok yang dia bilang seharusnya mereka aman.
Diatas parkiran itu ada banyak orang yang akan mengikuti Yu Xuan mulai sekarang, lebih dari 100 orang akan mengikutinya.
(Benar-benar merepotkan) Yu Xuan saat pertama kali melihat banyak orang yang akan mengikutinya mulai sekarang.
Mereka bertiga terus berjalan di sana sambil mengobrol ringan, sampai mereka mendengar suara sesuatu.
"Suara apa itu?"
Hu Yinjie mengarahkan senter miliknya kedepan, sebuah mutan kecoak berjalan mendekat dengan suara berisik.
Yu Xuan sebelum terjadinya apocalypse ini, dia takut dengan hewan kecil seperti kecoak dan tikus, masih banyak yang diatakuti.
Tapi anehnya dia sekarang sama sekali tidak takut. Sebenarnya dia sudah mulai aneh dengan sikap dirinya yang tiba-tiba berubah.
"Tembak!"
Yu Xuan menembak mutan kecoak itu, dan tiba-tiba mutan itu hilang dari senter yang diarahkan oleh Hu Yinjie.
(Payah sekali aku tidak bisa melihat dalam gelap) Yu Xuan.
[Kalau begitu beli skill night vision]
(Kau ini pedagang kah?)
__ADS_1
Yu Xuan selalu ditawari skill atau barang oleh sistem saat dia mengalami kesulitan. Sistem itu sudah seperti pedagang, dia selalu merekomendasikan sesuatu yang berguna disaat-saat tertentu.
[MP : 345/5325]
"Pegang senternya, jangan sampai kehilangan jejak kecoak itu."
Yu Xuan setelah melihat kembali mutan kecoak itu muncul kembali.
[Sprint diaktifkan, kecepatan anda akan bertambah 40%]
Yu Xuan bertarung menggunakan pedang melawan mutan kecoak dengan kecepatan yang dia miliki.
"Aku tidak bisa mengikuti pergerakan mereka!"
Zhao Li dan Hu Yinjie sama sekali tidak dapat melihat Yu Xuan dan mutan itu bertarung. Mereka sudah mengarahkan senter kesemua arah tapi tetap tidak dapat menemukan Yu Xuan.
Yang mereka berdua dengan adalah suara pedang dan ada petir yang keluar diberbagai tempat.
*DOR!
Suara tembakan juga mulai terdengar. Zombie yang tadinya masih jauh dibelakang sekarang sudah dekat dengan mereka.
"Kita urus saja dulu yang ini."
Zhao Li dan Hu Yinjie juga harus melawan banyak zombie yang mengejar mereka. Ada banyak zombie tingkat 1 dan juga tingkat 2.
"Ini sulit," Zhao Li tersenyum.
Mereka terus bertarung melawan zombie sampai beberapa menit.
"Apa sudah habis?" Hu Yinjie bertanya.
Walau begitu mereka tetap waspada dengan kemungkinan yang ada. Tapi setelah menunggu beberapa menit masih tidak ada tanda-tanda zombie yang mengejar mereka.
"Mutannya sudah mati, apa kalian lelah?" Yu Xuan muncul dari dalam kegelapan.
[+30.000 point]
Mereka bertiga beristirahat dulu di dalam ruang bawah tanah jalur kereta. Setelah semua stamina mereka pulih barulah mereka berangkat.
***
"Uhh.." Zhao Li memasang eksperesi lelah diwajahnya saat tau jalannya tertutup oleh bangunan.
"Kita sudah jalan jauh dan hanya melihat batu!"
"Sabar Zhao... Sekarang bagaimana, leader?"
"Leader pala kau besar, mundur lah!"
Yu Xuan menyuruh mereka berdua untuk mundur lalu dia menghancurkan semua puing-puing bangunan yang menutupi jalan dengan pedangnya.
Mereka bertiga keluar dan melihat bahwa matahari sudah terbit, sepanjang malam mereka bertarung melawan orang-orang dari pangkalan Mawar Merah dan juga para zombie yang mengejar.
"Agh! Ini silau!" Yu Xuan menutup matanya saat terkena sinar matahari.
__ADS_1