Apocalypse System

Apocalypse System
Pergi dari kota Haiti!


__ADS_3

Di satu sisi yang lain.


Seorang pemuda melihat mereka yang berpesta diatap hotel yang sudah hampir hancur. Pemuda itu hanya bisa melihat kobaran api dan beberapa makhluk kecil yang sedang tertawa bersama.


"Sepertinya mereka ingin melupakan apocalypse ini untuk sementara waktu." Yu Xuan tersenyum lalu meminum sebuah kopi yang ada dihadapanya.


"Menunda waktu untuk pergi dari sini lagi ... Lusa sebaiknya aku meninggalkan tempat ini."


Yu Xuan tidak ingin berada dikota itu lama-lama. Ia tidah tahu kapan zombie akan muncul dikota. Setelah mutan mati para zombie terus bersembunyi seperti seekor tikus.


Yu Xuan sendiri harus mencari teman-temannya yang entah ada dimana. Ia sendiri juga tidak tahu. Apa yang mereka lakukan sekarang, apakah mereka masih hidup atau tidak.


Yu Xuan menggelengkan kepalanya, ia tidak mau memikirkan hal yang aneh pada teman-temannya.


"Aku harap mereka tidak menjadi zombie." Yu Xuan memejamkan matanya.


"Aku akan mencari kalian didataran ini ... Tidak peduli kalian ada dimana, aku akan tetap mencari kalian."


'Bagaimana jika mereka sudah mati?'


Kata-kata itu langsung lewat dikepala Yu Xuan. Walau begitu, Yu Xuan tidak merubah pandangannya dan akan terus mencari teman-temannya.


"Jika mereka menjadi zombie mereka pasti sudah dibunuh oleh survivor lain. Tapi aku akan mencari kebenarannya dulu, baru menyimpulkan apa yang terjadi pada mereka...


Aku akan tetap mencari mereka sampai tahu apa yang terjadi. Tidak peduli jika aku menghabiskan waktu beberapa tahun untuknya."


***


Lusa.


Yu Xuan dan Andre sepakat pergi dari kota Haiti dan mencari tempat yang bisa ditinggali dengan aman.


"Apa mobil yang kita bawa bisa membawa banyak orang sekaligus?" tanya Yu Xuan pada orang yang mengatur para kelompok Andre.


"Boss Yu, kita sepertinya kekurangan tempat untuk menaruh beberapa orang."


Yu Xuan melihat sisa 12 orang yang belum masuk kedalam mobil.


"Masukan kedalam mobil kargo."


"Baik!"


Anggota Yu Xuan memasukan 12 orang tadi secara terpisah kedalam mobil kargo yang berhisi persediaan yang sudah dikumpulkan selama perjalanan.

__ADS_1


"Jika kalian ingin makan camilan. Makan saja secukupnya jangan berlebihan."


Orang yang sudah naik kedalam mobil kargo mengangguk.


"Sepertinya sudah semua. Aku akan berada dibarisan paling belakang." Yu Xuan melambaikan tangannya lalu pergi kemobil yang ada dipaling belakang.


Andre dan Zhao Li berada dimobil paling depan. Mobil kargo sangat dilindungi dengan banyaknya mobil tentara disisi kanan dan kiri.


Mobil tentara di isi oleh orang-orang yang memiliki skill bertarung diatas rata-rata, bukan pemula yang masih takut mati.


Setelah semuanya selesai dan naik kedalam mobil, mereka memulai perjalanan mereka kearah timur laut.


Saat diperjalan mereka terus bertemu dengan zombie tingkat 2 sampai tingkat 4. Zombie dengan tingkat yang lumayan tinggi tidak bisa ditabrak oleh mobil biasa.


"Ini benar-benar merepotkan. Zombie tingkat tinggi bisa menghindari peluru dengan mudahnya dan kita harus turun untuk membunuh mereka."


"Ini masih tingkat 4, bagaimana dengan mutan dan zombie tingkat 5 keatasnya."


"Aku tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya mereka."


Yu Xuan selama perjalanan tidak membantu membunuh zombie yang ada. Ia bisa mendapatkan poin walau hanya setengah saat bawahannya membunuh zombie.


"Setelah memberi nama sistem sepertinya banyak hal yang sangat berguna berdatangan." Yu Xuan dalam hati dengan sedikit senyuman tipis diwajahnya.


"Apa? Apa dia senang atau memang pesikopet gila yang suka membunuh sesama manusia ... Kalau aku tidak salah dia pernah membunuh seorang presedir suatu perusahaan besar."


