
"Berani sekali kau membunuhnya..!" Zhang Hao menaikan suaranya.
Yu Xuan membunuhnya dengan cepat karena orang yang memiliki ketahanan tinggi akan merepotkan nantinya, jadi dia harus membunuhnya diawal saat orang itu lengah.
"Aku tidak sengaja," Yu Xuan dengan senyum kecil diwajahnya.
"Ayo kita balaskan dendam saudara kita..!"
Saat kelompok Zhang Hao hendak maju untuk membalaskan dendam mereka, tiba-tiba ada es tajam yang menghalangi jalannya.
Zhang Hao melihat kearah dimana skill ini dikeluarkan dan melihat seorang gadis kecil dengan senyum sombong.
"Kakak Yu, kami datang," Chu Xiaowan masih memasang senyumannya.
"Wah wah, sepertinya kau memiliki banyak teman.. saat serius..!" Zhang Hao dan kedua temannya mengeluarkan energi yang sangat besar.
[Peringatan!]
[Berhati-hati lah host]
(Sistem bahkan sampai membuat peringatan untukku, sepertinya ini akan berbahaya) Yu Xuan dengan sedikit kekhawatiran diwajahnya.
"Minum ini yang masih berada di level 1," Yu Xuan melemparkan sebuah ramuan evolusi level 2 pada Tang Xin.
Tang Xin menangkapnya, lalu mengangguk. Ia memberikan ramuan itu pada Qing Xue dan Hong Yi.
(Hoo.. itu pilihan bagus) Yu Xuan tersenyum sambil melihat Tang Xin memberikan ramuan evolusi pada siapa saja.
Hong Yi naik menjadi level 2 dan mana miliknya meningkat, jadi tugasnya sekarang adalah menyembuhkan Chen Yu yang sedang terluka.
Yu Xuan harus melawan Zhang Hao yang mengeluarkan seluruh kemampuannya.
"Sial! Aku terpukul mundur!"
Yu Xuan sekarang sangat kesulitan melawan Zhang Hao, bahkan jika Yu Xuan sama-sama berada di level 3. Tapi dia tidak bisa menang melawannya.
Zhao Li sendiri harus melawan orang yang membawa pedang di kelompok musuh. Perbedaan satu level sangat terlihat.
Zhao Li bisa bertahan hanya karena senjata miliknya berada ditingkat 4.
Chu Xiaowan harus melawan orang aneh berambut pitang dengan skill angin.
Chu Xiaowan terus berthana dan dia dibantu oleh Xiao Yi dengan akar miliknya.
Tapi dengan skill angin yang menyerupai bilah pedang, akar itu dapat dengan mudahnya terpotong.
"Mereka sangat kuat..!"
__ADS_1
Yu Xuan harus terpukul mundur sangat jauh kebelakang.
"Arghhk!" Yu Xuan mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya.
[HP : 4380/7800] HP Yu Xuan.
"Kau lumayan hebat karena masih bisa bertarung dengan diriku yang sudah mengeluarkan kekuatan penuh..
Aku menghargai tekadmu itu bocah.." Zhang Hao tersenyum sombong melihat Yu Xuan berlutut kesakitan.
(Kenapa aku sangat lemah..!) Yu Xuan kesal pada dirinya sendiri.
"AKU AKAN MEMBANTUMU..!" Tang Xin langsung menembak kearah Zhang Hao.
Zhang Hao dengan mudahnya menghindari serangan itu dan dia langsung berlari dengan cepat munuju hadapan Tang Xin untuk membunuhnya.
Saat dia sudah dekat dengan Tang Xin, dia harus menghindari serangan petir yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Kau pikir bisa menyentuh putriku..!"
Seorang pria perlahan muncul dari debu yang tebal. Pria berpenampilan sederhana dengan kumis tipis dan rambut warna merah sama seperti Tang Xin.
"A-ayah?!" Tang Xin kaget melihat ayahnya muncul untuk menyelamatkan dirinya.
Itu mengingat Tang Xin tentang masa lalunya.
Xiao Yi dan Chu Xiaowan dibantu oleh pria gemuk yang kuat, pria itu dapat menahan serangan angin milik temannya Zhang Hao tanpa terluka.
Yu Xuan harus mendongak keatas untuk melihat siapa yang datang membantunya. Tapi ia sudah tahu, karena mendengar kata "Ayah" dari mulut Tang Xin.
(Mengapa ayah Tang Xin berada disini? Tapi kami beruntung, jika mereka tidak datang kami akan kalah) Yu Xuan dalam hati lalu berdiri.
