
Yu Xuan dan teman-temannya membiarkan Tang Xin mengobrol dengan ayahnya. Mereka sudah lama tidak bertemu dan merindukan satu sama lain.
***
"Apa ibu juga ada dipangkalan ini?"
Tang Xin menanyakan itu pada ayahnya, mereka sedang berada dikamar Tang Lei dan membicarakan ibunya Tang Xin.
"Ibumu sedang mencari persediaan, dia lebih kuat dariku..
Baisanya membutuhkan 3 untuk kembali setelah mengumpulkan persediaan,"
Tang Lei tampak sedikit berbohong tentang ibunya yang sedang mencari persediaan. Ia sepertinya tidak ingin putrinya mengetahui kebenarannya.
Tang Xin melihat keluar jendela, melihat bintang malam dan bergumam menunggu ibunya pulang kepangkalan.
"Aku membutuhkan waktu 3 hari agar bisa bertemu dengan ibu..."
"Putriku, cepat atau lambat kamu akan bertemu dengan ibumu, ayo sekarang kita beristirahat, disini kamu akan aman,"
Tang Lei menyuruh Tang Xin untuk beristirahat dan menunggu ibunya disini dengan tenang. Pangkalan yang dimiliki oleh Tang Lei sangat kuat di area perbatasan antara area 3 dan 2.
Bahkan tidak banyak orang di area 2 dapat menandingi dirinya. Mungkin ada beberapa pangkalan besar yang sangat kuat dan dapat menghancurkan pangkalan Tang Lei.
***
"Kakak, aku sangat merindukan orang tua kita, aku sangat iri dengan kakak Tang Xin,"
Qing Xue sedikit sedih karena harus menunda dirinya agar bisa bertemu dengan orang tua dan terus kepikiran saat melihat Tang Xin berpelukan dengan ayahnya.
"Kita akan menemui mereka cepat atau lambat,"
Zhao Li mencoba untuk menenangkan adiknya yang terlihat sedih, dia masih harus menunggu agar bisa pergi kekota Haiti.
"Apa orang tua kalian berada di kota Haiti?" Yu Xuan menanyakan itu bukan tanpa sebab.
Dirinya juga harus pergi kesana untuk mencari kedua senior dan Lu Xi. Ia beranggapan bahwa mereka bertiga pergi kearah sana karena lumayan dekat dengan kampus yang mereka tempati.
"Ya, apa kita akan kesana?"
Qing Xue merasa bersemangat saat mendengar Yu Xuan mengatakan kota Haiti. Itu adalah tempat diaman orang tua Qing Xue berada.
"Kita akan kesana cepat atau lambat,"
"Yey," Qing Xue memeluk Yu Xuan sambil tersenyum gembira.
"Apa kakakmu ini seperti tidak butuh pelukan?" Zhao Li membuka tangannya.
__ADS_1
Qing Xue mendekat ke kakaknya lalu memeluknya juga.
Yu Xuan merasa bahwa Tang Lei sedang menyembunyikan sesuatu dari Tang Xin.
Tang Xin saat diperjalanan ke pangkalan milik ayahnya, dia selalu saja menanyakan tentang keberadaan ibunya.
Tang Xin juga sempat bertanya apa ibunya sedang menunggu mereka kembali ke pangkalan atau tidak.
Dan dalam perjalanan itu Tang Lei selalu menghindari pertanyaan-pertanyaan Tang Xin, hingga mengubah topik pembicaraan.
Tang Lei sampai mendekati Yu Xuan untuk menceritakan bagaimana mereka bisa sampai kota Dichuan.
(Entah ibu Tang Xin masih hidup dan benar sedang mencari persediaan seperti apa yang diaktakan oleh orang dari kelompok Tang Lei..
Atau ada sesuatu yang terjadi. Semoga saja itu tidak terjadi.)
Yu Xuan juga merasa khawatir jika ibu Tang Xin sudah tidak hidup, dia pernah memimpikan seniornya yang berbubah menjadi zombie dan dia harus membunuh dengan kedua tangannya.
Hanya dengan mimpi Yu Xuan sudah merasa sedih dan tidak dapat berkata-kata, bagaimana jika itu benar-benar terjadi?
Yu Xuan menghela napas dan mencoba untuk berpikir positif, ia harus menghilangkan pikiran yang tidak-tidak tentang seniornya.
