
Yu Xuan terus menutup matanya sampai terbiasa dengan sinar matahari, setelah lama didalam gua yang gelap.
"Apa kau memiliki penyakit darah rendah?" Tanya Zhao Li.
"Sekarang kita kemana leader?"
Yu Xuan berjalan kearah parkiran mall, tanpa bilang apapun mereka berdua mengikutinya.
Tidak berselang lama, Zhao Li dikabari oleh Qing Xue melalui anting komunikasi.
[Kakak, apa kakak baik-baik saja?] Qing Xue.
[Ya, kami akan kembali sebentar lagi] Zhao Li.
Zhao Li mengira bahwa alat komunikasi yang dia gunakan dapat berkomunilasi secara pribadi, tapi nyatanya semua yang dia katakan akan didengar oleh semua orang yang memakai anting komunikasi.
[Apa kalian sudah bersiap?] Yu Xuan.
[Bersiap untuk apa?] Tang Xin.
[Publik toh]
[Tidak ada saluran pribadi disini, selama ada orang yang menggunakan anting ini mereka dapat mendengar semua yang kita katakan] Yu Xuan.
[Oh] Zhao Li.
[Aku ingin bertanya sekali lagi, kamu bilang untuk bersiapkan? Bersiap untuk apa? Apa akan ada bencana atau gelombang zombie?] Tang Xin.
[Jadi belum, aku akan bilang saat sudah sampai sana.] Yu Xuan.
Setelah mengatakan itu Yu Xuan tidak membalas semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Tang Xin lewat alat komunikasi.
Yu Xuan harus pergi dari kota Dichuan secepatnya, dia benar-benar tidak boleh berlama-lama berada dikota ini.
Sangat sulit baginya untuk melawan Roda Langit yang memiliki banyak orang berkemampuan. Sedangkan pangkalan dan orang yang dia ambil hanya sampah.
[Selamat kepada host sudah menyelesaikan Quest rahasia]
[Hadiah akan diberikan]
(Hah? Apa quest rahasia? Kok aku tidak tahu sama sekali?) Yu Xuan kebingungan dalam hati.
"Yu Xuan ada apa?" Tanya Zhao Li yang melihat Yu Xuan tiba-tiba berhenti berjalan.
"Tidak ada"
[Pasif skill Niat Membunuh]
(Jelaskan tentang pasifnya)
[Semakin banyak anda membunuh makhluk yang memiliki jiwa, semakin kuat pula niat membunuh anda]
__ADS_1
[Anda sudah membunuh sekitar 173 makhluk hidup]
(Apa zombie tidak termasuk?)
[Mereka makhluk tanpa jiwa]
Yu Xuan langsung diam setelah mendengar bahwa zombie itu makhluk tanpa jiwa, padahal dia sudah sering membaca komik bertema necromancer tapi malah tidak tahu bahwa zombie tidak memiliki jiwa.
Mereka bertiga berjalan cukup jauh untuk kembali ketempat parkir.
"Kenapa rasanya jauh sekali dari jalur kreta bawah tanah," Zhao Li mengeluh.
Chen Fan melihat Yu Xuan dari atas tempat parkir dan langsung berteriak memanggilnya.
"BOSS YU! DISINI!" Chen Fan melambaikan tangannya.
Yu Xuan menatap orang bodoh itu dari bawah, karena teriakannya itu para zombie berdatangan kearah mereka.
"Setelah aku naik akan ku pukul!" Yu Xuan bergumam kesal.
"Sepertinya semakin lama kita disini semakin banyak pula zombie tingkat 2 dan 3"
Yu Xuan menarik napasnya dalam-dalam, lalu menggunakan Sprint dan membunuh semua zombie disekitar dengan cepat.
Tidak terlalu cepat, dikarenakan beberapa zombie tingkat 3 benar-benar sangat kuat dan tidak mudah untuk dikalahkan.
Tapi dengan kecepatan dan pedang miliknya mereka dapat dengan mudah dibasmi. Tapi Yu Xuan tetap kelelahan.
Yu Xuan melakukan teleport keatas tempat parkir lalu menendang wajah bodoh Chen Fan.
"Maaf boss, aku tidak sengaja" Chen Fan menutupi kepalanya dengan kedua tangan.
Yu Xuan menghela napas, "ayo pergi."
Yu Xuan turun mengikuti rombongan dan pergi kembali kepangkalan Tang Lei.
***
"Kenapa ada banyak sekali orang sedang menuju kesini?" Qing Xue menunjuk pada sebuah rombongan.
Tang Lei yang melihat banyak rombongan kearah pangkalannya langsung kesana untuk mencari tahu siapa yang membawa banyak sekali orang kesini.
