Apocalypse System

Apocalypse System
Melupakan apocalypse sementara


__ADS_3

"Ugh... Aku capek sekali." Zhao Li berjalan menaiki tangga dan pergi kekamar. "Padahal aku hanya meminjamkan dewa itu tubuhku. Tapi rasanya aku yang bertarung saat itu." Lanjut Zhao Li lalu berbaring diatas kasur yang empuk.


Tidak butuh waktu lama untuk Zhao Li tidur dalam keadaan yang sangat lelah. Semua orang juga bisa melakukan itu saat mereka terlalu lelah.


***


Matahari mulai terbenam. Jika itu dilihat dari tempat yang bagus, matahari akan terlihat indah. Namun yang mereka lihat sekarang adalah kehancuran masal seluruh dunia.


Yu Xuan yang berada dilantai teratas diapartement itu berkata.


"Tidak peduli sebagus apapun matahari terbenam. Jika dunianya hancur entah mengapa matahari juga tidak terlihat cantik."


Yu Xuan menggelengkan kepalanya lalu turun dan bersiap kembali kekota. Perjalanan kekota menghabiskan waktu sekitar 1 jam menggunakan speda motor.


"Boss Yu!" teriak pria yang sedang patroli.


"Dasar bodoh! Jangan teriak didunia ini!" Yu Xuan menegaskan itu dengan nada marah.


Teriak di apocalypse zombie bisa menarik banyak zombie berdatangan, tapi dikota ini hampir tidak ada zombie sama sekali setelah kematian mutan.


"Maaf." Pria itu menunjukan kepalanya. "Boss, Zhao Li menitipkan pesan jika boss sudah kembali."


"Hmm.. ada apa sampai segitunya, kita kan punya alat komunikasi. Kenapa harus sampai menitipkan pesan?" tanya Yu Xuan yang masih duduk dimotor.


"Tapi boss tidak menggunakan ya sekarang," jawab pria tersebut sambil menunjuk telinga kiri Yu Xuan.


Yu Xuan memegang telinga kirinya lalu tersenyum dengan mata tertutup.


"Aku lupa. Baiklah dimana aku harus bertemu dengan Zhao Li?"


"Boss, bisa bertemu dengannya dirumah megah 2 lantai lumayan dekat dengan gedung olahraga."


"Apa yang kalian lakukan saat ini, sepertinya bukan hanya kau yang berjalan-jalan malam hari."


"Ini bukan jalan-jalan, kami sedang patroli. Kita tidak tahu bagaimana mutan itu mati, tapi bisa saja zombie yang lainnya muncul saat malam."


Saat mutan gas itu masih ada banyak zombie yang keluar saat malam hari. Saat pagi hari tiba para zombie bersembunyi seperti seekor tikus.


Yu Xuan mengerti lalu mengangguk. Ia pergi dari sana dan mencari rumah yang ditempati oleh Zhao Li.


"Pengecekan seperti itu bagus juga," gumam Yu Xuan.

__ADS_1


Yu Xuan sampai dirumah tingkat 2. Rumah itu memiliki halaman yang luas, tampat yang pas untuk berlatih kecil-kecilan.


"Apa ini rumahnya, atau rumah yang dia temukan." Yu Xuan turun dari motor lalu masuk kedalam rumah tersebut.


Tok tok tok!


Yu Xuan mengetuk pintu. Tapi tidak satupun orang yang keluar dari dalam untuk membukakan pintu.


"Apa tidak ada orang didalam?"


Yu Xuan yang sekarang bukan tipe yang penyabar, jika dirinya diabaikan begitu lama ia akan kesal dan mendobrak pintu.


Brak!


Yu Xuan menendang pintu. Pintu yang ditendangnya rusak dan jatuh kelantai.


"Mungkin karena status STR ku tinggi, tendangan pelan seperti itu dapat merusak pintu."


"Apa yang kau lakukan!"


Yu Xuan menoleh kebelakang, arah suara orang yang berteriak padanya.


"Tidak ada orang yang membukakan pintu untuku sih. Jadi aku tendang saja." Yu Xuan tersenyum. "Lalu. Apa yang ingin kau katakan?"