Membayangkan itu membuat supir semakin takut pada sifat asli pemuda yang ada dibelakang.


"Insight." Yu Xuan menggunakan skillnya pada supir yang terlihat gelisah.


[Nama: Supir ae, nama g terlalu penting]


[Gender: Pria]


[Level: 2]


[Affinity: 3]


[Mood: Afraid] (ketakutan)


"Apa kau takut?"


Tubuh supir langsung bergedik ketakutan saat pemuda yang dibelakang menyentuh pundaknya. Keringat dingin terlihat dari belakang lehernya.

__ADS_1


Supir itu tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemuda yang sedang tersenyum lembut.


Namun pandangan supir berbanding terbalik dengan pemuda tersebut. Supir hanya melihat senyuman kejam dan hawa membunuh dari belakang.


Tidak lama kemudian supir itu pingsan karena ketakutan.


"Apa aku semenakutkan itu?" Yu Xuan mengusap dagu sambil melihat dirinya di kaca mobil.


[Tuan, sebaiknya tidak terlalu dekat dengan seorang pengecut sepertinya ... Mereka hanya menghabat proses, Tuan]


Yu Xuan menghela nafas panjang. Ia memindahkan pria yang menjadi supir kebelakang, dan dia sendiri yang akan menyetir mobilnya.


Rencana Yu Xuan saat ini adalah membuat tempat yang bisa ditempati oleh banyak orang. Memiliki tanah yang masih bisa ditumbuhi tanaman, memiliki beberapa hewan ternak didalamnya.


Dengan begitu apa yang harus dia lakukan selesai. Sebenarnya dia juga masih peduli dan melindungi beberapa orang. Tapi jika orang yang dilindunginya bergantung padanya, dia akan membunuh mereka tanpa rasa sakit.


Yu Xuan tidak akan selalu melindungi orang yang tidak mau berusaha lebih baik, ia akan membunuhnya jika orang tersebut terlalu manja. Dan kebanyakan dari orang seperti itu adalah wanita.


Tidak peduli pria atau wanita. Memiliki tubuh yang bagus dan cantik tidak akan membuat hati Yu Xuan luluh dengan mudah.


Jika tidak berguna dan terus bergantuk, kematian akan menunggunya. Kematian tanpa rasa sakit yang diberikan oleh Yu Xuan adalah pengampunan terbesarnya.


Yu Xuan juga menyadari bahwa sifat yang lama dari dalam dirinya telah hilang. Entah kapan, tapi saat terjadinya apocalypse dia tidak pernah merasa kasihan pada siapapun.


Tidak peduli mau orang itu tua ataupun masih anak-anak. Yu Xuan saat ini tidak memiliki emosi seperti dulu lagi.


"Silvy, apa kau tahu kenapa diriku berubah saat apocalypse terjadi?"


[Kemungkinan karena Tuan memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain. Tuan lebih baik hidup sendiri daripada harus membawa anak kecil ataupun orang tua bersama Tuan.


Tuan, bisa saja seperti dulu jika Tuan tidak memikirkan cara bertahan hidup sendiri didunia apocalypse.


Walaupun Tuan terlihat peduli pada beberapa orang. Nyatanya Tuan hanya menyuruh orang-orang itu untuk melindungi orang lemah lainnya. Dan Tuan akan melakukan semuanya sendiri dengan kekuatan yang sudah Tuan miliki.]


Yu Xuan yang mendengar Silvy menjelaskan mencoba untuk mengingat dirinya dimasa lalu yang masih suka membantu orang tua.


"Aku tidak bisa mengingatnya!" Yu Xuan memukul-mukul dahinya dengan pelan, berharap bisa mengingat dirinya yang dulu.


[Tuan, jika anda mencoba mengingat sesuatu, itu tidak akan mudah. Biasanya ingatan itu akan muncul dengan sendirinya saat kita sendiri dalam keadaan genting.]


"Kenapa mereka membawa mobil begitu lamban!" Yu Xuan mengalihkan pembicaraannya dengan Silvy.


Yu Xuan merasa Silvy kadang sedikit bodoh dan tidak bisa memahami sifat dan emosi tuannya. Mana mungkin emosi dan sifat Yu Xuan kembali begitu mudah saat dirinya dalam keadaan genting, seperti hidup dan matinya seseorang.

__ADS_1


"Hal seperti itu mana ada jika bukan ingatan tentang cara bertarung." Yu Xuan dalam hati.


__ADS_2