
Siang ini Serly dan Arya sedang memasuki sebuah restoran mewah
Setelah mengantar Sumarto dan Sumi ke bandara mereka berdua berniat makan siang di luar
Arya hanya mengikuti tantenya untuk makan disana
Jika di lihat sekilas mereka seperti kakak yg memaksa adiknya agar segera makan
Karna terlihat Serly berjalan sambil menarik ponakannya memasuki restoran
Suasana restoran terlihat ramai karna memang jam nya makan siang
Serly menuju sebuah meja di pojok ruangan yg masih kosong dan segera memanggil pelayan untuk memesan makanan
"Arya mau makan apa atau tante yg pesankan?"
Serly bertanya kepada Arya dan di jawab anggukan arya yg mengartikan menyetujui usul tantenya.
Sambil menunggu pesanan datang mereka ngobrol sambil tertawa karna Arya dengan polosnya berkata belum punya pacar saat tantenya bertanya
Bagi Serly itu terdengar lucu karna Arya yg terlihat sangat tampan tapi belum punya pacar
dan tak lama kemudian makanan pesanan mereka datang
Obrolan pun terhenti dan mereka langsung asyik menikmati makanan yg ada di depan mereka
Saking asyiknya mereka makan tanpa disadari oleh Arya dan Serly ada tiga pasang mata yg dari tadi memandang mereka dari meja bagian tengah
__ADS_1
Rupanya sejak Arya masuk pandangan mereka bertiga hampir tak lepas dari perhatian mereka
Ketiga orang tersebut adalah Seorang pria separuh baya bersama istrinya dan seorang gadis cantik umur sekitar 18 tahun
Terlihat dari pakaian nya yg mewah mereka sepertinya keluarga kaya raya di tambah dengan jam tangan yg dipakai pria itu jelas jam tangan import edisi terbatas yg harganya mungkin sama dengan sebuah mobil bahkan bisa lebih mahal
Pria itu adalah Pradipta Subianta Seorang Presiden Direktur Sebuah perusahaan besar yg mempunyai banyak cabang di seluruh indonesia yg bergerak di segala bidang
Kebetulan sedang makan siang bersama istri nya Sundari Subianta dan Anak gadisnya Elisya Subianta
Seperti ada yg menggerakkan lehernya
Arya tiba tiba menoleh ke arah meja di bagian tengah ruangan itu
Pandangan Arya terpaku pada pria separuh baya itu dan sempat membuat Arya bingung beberapa detik lalu melanjutkan makannya walau masih terlihat bingung di wajahnya
Kini gantian Serly yg bingung tanpa sadar bergumam "kenapa mirip?"
"Mama... Papa coba perhatikan wajah pria itu" terdengar suara pelan Elisya yg juga heran karna melihat wajah seorang pria yg persis seperti foto masa muda papanya
"Iya" ucap Pradipta dengan suara bergetar
Sedangkan Sundari hanya bisa diam tapi terlihat matanya menerawang jauh terpancar kesedihan yg mendalam
Pradipta mengambil handphone nya dan mulai memanggil seseorang
Setelah tersambung lalu memberikan arahan agar anak buahnya bergerak cepat menuju restoran tempat mereka makan
__ADS_1
Arya dan Serly yg masih dalam keadaan bingung cepat cepat menyelesaikan makannya
Sekitar lima belas menit kemudian mereka langsung ke kasir dan keluar menuju mobil berniat langsung pulang ke rumah
Disaat mobil Serly sudah mulai bejalan
Sebuah mobil mengikuti dari belakang tanpa di sadari oleh Serly dan Arya
Arya hanya duduk termenung melihat kedepan entah apa yg ada dalam pikiran nya
Serly yg melihat keadaan Arya yg termenung mulai bersuara
"masih mikir wajah orang tadi?"
"i-iya tante" Arya tergagap menjawab pertanyaan tantenya yg tiba tiba
"Jangan terlalu di pikirkan, mungkin hanya kebetulan saja" Sambung Serly lagi
Yg di balas Anggukan oleh Arya
Serly pun mulai mengganti topik pembicaraan lain dan mulai bercerita hal hal lucu yg membuat mereka tertawa sehingga melupakan kejadian di restoran tadi
sehingga tak sadar mereka sudah sampai di depan rumah
Saat mobil Serly masuk ke halaman rumahnya
Mobil yg mengikuti mereka berhenti agak jauh
__ADS_1
Setelah beberapa menit mobil itu pun pergi.