"Si-siapa kalian? Dan untuk apa kalian kemari?" Tang Lei sedikit canggung melihat banyak orang yang terluka.
"Aku yang membawa mereka," Yu Xuan melakukan teleport kedepan Tang Lei.
"Eh? Bukanya kau bilang ingin ke pangkalan Mawar Merah? Kenapa kau kembali dengan banyak sekali orang yang terluka?"
"Mereka orang-orang yang dijadikan budak, samsak dan tidak diberi makan sama sekali. Jika kau tidak bisa mengerusnya biarkan aku saja."
Tang Xin menyela pembicaraan Yu Xuan dan Tang Lei. Ia ingin menanyakan kenapa mereka disuruh bersiap.
__ADS_1
"Kita akan pergi dari kota ini, bukanya aku sudah bilang sebelumnya?"
"Hah? Kenapa tiba-tiba, ibu ku saja belum kembali dari mencari persediaan!"
Yu Xuan sebenarnya tidak ingin pergi sampai sudah terkonfimasi bahwa ibunya Tang Xin masih hidup.
Tapi dia tidak ingin berada dikota ini lebih lama lagi, walau cuma firasatnya dia benar-benar ingin kabur dan tidak ingin melawan pangkalan Roda Langit.
"Aku hanya ingin memastikan saja, apa ibumu benar-benar masih hidup? Maaf saja tapi aku tidak ingin mebahayakan orang lain lebih dari ini.
Jika kalian tidak mau pergi denganku, aku akan pergi sendiri dengan orang-orang yang aku bawa dari pangkalan Mawar Merah,"
Yu Xuan berjalan mendekati Tang Lei lalu berbisik padanya.
"Kenapa kau tidak bilang kebenarannya pada anakmu, mungkin dia bisa mengerti." Bisik Yu Xuan pada Tang Lei.
Teman-temannya yang sudah lama mengikutinya merasa ada yang aneh dengan Yu Xuan. Tapi mereka tidak menemukan tanda-tanda yang aneh padanya.
"Kakak, kenapa kakak Yu, terlihat seperti itu?"
"Aku tidak tahu, tapi jika kita harus pergi, kita akan ikut dengan Yu Xuan. Dia bilang dia ingin pergi ke kota Haiti."
Qing Xue mengangguk, jika Tang Xin dan yang lainnya hanya ingin disini, dia akan pergi mengikuti kakaknya dan bertemu dengan orang tuanya di kota Haiti.
Yu Xuan mengatakan semua itu dengan berat hati, dia sudah tidak tau lagi ingin mengatakan apa.
Tapi baginya ini untuk semua orang, semakin lama mereka disini, semakin tinggi juga ketakutan yang dirasakan oleh Yu Xuan.
Yu Xuan sendiri tidak tahu dari mana ketakutan itu berasal, mungkin dengan meninggalkan kota Dichuan dia bisa lebih tenang.
"Bisakah kalian berdua ikut denganku?" Tanya Tang Lei pada anaknya dan juga Yu Xuan.
Tang Lei memasang raut wajah sedih, dia sebenarnya tidak ingin mengatakan sesuatu yang buruk pada anaknya.
Tapi yang dikatakan Yu Xuan benar, dia harus menunjukan bagaimana keadaan ibunya.
Yu Xuan berbalik dan mengikuti Tang Lei, mereka hanya pergi bertiga. Tidak ada yang diizinkan mengikuti mereka.
Mereka bertiga berjalan kesebuah basement, menuruni tangga sampai menemukan pintu besi.
(Huh? Aku tidak tau kalau pangkalan militer memiliki hal semacam ini) Yu Xuan dalam hati.
Tang Lei membuka kunci pintu lalu mendorong pintu itu. Satu zombie wanita dengan rambut berwarna merah ada disana. Zombie itu diikat oleh rantai dan tidak bisa pergi jauh.
Tanpa dikatakan pun Yu Xuan sudah tahu, dia adalah ibunya Tang Xin. Zombienya tidak terlalu busuk seperti zombie yang ada pada umumnya.
Zombie yang terlihat tidak busuk adalah zombie tingkat 3 keatas. Zombie tingkat 2 kebawah mereka busuk dan sangat menjijikan.
Tapi ibunya Tang Xin berbeda, dia zombie tingkat 1 tapi tubuhnya tidak busuk, mungkin saja dia menjadi zombie baru-baru ini. Tidak ada yang tahu.
Tang Xin tidak bisa berkata-kata setelah melihat ibunya yang sudah menjadi zombie. Air mata keluar dia menangis mencoba untuk mendekati ibunya tapi Tang Lei menahannya, dia memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Tang Xin menangis didada ayahnya dengan sangat keras. Hanya mereka berdua yang bisa mendengar suara tangisan yang penuh dengan kesedihan.