"Jangan merusak pintu rumah orang lain! Apa kau selalu seperti ini sebelumnya?" tanya Zhao Li yang memasang eksperesi kesal.


Zhao Li menghela nafas panjang dan melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan pada pemuda yang tidak dapat mengontrol emosinya.


"Andre ingin mengadakan pesta. Tapi beberapa orang yang mengikutinya tidak ingin dirimu dan bawahanmu ikut kedalam pesta itu...


Jadi aku ingin kau jangan membuat kekacauan saat pesta itu dimulai."


"Hanya itu?"


"Ya." Zhao Li mengangguk.


Yu Xuan pikir Zhao Li akan mengatakan sesuatu yang penting, namun nyatanya pria itu hanya mengatakan hal yang tidak akan dilakukan oleh siapapun. Kecuali mereka cukup gila untuk membuat kekacauan ditengah pesta.


"Memangnya aku sebodoh itu apa? Aku tidak akan ikut jika mereka tidak mengundangku." Yu Xuan menghela nafas untuk menenangkan pikirannya.


"Walaupun aku kesal. Tapi mau bagaimana lagi. Aku sudah menjadi pria buruk dihadapan mereka semua." Yu Xuan dalam hati dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Yu Xuan melewati Zhao Li, dan kembali mengendari motor. Ia pergi tanpa mengatakan sepatah katapun pada Zhao Li yang masih berdiri didepan pintu pagar.


Zhao Li hanya melihat kepergian Yu Xuan. Orang yang tidak merasa bersalah saat merusak pintu rumah orang lain.


"Apa orang itu tidak ingin kena biaya perbaikan rumah?"


***


Malamnya.


Seperti yang dikatakan oleh Zhao Li. Sekarang Andre dan kelompoknya sedang berpesta digedung olahraga.


Asap dari membakar kayu sebagai penerangan, suara berisik dari berbagai orang. Canda, tawa riang dikerumunan.


Mereka yang berpesta saat ini tidak sedang memikirkan keadaan dunia yang hancur. Mereka melakukan pesta untuk melepaskan stres, walaupun hanya untuk sesaat saja.


Banyak orang yang senang dan bahkan mabuk setelah minum alkohol. Kesenangan yang sulit didapatkan saat mereka masih terjebak.


Malam itu benar-benar terang. Cahaya bulan menerangi mereka yang sedang melakukan pesta dengan meriah.


Malam cerah, tidak ada gas bracun yang menghalangi terangnya bulan. Malam saat itu adalah malam terindah yang mereka dapatkan setelah bertahan lebih dari setengah tahun.


"Suasana yang sangat bagus."


"Ya ... Sepertinya kita harus melupakan tentang dunia ini sebentar saja. Dengan melakukan pesta ini, kita bisa melupakannya, bahwa dunia yang ada diluar sana sedang sangat kacau."


Melihat semua orang yang awalnya murung, depresi, benci, kesal. Kini mereka terlihat dengan senyuman hangat dan bahagia.


"Kalian bertahan dengan baik." Andre dengan suara yang sangat kecil, bahkan hanya dirinya saja yang mendengar ucapannya itu.


Andre tersenyum melihat banyak orang yang tersenyum padanya. Semua orang yang disana sangat menghormatinya dan bahkan berterima kasih, karena selama ini pemuda dari eropa itu selalu melindungi mereka yang lemah.


Tidak peduli sekuat apapun Andre, ia tetap saja meneteskan air mata. Seorang manusia yang membantu banyak warga dikota saat terjadinya apocalypse.


Pria yang sangat hebat. Tidak mengenal deskriminasi antar sesama manusia, tidak peduli jika dunia ini kacau, bahkan tatanan yang berubah.


Ia akan membuatnya seperti dulu, kasta yang setara anatara wanita dan pria. Tidak peduli dengan mereka yang tidak bisa bertarung, ia akan tetap membantunya. Memberi makan mereka yang lemah dan bertahan hidup bersama-sama.


Tidak ada kata saling menjatuhkan didalam kamus Andre.


"Apa yang kalian lihat!" Andre mengusap matanya lalu mengambil gelas yang berhisi alkohol.

__ADS_1


"Bersulang!" teriak Andre, lalu diikuti oleh orang-orang yang ada disana.


__ADS_2