Asmara Arya

Asmara Arya
Ayo kita Sarapan 21+


__ADS_3

Sudah 3 hari berlalu sejak Serly menceritakan kisah sedihnya kepada Arya


Mulai sejak itu Arya selalu menyempatkan waktu untuk selalu menemani tantenya agar tantenya tidak lagi bersedih


Tujuan Arya berhasil semenjak Arya selalu bersama tantenya


Serly selalu merasa gembira dan bahagia sehingga melupakan semua kesedihan nya


Mereka berdua pun semakin akrab persis seperti sepasang kekasih layaknya


Pagi ini Serly membuat dua piring nasi goreng untuk sarapan mereka berdua


Karna Arya belum turun maka Serly naik menuju kamar Arya


tok... tok... tok... Serly mengetuk pintu kamar ponakannya


Arya yg baru keluar dari kamar mandi hanya memakai celana pendek


mendengar suara ketukan di pintu kamarnya hanya diam dan sembunyi di balik pintu


Pikiran nakalnya kambuh dan mau ngagetin tantenya


Karna tiada suara dari kamar Arya


Serly masuk dan bengong karna di kamar tidak ada orang sedangkan pintu kamar mandi dalam keadaan terbuka


"Kemana ponakan kecilku?" Serly bergumam pelan tapi masih terdengar jelas di telinga Arya yg sembunyi di balik pintu


"Haaaahhhh" Teriak Arya dari belakang


Serly kaget hampir jantungan di buatnya


ha..ha..ha... terdengar suara tawa Arya yg sukses membuat tantenya hampir pingsan berdiri


"Dasar ponakan kecil nakal" ujar Serly dan langsung menuju ke Arya dan mencubit kedua pipi Arya


Arya yg di cubit bukan nya meringis malah makin senang


Bahkan tanpa ragu Arya menarik tubuh Serly kedalam pelukan nya dan memutar tubuhnya


Setelah Arya puas tertawa barulah di turunkan tubuh tantenya

__ADS_1


Serly yg gemas akan kelakuan ponakannya mulai membalas dengan cubitan di pinggang Arya


"Aduuhh... sakit" teriak Arya


Gantian Serly yg mengekeh karna berhasil membalas dendam dan tetap tak mau melepaskan cubitannya


Arya berputar cepat kesamping tantenya dan bergerak mundur biar bisa lolos dari cubitan Serly


tapi Serly tetap mempertahankan cubitan nya


Arya terus mundur hingga betisnya mentok di samping ranjang hingga jatuh terbaring di ranjang nya


Saat jatuh ke ranjang tangan Arya reflek menarik tangan Serly


Akibatnya Serly ikut jatuh tepat di atas dadanya


"Ampun gak" Ancam Serly


"iya... ampun tante cantik" balas Arya


Serly melepaskan cubitannya tapi tetap gak bergerak dan posisinya masih menindih Arya


Serly yg melihat wajah tampan di depannya hanya bisa berdecak kagum di dalam hati


"Gantengnya ponakanku ini" Serly membatin


Arya yg ditindih oleh Serly begitu juga perasaannya


"cantiknya tanteku, coba bukan istri paman pasti sudah aku pacari" terlintas pikiran nakal di otak Arya


Arya masih tetap mempertahankan posisi tangannya yg memeluk Serly lalu bertanya


"Ada apa tante manggil aku?"


Sambil menggoyang tubuhnya karna akibat goyangan tersebut dada Arya bergesekan dengan gunung kembar yg membuat percikan percikan listrik di aliran darahnya


"tante mau ajak kamu sarapan bersama, gak enak kalo sarapan sendiri" Serly menjawab dan tetap mempertahankan posisi tubuhnya


Serly pun merasa nyaman saat kedua gunung kembarnya menekan dada bidang Arya


"memangnya tante buat sarapan apa?" tanya Arya lagi

__ADS_1


sebenarnya ini hanya alasan Arya aja bertanya agar keadaan tubuh mereka tetap seperti itu


malah Arya memegang pinggul Serly memposisikan pinggang Serly agar searah dengan pinggang nya


Serly yg di perlakukan tubuhnya seperti itu seolah paham maksud Arya


Dan terus membalas pertanyaan Arya


"coba tebak apa yg tante buat untuk sarapan kita?" Sambil menggoyang pinggulnya agar posisi bagian bawah mereka semakin nyaman


"Hemm..." Arya berdehem sambil pasang wajah pura pura berpikir tapi kedua tangannya sudah di pinggul Serly sambil meremas pelan


"Ayoo... apa?" tanya Serly lagi berlagak gak sabar menunggu jawaban dari Arya tapi pinggulnya bergerak menekan pelan di bawah sana sambil meresapi sesuatu yg hangat mengalir di antara kedua pangkal pahanya


"Kalo benar tante harus mau di hukum" balas Arya yg tangannya sudah mulai nakal menarik bagian bawah rok Serly dan menaruh tangan nya di atas kedua paha yg berkulit mulus seperti giok


"Boleh, hukuman jangan yg berat" Serly Menerima tawaran Arya sambil meresapi kedua tangan Arya yg mulai mengelus pahanya


"Jika benar tante harus menutup mata selama satu menit dan menerima hukuman" balas Arya cepat dengan suara yg mulai bergetar karna merasakan tombaknya seperti menempel sesuatu yg hangat dari bagian bawah tubuh Serly


Serly hanya mengganguk pelan sambil meresapi aliran darahnya yg semakin hangat mengalir di bawah sana


"tante bikin nasi goreng buat sarapan kita berdua" ucap arya sambil tersenyum nakal


Mendengar jawaban Arya yg tepat Serly sampai melotot matanya karna heran Arya bisa menjawab pertanyaan nya dengan benar dan Terus menganguk yg artinya jawaban Arya benar


"sekarang tutup mata tante dan hitung dalam hati dari satu sampai enam puluh" Ucap Arya memberikan hukuman


Serly pun langsung menutup mata dengan jantung berdebar dalam hatinya berpikir apa hukuman yg akan di terima


Tanpa menunggu lama disaat mata Serly sudah tertutup


Arya segera ******* bibir indah Serly


Serly yg awalnya kaget merasa bibir basah Arya menempel di bibirnya langsung merespon dan balas ******* dengan penuh gairah sampai lupa menghitung


Entahlah semenit dua menit atau lebih bibir mereka bertemu


Serly membuka matanya dan bangkit dari tubuh Arya


Menarik tangan Arya agar ikut berdiri sambil tersenyum manis berkata "ayo kita sarapan".

__ADS_1


__ADS_2