Asmara Arya

Asmara Arya
Menjemput Arya dan Elisya


__ADS_3

Pradipta Subianta duduk termenung di sofa


pikirannya kacau karna ini malam ketiga sejak putrinya menghilang


Di depannya Sundari istrinya juga terduduk lemas dengan wajah sedih dan air matanya sekali kali menetes dipipinya


"derrttt... derrttt... derrttt.." Handphone Pradipta bergetar di atas meja


Pradipta langsung mengambil handphone nya melihat no tak di kenal menghubungi


Pradipta langsung menerima panggilan itu


"Hallo siapa?" Pradipta langsung bertanya


"ini Eliysa Pa" terdengar suara gadis yg menelpon


wajah Pradipta langsung berubah


"Elisya kamu dimana?"


"Apa kamu baik baik aja"


Pradipta langsung bertanya dengan cemas setelah mendengar suara Elisya dari seberang telpon


Sundari langsung bangkit dari duduknya dan pindah ke samping suaminya saat mendengar Pradipta menyebut nama Elisya dan meminta membesarkan suara handphone


Pradipta langsung mengaktifkan loudspeaker handphone nya agar sundari bisa mendengar percakapan mereka


Elisya menjelaskan semua keadaan nya dan bercerita jika dia di sandera bersama Arya


Dan sekarang berhasil melarikan diri


Saat ini mereka berdua menuju rumah paman Arya dengan menumpang mobil orang yg mereka temui di pinggir jalan


Elisya minta dijemput di rumah paman Arya dan membawa sedikit uang untuk ucapan terima kasih kepada penolong mereka


Setelah memastikan semua baik baik aja percakapan telpon di matikan


Pradipta tersenyum melihat istrinya


Sundari pun ikut tersenyum bahagia sambil memeluk suaminya setelah mendengar semua baik baik aja

__ADS_1


Pradipta langsung menelpon Jack dan Roni untuk menyiapkan dua mobil agar mereka segera ke rumah paman Arya


Tak sampai setengah jam Jack dan Roni telah datang bersama empat orang anggotanya


Jack dan Roni memang dua orang terkuat dari sekian banyak anak buah Pradipta Subianta


Pradipta Subianta dan Sundari istrinya masuk ke mobil pertama yg di sopiri oleh jack


Dan mobil kedua mengawal di belakang yg berisi Roni dan ke empat anggota nya


Dua mobil melesat cepat menuju rumah paman arya


******


Sudah jam sembilan malam Serly dan Rina duduk di sofa tanpa ada yg berbicara


Mereka berdua tenggelam dengan pikiran mereka masing masing


Dua piring nasi goreng di atas meja hanya satu piring yg habis setengah dan satu piring lagi masih dalam keadaan utuh belum di makan sama sekali


Memang tadi Rina membuat nasi goreng untuk mereka berdua tapi Serly yg gelisah tidak mempunyai selera makan tidak menyentuh sedikitpun nasi goreng bikinan Rina


Sedangkan Rina hanya bisa makan separuh itu pun karna dipaksakan nya agar penyakit lambung nya tidak kambuh


Serly segera berlari keluar berharap Arya yg datang


Saat gerbang sudah dibuka Serly kaget melihat dua mobil parkir di depan gerbang lalu ada tujuh orang pria dan satu orang wanita keluar dari kedua mobil itu


Serly yg melihat ramai turun dari mobil dengan ketakutan segera ingin menutup gerbang kembali


Sebelum gerbang tertutup rapat Jack langsung berlari menahan pintu gerbang dan berkata


"Jangan takut kami orang baik dan menyampaikan kabar tentang tuan muda"


Pradipta dan Sundari langsung memperkenalkan diri kepada Serly


Serly mengenal wajah Pradipta yg pernah dia lihat saat makan di restoran dan lebih kenal lagi sama Sundari yg pernah di tabrak arya saat berjalan di pintu masuk restoran


Serly pun mengajak masuk semuanya cuma dia masih heran saat mendengar orang asing yg menahan pintu gerbang menyebut tentang tuan muda


Tapi hanya Pradipta dan Sundari yg masuk kedalam rumah

__ADS_1


Sebelum Pradipta masuk dia berbisik kepada jack seperti meminta sesuatu untuk disiapkan


"Siap tuan" kata jack dan langsung memerintahkan seorang anggotanya untuk menyiapkan apa yg di perintah oleh Pradipta


lalu seorang naik ke mobil dan pergi dari sana


Sisanya Jack, Roni dan ketiga anggotanya berjaga di halaman rumah


Sampai di dalam Serly duduk di samping Rina dan menyilahkan Pradipta dan Sundari duduk


"Begini ceritanya..." Pradipta langsung menceritakan semua tentang Arya dan juga tentang penculikan Arya dan Elisya


Serly dan Rina hanya mendengar dengan seksama hampir satu jam Pradipta bercerita tanpa sekalipun menyela hingga Pradipta selesai bicara


"Begitulah ceritanya" Pradipta mengakhiri ceritanya


Serly dan Rina hanya bengong mendengar semua cerita yg di sampaikan oleh Pradipta


Perasan nya seperti cerita dongeng kisah hidup Arya tapi itulah kenyataannya


"Apakah Arya sudah mengetahui kisah ini?" Serly bertanya walau masih terlihat keraguan di wajahnya


"Saya yakin Arya sudah tahu saat dia dan Elisya di sandera" Balas Pradipta yakin


"Dan Elisya pasti sudah menceritakan semua kepada Arya" lanjut Pradipta lagi


Serly terdiam mendengar jawaban Pradipta


wajahnya berubah sendu


"Berarti nanti Arya akan meninggalkan nya jika sudah pasti Arya anak Tuan Pradipta" pikir Serly dalam hatinya


"Maaf saya lupa, Tuan dan Nyonya mau minum apa?" Serly bertanya karna baru ingat untuk menawari tamu nya minum padahal sudah hampir satu jam mereka duduk tanpa minum


"Tidak perlu repot karna saya sudah meminta Jack untuk menyiapkan nya, saya yakin jika Elisya dan Arya belum makan jadi saat mereka tiba disini bisa langsung makan"


jawab Pradipta Subianta sambil tersenyum


masalah ini yg di bisikkan Pradipta ke Jack sebelum masuk tadi


"Baiklah kalo begitu" Ucap Serly sedikit kikuk

__ADS_1


Serly pun bangkit dari duduknya lalu membawa ke dapur dua piring nasi goreng yg dari sore tidak di makannya


Dan Rina pun ikut membantu membawa dua gelas bekas minum nya dengan Serly tadi.


__ADS_2