Asmara Arya

Asmara Arya
Elisya Subianta Menghilang


__ADS_3

Pagi ini Elisya Subianta yg sudah berpakaian rapi menjalankan mobilnya perlahan lahan untuk menuju kantor papanya


Tanpa Elisya sadari sejak keluar dari gerbang rumah mewahnya ada dua mobil mengikutinya


Sekitar dua kilometer dari rumah nya


sebuah mobil berhenti mendadak di depan mobil Elisya


"ciiiittt" bunyi gesekan ban mobil saat Elisya menginjak pedal rem mendadak karna kaget


Elisya yg gusar karna melihat mobil di depan nya berhenti mendadak segera membuka pintu dan turun dari mobilnya


Saat Elisya baru menginjakkan kakinya di aspal


seorang yg keluar dari mobil yg juga berhenti di belakang mobil Elisya langsung membekap mulut Elisya dan mengancam lehernya dengan sebuah pisau


"JANGAN MELAWAN JIKA INGIN SELAMAT" kata pria itu pelan sambil menarik Elisya dan menekan ujung pisaunya ke leher Elisya kemudian memasukkan Elisya dengan paksa ke dalam mobil yg mengikutinya.


Kedua mobil itu dengan cepat bergerak meninggalkan mobil Elisya terparkir disitu


Satu jam kemudian kantor pusat Subianta Company langsung heboh setelah mendapat laporan dari Polantas jika mobil Elisya terparkir di pinggir jalan tanpa ada orang nya

__ADS_1


Awalnya seorang polantas yg sedang berpatroli curiga melihat sebuah mobil terparkir dengan pintu terbuka


Setelah memeriksa tiada orang di mobil petugas itu langsung mencatat no plat mobil meminta pihak kantor nya untuk menyelidiki siapa pemilik mobil tersebut


Pradipta Subianta sangat marah mendengar anaknya menghilang dan segera meminta semua relasi nya untuk membantu mencari


Sundari yg baru mendengar kabar Elisya dari suaminya langsung lemas dan langsung terduduk dengan air mata yg berderai


*******


Lain halnya dengan Hutomo Pradipta dia langsung tertawa gembira saat mendengar laporan dari anak buahnya jika Elisya sudah ada di tangan mereka


"Anak perempuan nya sudah di tanganku tinggal pemuda itu lagi" Hutomo berkata dalam hati sambil tangannya mengepal erat.


Target mereka menculik Elisya dan Arya


Hutomo berniat menghilangkan semua keturunan dari Pradipta Subianta agar semua hak waris dari Pradipta Subianta nanti akan menjadi miliknya


Rencana ini memang sudah di atur dengan matang oleh semua anak buahnya.


******

__ADS_1


Sudah hampir tiga bulan sejak paman Sudarto keluar kota Arya menemani Serly di rumah


Di tambah ada Rina teman Serly yg menginap disana membuat Arya semakin gembira karna mereka dapat akrab dan senang bercanda


Rina yg sudah melihat langsung kegiatan Serly dan Arya semakin berniat untuk mendapatkan simpati Arya


Bagi Arya perlakuan Rina biasa saja jadi dia tidak curiga jika Rina mulai mendekatinya


Ada saja alasan rina agar dia bisa mengambil hati dan selalu dekat dengan pemuda tampan itu


Seperti saat ini Serly mengajak Rina Shopping ke Mall tapi tapi Rina gak mau ikut alasannya kaki lagi pegal pegal dan akhirnya Serly pergi sendiri


Sebenarnya Serly mau ngajak Arya tapi kasihan kalo Rina di tinggal sendiri di rumah


Baru aja terdengar suara mobil Serly keluar gerbang, Rina segera mencari Arya di kamarnya


"Arya bisa bantu gak?" Rina mulai menjalankan aksinya setelah sampai di kamar Arya


"Bantu apa?" jawab Arya dan langsung menyimpan kitab yg di pegangnya ke dalam laci kecil dalam lemari pakaian nya


"tolong bantu pijitin kaki ku, dari kemarin sejak habis fitnes pegal semua" ucap rina sambil tersenyum manis dan langsung duduk di pinggir ranjang Arya

__ADS_1


Arya pun mengangguk pelan menyetujui permintaan Rina.


__ADS_2