
Pagi ini Elisya Subianta yg sudah berpakaian rapi menjalankan mobilnya perlahan lahan untuk menuju kantor papanya
Tanpa Elisya sadari sejak keluar dari gerbang rumah mewahnya ada dua mobil mengikutinya
Sekitar dua kilometer dari rumah nya
sebuah mobil berhenti mendadak di depan mobil Elisya
"ciiiittt" bunyi gesekan ban mobil saat Elisya menginjak pedal rem mendadak karna kaget
Elisya yg gusar karna melihat mobil di depan nya berhenti mendadak segera membuka pintu dan turun dari mobilnya
Saat Elisya baru menginjakkan kakinya di aspal
seorang yg keluar dari mobil yg juga berhenti di belakang mobil Elisya langsung membekap mulut Elisya dan mengancam lehernya dengan sebuah pisau
"JANGAN MELAWAN JIKA INGIN SELAMAT" kata pria itu pelan sambil menarik Elisya dan menekan ujung pisaunya ke leher Elisya kemudian memasukkan Elisya dengan paksa ke dalam mobil yg mengikutinya.
Kedua mobil itu dengan cepat bergerak meninggalkan mobil Elisya terparkir disitu
Satu jam kemudian kantor pusat Subianta Company langsung heboh setelah mendapat laporan dari Polantas jika mobil Elisya terparkir di pinggir jalan tanpa ada orang nya
__ADS_1
Awalnya seorang polantas yg sedang berpatroli curiga melihat sebuah mobil terparkir dengan pintu terbuka
Setelah memeriksa tiada orang di mobil petugas itu langsung mencatat no plat mobil meminta pihak kantor nya untuk menyelidiki siapa pemilik mobil tersebut
Pradipta Subianta sangat marah mendengar anaknya menghilang dan segera meminta semua relasi nya untuk membantu mencari
Sundari yg baru mendengar kabar Elisya dari suaminya langsung lemas dan langsung terduduk dengan air mata yg berderai
*******
Lain halnya dengan Hutomo Pradipta dia langsung tertawa gembira saat mendengar laporan dari anak buahnya jika Elisya sudah ada di tangan mereka
"Anak perempuan nya sudah di tanganku tinggal pemuda itu lagi" Hutomo berkata dalam hati sambil tangannya mengepal erat.
Target mereka menculik Elisya dan Arya
Hutomo berniat menghilangkan semua keturunan dari Pradipta Subianta agar semua hak waris dari Pradipta Subianta nanti akan menjadi miliknya
Rencana ini memang sudah di atur dengan matang oleh semua anak buahnya.
******
__ADS_1
Sudah hampir tiga bulan sejak paman Sudarto keluar kota Arya menemani Serly di rumah
Di tambah ada Rina teman Serly yg menginap disana membuat Arya semakin gembira karna mereka dapat akrab dan senang bercanda
Rina yg sudah melihat langsung kegiatan Serly dan Arya semakin berniat untuk mendapatkan simpati Arya
Bagi Arya perlakuan Rina biasa saja jadi dia tidak curiga jika Rina mulai mendekatinya
Ada saja alasan rina agar dia bisa mengambil hati dan selalu dekat dengan pemuda tampan itu
Seperti saat ini Serly mengajak Rina Shopping ke Mall tapi tapi Rina gak mau ikut alasannya kaki lagi pegal pegal dan akhirnya Serly pergi sendiri
Sebenarnya Serly mau ngajak Arya tapi kasihan kalo Rina di tinggal sendiri di rumah
Baru aja terdengar suara mobil Serly keluar gerbang, Rina segera mencari Arya di kamarnya
"Arya bisa bantu gak?" Rina mulai menjalankan aksinya setelah sampai di kamar Arya
"Bantu apa?" jawab Arya dan langsung menyimpan kitab yg di pegangnya ke dalam laci kecil dalam lemari pakaian nya
"tolong bantu pijitin kaki ku, dari kemarin sejak habis fitnes pegal semua" ucap rina sambil tersenyum manis dan langsung duduk di pinggir ranjang Arya
__ADS_1
Arya pun mengangguk pelan menyetujui permintaan Rina.