
Sudah 3 hari berlalu sejak Serly menceritakan kisah sedihnya kepada Arya
Mulai sejak itu Arya selalu menyempatkan waktu untuk selalu menemani tantenya agar tantenya tidak lagi bersedih
Tujuan Arya berhasil semenjak Arya selalu bersama tantenya
Serly selalu merasa gembira dan bahagia sehingga melupakan semua kesedihan nya
Mereka berdua pun semakin akrab persis seperti sepasang kekasih layaknya
Pagi ini Serly membuat dua piring nasi goreng untuk sarapan mereka berdua
Karna Arya belum turun maka Serly naik menuju kamar Arya
tok... tok... tok... Serly mengetuk pintu kamar ponakannya
Arya yg baru keluar dari kamar mandi hanya memakai celana pendek
mendengar suara ketukan di pintu kamarnya hanya diam dan sembunyi di balik pintu
Pikiran nakalnya kambuh dan mau ngagetin tantenya
Karna tiada suara dari kamar Arya
Serly masuk dan bengong karna di kamar tidak ada orang sedangkan pintu kamar mandi dalam keadaan terbuka
"Kemana ponakan kecilku?" Serly bergumam pelan tapi masih terdengar jelas di telinga Arya yg sembunyi di balik pintu
"Haaaahhhh" Teriak Arya dari belakang
Serly kaget hampir jantungan di buatnya
ha..ha..ha... terdengar suara tawa Arya yg sukses membuat tantenya hampir pingsan berdiri
"Dasar ponakan kecil nakal" ujar Serly dan langsung menuju ke Arya dan mencubit kedua pipi Arya
Arya yg di cubit bukan nya meringis malah makin senang
Bahkan tanpa ragu Arya menarik tubuh Serly kedalam pelukan nya dan memutar tubuhnya
Setelah Arya puas tertawa barulah di turunkan tubuh tantenya
__ADS_1
Serly yg gemas akan kelakuan ponakannya mulai membalas dengan cubitan di pinggang Arya
"Aduuhh... sakit" teriak Arya
Gantian Serly yg mengekeh karna berhasil membalas dendam dan tetap tak mau melepaskan cubitannya
Arya berputar cepat kesamping tantenya dan bergerak mundur biar bisa lolos dari cubitan Serly
tapi Serly tetap mempertahankan cubitan nya
Arya terus mundur hingga betisnya mentok di samping ranjang hingga jatuh terbaring di ranjang nya
Saat jatuh ke ranjang tangan Arya reflek menarik tangan Serly
Akibatnya Serly ikut jatuh tepat di atas dadanya
"Ampun gak" Ancam Serly
"iya... ampun tante cantik" balas Arya
Serly melepaskan cubitannya tapi tetap gak bergerak dan posisinya masih menindih Arya
Serly yg melihat wajah tampan di depannya hanya bisa berdecak kagum di dalam hati
"Gantengnya ponakanku ini" Serly membatin
Arya yg ditindih oleh Serly begitu juga perasaannya
"cantiknya tanteku, coba bukan istri paman pasti sudah aku pacari" terlintas pikiran nakal di otak Arya
Arya masih tetap mempertahankan posisi tangannya yg memeluk Serly lalu bertanya
"Ada apa tante manggil aku?"
Sambil menggoyang tubuhnya karna akibat goyangan tersebut dada Arya bergesekan dengan gunung kembar yg membuat percikan percikan listrik di aliran darahnya
"tante mau ajak kamu sarapan bersama, gak enak kalo sarapan sendiri" Serly menjawab dan tetap mempertahankan posisi tubuhnya
Serly pun merasa nyaman saat kedua gunung kembarnya menekan dada bidang Arya
"memangnya tante buat sarapan apa?" tanya Arya lagi
__ADS_1
sebenarnya ini hanya alasan Arya aja bertanya agar keadaan tubuh mereka tetap seperti itu
malah Arya memegang pinggul Serly memposisikan pinggang Serly agar searah dengan pinggang nya
Serly yg di perlakukan tubuhnya seperti itu seolah paham maksud Arya
Dan terus membalas pertanyaan Arya
"coba tebak apa yg tante buat untuk sarapan kita?" Sambil menggoyang pinggulnya agar posisi bagian bawah mereka semakin nyaman
"Hemm..." Arya berdehem sambil pasang wajah pura pura berpikir tapi kedua tangannya sudah di pinggul Serly sambil meremas pelan
"Ayoo... apa?" tanya Serly lagi berlagak gak sabar menunggu jawaban dari Arya tapi pinggulnya bergerak menekan pelan di bawah sana sambil meresapi sesuatu yg hangat mengalir di antara kedua pangkal pahanya
"Kalo benar tante harus mau di hukum" balas Arya yg tangannya sudah mulai nakal menarik bagian bawah rok Serly dan menaruh tangan nya di atas kedua paha yg berkulit mulus seperti giok
"Boleh, hukuman jangan yg berat" Serly Menerima tawaran Arya sambil meresapi kedua tangan Arya yg mulai mengelus pahanya
"Jika benar tante harus menutup mata selama satu menit dan menerima hukuman" balas Arya cepat dengan suara yg mulai bergetar karna merasakan tombaknya seperti menempel sesuatu yg hangat dari bagian bawah tubuh Serly
Serly hanya mengganguk pelan sambil meresapi aliran darahnya yg semakin hangat mengalir di bawah sana
"tante bikin nasi goreng buat sarapan kita berdua" ucap arya sambil tersenyum nakal
Mendengar jawaban Arya yg tepat Serly sampai melotot matanya karna heran Arya bisa menjawab pertanyaan nya dengan benar dan Terus menganguk yg artinya jawaban Arya benar
"sekarang tutup mata tante dan hitung dalam hati dari satu sampai enam puluh" Ucap Arya memberikan hukuman
Serly pun langsung menutup mata dengan jantung berdebar dalam hatinya berpikir apa hukuman yg akan di terima
Tanpa menunggu lama disaat mata Serly sudah tertutup
Arya segera ******* bibir indah Serly
Serly yg awalnya kaget merasa bibir basah Arya menempel di bibirnya langsung merespon dan balas ******* dengan penuh gairah sampai lupa menghitung
Entahlah semenit dua menit atau lebih bibir mereka bertemu
Serly membuka matanya dan bangkit dari tubuh Arya
Menarik tangan Arya agar ikut berdiri sambil tersenyum manis berkata "ayo kita sarapan".
__ADS_1