(Sialan! Aku tidak tahu jika mereka memiliki latar yang sangat kuat.. aku kurang berhati-hati) Zhang Hao agak panik setelah melihat ayahnya Tang Xin.
Ayahnya Tang Xin adalah salah satu orang terkuat yang ada di area 2. Menyinggungnya akan sangat fatal.
"Jika kalian masih ingin lanjut, maka pangkalanku akan berperang dengan kalian," Ayahnya Tang Xin memasang tatapan intimidasi pada Zhang Hao.
"Kami menyerah, tapi.. pangkalan kami tidak bisa diprovokasi dan aku Zhang Hao akan mengingat semua ini...
Aku dengar kau dapat undangan dari pangkalan 'Roda Langit' apa kamu menolaknya..?
Seberapa lama kau akan bertahan di pangkalan milikmu itu?"
Zhang Hao mengatakan itu dengan nada rendah dan tidak ada maksud tertentu. Ia tidak berani berteriak keras dihadapan orang yang lebih kuat darinya.
"Aku akan terus berthana.. aku tidak sepertimu, menjadi anjing 'Roda Langit' yang menjijilan dan mencoba untuk memuaskan tuanmu dengan kemampuan yang kau milikki.." Ayah Tang Xin dengan senyum meledek.
__ADS_1
Zhang Hao kesal pada ayah Tang Xin dan berjalan mendekati Yu Xuan. Ia menawarkan Yu Xuan untuk masuk ke pangkalannya yang bernama 'Roda Langit'
Zhang Hao mengatakan pada Yu Xuan bahwa pangkalannya lebih kuat dari kebanyakan pangkalan yang ada di area 1 dan 2.
"Tapi kalain hanya penjilat.." Yu Xuan memasang senyum meledek Zhang Hao.
Zhang Hao tertawa pada perkataan Yu Xuan, "jika begini, jangan sesali pilihanmu ya.. ayo pergi!" Zhang Hao berjalan menjauh dari sana bersama 2 orang yang masih hidup.
Setelah Zhang Hao dan teman-temannya pergi. Tang Xin dan ayahnya melakukan reuni keluarga yang singkat.
Mereka berdua berpelukan karena sudah tidak bertemu untuk waktu yang lama di dunia yang sudah hancur ini.
"Ehem.."
Tang Xin melepaskan pelukan ayahnya dan memperkenalkan dia pada teman-temannya.
"Terima kasih karena sudah mambantu ku untuk menemukan Ayahku, dia adalah Ayahku namanya Tang Lei,"
"Jadi kalain yang membantu putriku untuk bertemu denganku.. aku juga ini berterima kasih pada kalian karena sudah membantunya selama ini.." Tang Lei sedikit membungkuk untuk mengucapkan terima kasih.
"Aku akan membawa kalian ke pangkalanku... Tenang saja, ketuanya aku," Tang Lei menunjuk dirinya sendiri dengan ibu jari.
***
"Pangkalan yang besar," Yu Xuan melihat pangkalan milik Tang Lei.
Pangkalan Tang Lei adalah pangkalan bekas pasukan militer. Pangkalan itu lebih kuat dibandingkan pangkalan yang hanya berada di Mall atau gedung besar.
(Senior dan Lu Xi mustahil untuk pergi kesini, seharusnya mereka kearah kota Haiti) Yu Xuan dalam hati.
[HP anda telah pulih]
Semuanya masuk kedalam pangkalan dan melihat seberapa besar pangkalannya yang terlihat dari dalam.
(Benar-benar bekas pasukan militer, tapi senjata berat tidak ada disini)
Setelah sampai didalam pangkalan. Mereka semua dapat beristirahat dengan tenang.
Tang Xin bersama ayahnya pergi kekamar lain. Yu Xuan dan teman-temannya mengikuti seorang pria gemuk, dia menunjukan jalan kekamar mereka masing-masing.
"Biarkan ayah dan anak itu sendiri.. pangkalan ini luas, kalian bisa tinggal disini,"
Pria gemuk dan teman-teman Yu Xuan menelusuri lorong yang berisi banyak kamar, dia menyuruh teman-temannya Tang Xin memilih tempat mereka sendiri.
"Pintunya tidak ada yang terkunci, jadi pilihlah sesuka hati,"
Pria gemuk itu lalu pergi membiarkan Yu Xuan dan teman-temannya beristirahat.
__ADS_1