"Aku akan keluar sebentar. Jangan lupa memisahkan kamar pria dan wanita,"
Yu Xuan membuka pintu dan pergi keluar. Saat ia berjalan dilorong, ia kembali bertemu dengan pria gemuk lagi.
"Jika boleh aku ingin pergi ketempat transaksi di pangkalan kalian,"
Yu Xuan mengatakan itu tanpa sedikit canggung, ia seharusnya sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh semua orang dipangkalan ini jika dia ingin melakukan transaksi.
"Kamu mungkin teman putri ketua kami, jadi itu mungkin tidak apa-apa, tapi tempat transaksi adalah sumber daya terakhir di akhir dunia seperti ini..
Mengajukan pertanyaan seperti itu, apakah kamu bisa memberikan keuntungan buat kami? Jika tidak, aku tidak akan menunjukan tempat transaksi kami padamu.."
Pria gemuk itu tidak langsung menunjukan tempat transaksi di pangkalannya. Ia tahu betul bahwa tempat transaksi adalah sumber daya terakhir di dunia yang sudah hancur.
Tapi dia bisa saja memberi tahu tempat transaksi dipangkalanya, namun pangkalan mereka membutuhkan keuntungan jika seseorang ingin melakukan transaksi.
Yu Xuan sudah menembaknya dengan sangat mudah, jadi ia tidak perlu ragu lagi untuk menyembunyikan skill craftingnya yang sangat berguna di akhir dunia.
Yu Xuan mengubah cristal tingkat satu menjadi sebuah dagger dihadapan pria gemuk dengan sangat cepat.
"Ini adalah skill milikku 'Crafting' selama kalian bisa menyediakan bahan yang diperlukan, aku bisa membuat anggota pangkalanmu bersenjata lengkap,"
Haise menyerah kan pisaunya pada pria gemuk agar bisa dilihat dan di nilai oleh orang yang paling berpengaruh di pangkalan milik Tang Lei.
(Aku rasa saat membuat senjata tingkat rendah kecepatan bertambah, apa karena level skillnya sudah berada di level 3?)
__ADS_1
Pria gemuk itu terkejut setelah mencoba ketajaman senjata yang dibuat oleh Yu Xuan. Ia kagum dengan senjata yang dibuat oleh Yu Xuan, sekarang dia tidak perlu ragu untuk menunjukan tempat transaksinya.
"Kalau begitu aku tidak perlu ragu lagi kan? Ikuti aku, aku akan menunjukannya padamu," pria gemuk memimpin jalan menuju tempat transaksi.
Yu Xuan dibawa kesebuah gudang tempat penyimpanan amunisi dan senjata api.
Saat Yu Xuan masuk ia terkejut melihat tempat itu sangat rapih, senjatanya disusun berdasarkan jenisnya walau tidak memiliki amunisi untuk menggunakan senjata itu lagi.
"Itu disana," pria gemuk menunjuk kearah tempat transaksi berwarna merah.
Tempat transaksi seperti sebuah lingkaran sihir teleport dengan adanya cahaya setinggi dua meter yang menghiasi dan warnanya berbeda-beda setiap levelnya.
"Selama kamu mengingat kata-katamu, kamu dapat menggunakannya kapanpun yang kamu inginkan,"
Yu Xuan mengangguk sebagai jawaban ya. Dia tidak akan pernah lupa, apa lagi pangkalan ini milik ayah temannya.
[Apa anda ingin melakukan transaksi]
"Ya,"
[Memulai transaksi]
Pria gemuk masih berada didekat tempat transaksi dan melihat Yu Xuan sudah masuk.
Ia merasa pangkalannya diberkati oleh kemunculan Yu Xuan yang dapat menciptakan sebuah peralatan yang kuat.
"Selama pria kecil ini menciptakan peralatan yang bagus untuk kami, bahkan 'roda langit' dan 'mawar merah' tidak akan bisa menandingi kami dimasa depan.." pria gemuk itu bergumam.
Note: Pengen ngasih tau level tempat transaksi/toko transaksi berdasarkan warna.
Abu-abu level 1
Putih level 2
Merah level 3
Orange level 4
Kuning level 5
Biru level 6
Ungu level 7
Hitam level 8
Emas level sepesial
__ADS_1
Sistem toko Yu Xuan. Cheat, semua barang ada tapi minusnya mahal.