Asmara Arya

Asmara Arya
Menyerap Sari Bunga


__ADS_3

Pukul delapan malam Arya datang menemui Serly di ruang santai saat Serly baru selesai berbicara lewat handphone nya


"siapa yg telpon?" tanya Arya langsung berbaring menaruh kepalanya di atas paha Serly


"Tadi paman mu bertanya keadaan kita" balas Serly dengan senyum manis menatap Arya dan tangannya mengusap lembut dada bidang Arya


"Bilang apa sama paman?" tanya Arya lagi sambil tangannya bergerak nakal membuka beberapa kancing baju Serly bagian atas


"tadi bilang kita baik baik aja dan kasih tau kalo Arya makin sehat dan tambah gede karna rajin minum susu hihihi..." balas Serly sambil cekikikan dan mata indahnya mengerling nakal melihat kancing bajunya mulai terbuka akibat ulah Arya Sedangkan tangannya bergerak turun meremas senjata pusaka Arya


Arya tidak membalas lagi ucapan Serly hanya mulutnya yg bekerja


menghisap ****** coklat muda di puncak gundukan putih mulus di depan wajah nya


"aaahhhh..." terdengar desahan manja keluar dari bibir Serly yg seksi


Arya semakin semangat mendengar desahan itu membuat bibirnya semakin kuat menghisap sepasang gunung indah itu bergantian


Persis seperti srigala lapar yg sudah lama tidak menemukan makanan


Serly semakin bergairah dan tubuh nya menggeliat bagai cacing kepanasan menerima rangsangan di kedua titik sensitif nya

__ADS_1


Merasa tak sanggup lagi menahan gempuran nikmat dari tubuhnya


Serly bangkit dari duduknya lalu mengangkat tubuh Arya sehingga sekarang gantian Arya yg duduk di sofa.


Serly melepaskan semua tutup penghalang bagian atas tubuhnya begitu juga dengan Arya


Kemudian Serly langsung duduk di pangkuan Arya dan ******* bibir Arya dengan ganas di sambut tangan Arya yg meremas dan memutar sepasang gundukan hangat di dadanya


******* panjang ini seolah saling memberi dan menerima hawa panas yg ada di tubuh mereka


Letupan letupan gairah membuat mereka ingin segera menyelesaikan pergulatan terlarang ini


Serly yg tidak tahan lagi menahan gejolak di tubuhnya menekan kuat dadanya kedepan di sambut terkaman ganas mulut Arya


Serly mengangkat pinggulnya dan tangannya bergerak ke bawah membimbing sebatang tombak keras dan panas keposisi yg diinginkan nya.


Dengan sekali hentakan pinggulnya menekan ke bawah dengan kuat


"aakkhhh..." terdengar lenguhan keras dari bibirnya


Tombak panas dan keras milik Arya sukses menembus gua basah dan licin miliknya.

__ADS_1


Cuaca yg dingin berubah panas akibat pergerakan mereka yg semakin cepat


Serly berpacu dengan cepat tubuhnya terombang ambing ke atas dan ke bawah seperti seorang joki menunggangi kuda yg sedang berlari kencang menuju garis finish


Tubuh nya yg putih mulus sudah di penuhi bulir keringat.


Satu jam lebih mereka terbakar oleh kenikmatan surgawi yg mereka ciptakan


Dan Akhirnya berhenti di barengi erangan keras keluar dari mulut mereka di saat tombak panas Arya menembak kan pelurunya beberapa kali di sambut semburan lahar panas yg juga keluar dari gua basah Serly.


Akhirnya mereka terdiam masih dalam keadaan berpelukan menikmati sisa sisa gairah dan degup jantung yg mulai berdetak normal


Senyum indah tergambar di wajah Serly merasakan kebahagian tiada terkira karna berhasil menyirami rahimnya yg selama beberapa tahun ini tandus


Tinggal menunggu hasilnya agar harapan mereka terkabul.


Aryapun tersenyum bahagia dalam pikirannya


Menyerap Sari Bunga sudah di praktekkan nya


Yang akan memperkuat ilmu inti buminya secara instant (*baca ch 12).

__ADS_1


__ADS_2